Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Literasi Naik Kelas, Pelajar hingga Mahasiswa Berebut Gelar Duta Baca

Kota Semarang
Literasi Naik Kelas, Pelajar hingga Mahasiswa Berebut Gelar Duta Baca
Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) menggelar ajang bergengsi Grand Final Pemilihan Duta Baca dan Duta Baca Pelajar Kota Semarang Tahun 2026 pada Rabu (12/8/2026). (dok. Dinas Arpus Semarang)
  • Sebanyak 12 finalis SD hingga perguruan tinggi bersaing dalam Pemilihan Duta Baca Kota Semarang 2026 dengan gagasan program peningkatan minat baca.
  • Muhammad Thoriqul Huda dari Unisula dan Widyaningrum Cahya Endriana dari SMAN 5 Semarang terpilih sebagai Duta Baca Kota Semarang 2026.
  • Para pemenang, termasuk duta pelajar SD dan SMP, akan mengampanyekan literasi selama setahun melalui program di sekolah, komunitas, dan ruang publik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times – Pada gempuran media sosial dan konten digital yang serba instan, Pemerintah Kota Semarang justru memilih mengangkat anak-anak muda yang masih menjadikan buku sebagai senjata perubahan.

Sebanyak 12 finalis dari jenjang SD, SMP hingga perguruan tinggi bersaing dalam Grand Final Pemilihan Duta Baca dan Duta Baca Pelajar Kota Semarang 2026 di Gedung Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Rabu (12/8/2026). Mengusung tema Lights of Literacy, ajang ini tidak sekadar mencari figur gemar membaca, tetapi juga penggerak literasi yang mampu menawarkan solusi atas rendahnya budaya baca masyarakat.

  1. 1. Finalis adu gagasan, bukan sekadar adu popularitas

    perpustakaan di Ruang Literasi Kaliurang (instagram.com/ruangliterasikaliurang)
    perpustakaan di Ruang Literasi Kaliurang (instagram.com/ruangliterasikaliurang)

    Berbeda dengan kompetisi duta pada umumnya, para finalis tidak hanya tampil memamerkan bakat. Mereka juga diuji melalui presentasi program dan gagasan untuk meningkatkan minat baca di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

    Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang, Nur Huda Iskandar, mengatakan para pemenang nantinya memiliki tugas yang jauh lebih besar dibanding sekadar menyandang gelar.

    “Duta Baca yang terpilih bukan sekadar pemegang gelar, melainkan penggerak dan role model yang akan menyebarkan semangat membaca di lingkungan sekolah, kampus, hingga masyarakat,” ujarnya.

    Menurut dia, ajang tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Semarang untuk memperluas gerakan literasi dengan melibatkan generasi muda sebagai ujung tombak.

  2. 2. Mahasiswa Unisula dan siswi SMAN 5 keluar sebagai juara

    duta baca, literasi
    Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) menggelar ajang bergengsi Grand Final Pemilihan Duta Baca dan Duta Baca Pelajar Kota Semarang Tahun 2026 pada Rabu (12/8/2026). (dok. Dinas Arpus Semarang)

    Setelah melalui tahapan seleksi administrasi, wawancara hingga grand final, dewan juri akhirnya menetapkan Muhammad Thoriqul Huda dari Universitas Islam Sultan Agung (Unisula) sebagai Duta Baca Putra Kota Semarang 2026.

    Sementara gelar Duta Baca Putri Kota Semarang 2026 diraih Widyaningrum Cahya Endriana, siswi kelas XII SMA Negeri 5 Semarang.

    Untuk kategori pelajar, Anjani Tesalonika Lase dari SD Kebon Dalem 2 Semarang berhasil meraih gelar Duta Baca Pelajar tingkat SD. Sedangkan Duta Baca Pelajar tingkat SMP diraih Salsabilla Nadifa Setiawan dari SMP Hj. Isriati Semarang.

    Para pemenang akan menjadi wajah kampanye literasi Kota Semarang selama satu tahun ke depan.

  3. 3. Pemkot bidik gerakan literasi lebih dekat ke generasi muda

    Gerobak kayu sederhana 'Angkringan Literasi'
    Gerobak kayu sederhana 'Angkringan Literasi'

    Pemilihan Duta Baca dan Duta Baca Pelajar menjadi salah satu strategi Pemkot Semarang untuk mendekatkan budaya membaca kepada generasi muda melalui pendekatan yang lebih relevan.

    Selain menjadi duta kampanye membaca, para pemenang diharapkan mampu membangun berbagai program literasi di sekolah, komunitas, hingga ruang publik.

    Ajang ini juga menjadi momentum regenerasi gerakan literasi melalui penyerahan estafet dari Duta Baca Kota Semarang dan Duta Baca Pelajar periode sebelumnya kepada generasi baru.

    Dengan terpilihnya para duta baru tersebut, Pemkot Semarang berharap gerakan literasi tidak berhenti di ruang perpustakaan, tetapi mampu hadir di tengah kehidupan masyarakat dan menjadi bagian dari budaya sehari-hari.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More