OJK Gandeng Fatayat NU Jateng Dorong Literasi Keuangan Masyarakat

- OJK Jawa Tengah berkolaborasi dengan Fatayat NU Jateng untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui deklarasi bersama di Semarang.
- Program kerja sama mencakup edukasi keuangan, pembentukan duta literasi, serta penyebaran informasi produk jasa keuangan yang aman kepada ratusan kader Fatayat NU.
- Fatayat NU menyiapkan perwakilan di tiap cabang sebagai agen literasi guna memperluas edukasi finansial bagi perempuan, keluarga, UMKM, dan komunitas lokal.
Semarang, IDN Times - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah terus menekan angka korban kejahatan finansial di masyarakat. Melalui kolaborasi dengan Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU) Jawa Tengah, OJK menargetkan peningkatan literasi dan inklusi keuangan publik secara masif.
Kolaborasi itu tertuang dalam deklarasi bersama pada rangkaian peringatan Hari Lahir Fatayat NU di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (1/6/2026).
1. Sinergi edukasi dan duta literasi keuangan

Kesepakatan kedua belah pihak mencakup pelaksanaan program edukasi keuangan, pengembangan kader duta literasi, hingga penyebaran informasi produk jasa keuangan yang aman. Sebagai langkah awal, OJK Jawa Tengah langsung mengedukasi sekitar 500 peserta yang terdiri dari pengurus wilayah dan cabang Fatayat NU se-Jawa Tengah.
Materi pembekalannya berfokus pada pengelolaan keuangan bijak, pemanfaatan produk finansial secara aman, serta kewaspadaan terhadap ancaman aktivitas ilegal seperti pinjaman online (pinjol) bodong.
2. Menyasar kader perempuan

Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo menilai kerja sama itu krusial untuk memperkuat ekosistem literasi keuangan di tingkat daerah.
"Jaringan Fatayat NU yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota merupakan potensi besar untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan kepada masyarakat. OJK akan terus mendorong penguatan kapasitas kader perempuan melalui berbagai program edukasi agar mereka dapat berperan sebagai agen literasi keuangan yang efektif," kata Hidayat.
Hidayat menambahkan, kader Fatayat NU memiliki kedudukan yang dekat dengan publik sehingga lebih mudah menyampaikan informasi keuangan lewat bahasa yang sederhana.
3. Pemberdayaan perempuan sebagai agen perubahan

Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah Tazkiyatul Muthmainnah menyambut baik dukungan institusi keuangan negara tersebut dalam memperkuat kapasitas kader perempuan.
"Kader Fatayat NU memiliki kedekatan yang kuat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan perempuan. Kedekatan tersebut menjadi modal penting untuk menyebarluaskan edukasi keuangan yang inklusif, mudah dipahami, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Tazkiyatul.
Pihaknya juga berkomitmen menyiapkan perwakilan dari setiap cabang untuk bertugas sebagai duta literasi di wilayah masing-masing. Sinergi itu akan berlanjut secara intensif antara seluruh kantor OJK di Jawa Tengah dengan pengurus daerah Fatayat NU.
Langkah kolaboratif itu menargetkan perluasan jangkauan edukasi, khususnya bagi perempuan, keluarga, pelaku UMKM, dan berbagai komunitas.

















