Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Sektor Paling Cuan yang Bikin Ekonomi Jawa Tengah Tetap Tangguh, Efek Piala Dunia 2026

Kota Semarang
3 Sektor Paling Cuan yang Bikin Ekonomi Jawa Tengah Tetap Tangguh, Efek Piala Dunia 2026
Seorang pendukung Timnas Argentina menyaksikan pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina dalam acara nonton bareng di Taman Film Benteng Oranje, Ternate, Maluku Utara, Senin (20/7/2026). (ANTARAFOTO/Andri Saputra)
  • Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sukses melesat berkat tingginya daya beli masyarakat dan aliran investasi jumbo untuk kawasan industri.

  • Sektor industri pengolahan dan perdagangan menjadi mesin pencetak uang utama, apalagi didorong oleh lonjakan ekspor dan ramainya event olahraga global.

  • Buat kamu yang lagi mencari ide usaha, sektor kuliner dan penginapan sedang naik daun seiring meningkatnya tren liburan panjang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sering ngerasa dompet makin tipis di pertengahan bulan dan bingung mencari peluang usaha yang pasti laku? Di tengah banyaknya tantangan ekonomi yang kerap bikin overthinking, kadang kita cuma butuh insight yang tepat untuk menentukan langkah cuan ke depan.

Tenang aja, warga Jawa Tengah, ternyata perputaran uang di daerah kita ini lagi bagus-bagusnya dan punya daya beli rumah tangga yang menyumbang porsi raksasa hingga 59,73 persen, lho! Biar kamu nggak salah langkah dan ikut kecipratan untungnya, yuk intip rahasia tangguhnya ekonomi kita berdasarkan laporan resmi dari Bank Indonesia berikut ini!

  1. 1. Industri Pengolahan Tembus Pasar Global

    ilustrasi karyawan pabrik, manufaktur
    ilustrasi karyawan pabrik, manufaktur (pexels.com/Mandiri Abadi)

    Pernah kepikiran nggak sih, produk buatan lokal kita tuh sebenarnya punya daya saing tingkat dunia? Faktanya, sektor industri pengolahan memegang porsi paling mendominasi hingga 33,18 persen dari total ekonomi Jawa Tengah. Sektor ini sukses tumbuh subur di angka 5,03 persen berkat pesatnya kegiatan ekspor.

    Barang-barang seperti Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), kayu furnitur, alas kaki, sampai bahan makanan buatan Jateng rupanya sangat laris manis di pasar internasional. Kinerja ekspor yang meroket hingga 41,26 persen ini membuktikan kalau kualitas produk buatan pengrajin lokal kita memang juara dan sangat diakui oleh dunia.

  2. 2. Perdagangan Laris Manis Berkat Event Spesial

    Pesepak bola Tim Nasional Spanyol Rodri (depan tengah) mengangkat trofi juara Piala Dunia 2026 bersama rekannya di Stadion New York New Jers
    Pesepak bola Tim Nasional Spanyol Rodri (depan tengah) mengangkat trofi juara Piala Dunia 2026 bersama rekannya di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026). (ANTARA FOTO/Michael Teguh Adiputra Siahaan)

    Suka jajan atau belanja baju baru pas momen libur panjang? Kebiasaan seru ini ternyata sukses bikin sektor perdagangan kita merangkak naik secara impresif di angka 7,52 persen. Momen-momen spesial seperti Idul Adha 2026 dan liburan panjang memicu lonjakan mobilitas masyarakat hingga lebih dari lima persen.

    Menariknya lagi, demam ajang Piala Dunia 2026 ikut membawa berkah besar buat para pedagang lokal. Penjualan jersey, aksesoris, dan berbagai pernak-pernik olahraga dilaporkan meningkat drastis. Ini menjadi sinyal kuat kalau berjualan produk musiman yang sedang tren bisa jadi peluang keuntungan yang nggak main-main.

    "Perekonomian Jawa Tengah tetap tumbuh kuat dengan ditopang oleh Konsumsi Rumah Tangga yang menyumbang pangsa terbesar hingga 59,73 persen terhadap PDRB. Selain itu, kinerja impresif dari sektor Industri Pengolahan yang ekspornya melonjak hingga 41,26 persen, serta tingginya mobilitas masyarakat yang menggerakkan sektor Perdagangan dan Akomodasi saat libur panjang, menjadi motor penggerak utama resiliensi ekonomi daerah kita saat ini," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho dilansir keterangan resminya, Rabu (12/8/2026).

  3. 3. Bisnis Kuliner & Penginapan Panen Untung

    Warga membawa barang belanjaanya di Pasar Induk MAJT, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (7/8/2026). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
    Warga membawa barang belanjaanya di Pasar Induk MAJT, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (7/8/2026). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

    Buat kamu yang hobi nongkrong atau staycation, sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan-Minum (Akmamin) rupanya sukses mencetak rekor pertumbuhan tertinggi, yakni 12,80 persen. Angka fantastis ini menjadi bukti nyata kalau kebutuhan akan hiburan, wisata, dan kulineran nggak akan pernah ada matinya.

    Meningkatnya tren jalan-jalan membuat tingkat hunian hotel dan restoran selalu dibanjiri pengunjung. Apalagi dengan gencarnya pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan masuknya investasi sebesar Rp25,53 Triliun, infrastruktur daerah kita jadi semakin memadai untuk mendukung menjamurnya industri pariwisata.

    Jadi, perputaran ekonomi Jawa Tengah yang sangat positif ini merupakan bukti bahwa peluang karier dan bisnis di sekitar kita masih terbuka amat lebar. Mulai dari produksi kerajinan, berjualan tren fashion, hingga membuka kedai kopi, semuanya punya potensi keuntungan menjanjikan asal kita jeli melihat pasar.

    Kira-kira, dari ketiga sektor paling menggiurkan di atas, sektor mana nih yang pengin banget kamu jajal sebagai ide bisnis tahun ini? Yuk, share ide kreatifmu di kolom komentar.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More