Geothermal Gedongsongo Beresiko Timbulkan Bencana Baru di Semarang

- Sejumlah warga dan anggota Komisi B DPRD Jateng mendesak Kementerian ESDM meninjau ulang pengeboran Geothermal Gedongsongo karena dikhawatirkan mengubah bentang alam dan mengganggu sumber air Semarang.
- Proyek di Gunung Ungaran dinilai berpotensi berdampak pada ekosistem, habitat satwa langka, flora lokal, serta kawasan cagar budaya Candi Gedongsongo yang disebut dekat titik pengeboran.
- Pemprov Jawa Tengah siap menjembatani aspirasi warga, membuka dialog transparan, dan mengkaji data teknis dampak proyek sambil menekankan keselamatan, kelestarian lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat.
Semarang, IDN Times - Sejumlah kalangan masyarakat mendesak Kementerian ESDM untuk meninjau ulang pelaksanaan proyek pengeboran Geothermal Gedongsongo di Ungaran. Pasalnya, kegiatan pengeboran sumur panas bumi berpotensi mengganggu bentang garis alam ruang hijau sehingga menimbulkan bencana baru bagi wilayah terdekat Gunung Ungaran.Ā
Anggota Komisi B DPRD Jateng Muhamad Farchan mengatakan kegiatan pengeboran Geothermal di kawasan Gedongsongo sebaiknya ditinjau ulang.Ā
Karena selain menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat, adanya proyek tersebut berpotensi membuat penyediaan sumber air baku di Kota Semarang juga terganggu.Ā
"Karena sewaktu menjadi Dirut PDAM Tirta Moedal, saya tahu persis sumber air baku untuk wilayah Semarang mayoritas dari Gunung Ungaran. Maka (Geothermal Gedongsongo) hadis ditulang. Pasti ada perubahan bentang alam, masalah ini tidak main-main. Dalam kegiatan proyek ini pasti kawasannya berubah," ujar Farchan kepada wartawan, Jumat (4/9/2026).Ā
Geothermal Gedongsongo punya plus minus

Ilustrasi pengoperasian geothermal (Pixels.com) Ia menekankan proyek Geothermal Gedongsongo tentunya memiliki dampak negatif dan positif bagi masyarakat maupun Kementerian ESDM.
Meski begitu, Kementerian ESDM saat ini harus ekstra hati-hati. "Ini harus disadari pihak pihak terkait. Maka tahapan publik hearing sangat penting untuk langkah sosialisasi kepada semua masyarakat yang ada di sana," jelasnya yang juga politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Fungsi ekologis Gunung Ungaran lengkap

Wahyudi, Ketua Pokdarwis Gunungsari Desa Ngesrepbalong Kecamatan Limbangan Kendal melakukan pengamatan ekosistem burung langka yang berkembangbiak di kawasan hutan konservasi Gunung Ungaran. (IDN Times/Fariz Fardianto) Selain itu, pihaknya memahami keresahan masyarakat Ungaran terkait pelaksanaan proyek Geothermal Gedongsongo. Karena bentang alam yang terganggu juga menyebabkan ekosistem satwa dan tumbuhan lokal akan terdampak.Ā
Kawasan Gunung Ungaran memiliki penyeimbang ekologis yang lengkap. Di kawasan tersebut terdapat habitat elang Jawa, kodok pohon Ungaran, lutung dan banyak ragam tumbuhan langka.Ā
"Di sana ada fungsi ekologis yang lengkap. Ada cagar budaya berkaitan posisi Candi Gedongsongo. Padahal infonya titik panasnya yang akan dibor di dekat candi. Yang tak kalah penting ialah flora fauna sangat kental sekali. Termasuk elang Jawa yang sudah hampir punah dan ada kodok Ungaran," jelasnya.Ā
Gus Yasin akan tampung aspirasi

Acara halal bihalal Santri Gayeng Nusantara bersama Gus Yasin. (IDN Times/Fariz Fardianto) Terpisah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siapĀ menjembatani aspirasi masyarakat Kabupaten Semarang terkait rencana proyek pengembangan energi panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Ungaran.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyatakan, siap membuka ruang dialog secara transparan bagi warga yang menyampaikan aspirasi, kekhawatiran, atau keberatan terhadap dampak proyek energi terbarukan itu.
"jadi ini kan keputusan izin dari pemerintah pusat. Jadi kita saat ini masih mendalami, kita di pemerintah provinsi siap menjembatani aspirasi masyarakat," kata Gus Yasin usai paripurna di Gedung DPRD Jateng, Semarang.Ā
Menurutnya, setiap kekhawatiran masyarakat merupakan masukan penting untuk didiskusikan bersama agar ditemukan solusi terbaik bagi seluruh pihak.
Ia menjelaskan, bahwa jajaran Pemprov Jateng saat ini tengah mengumpulkan dan mengkaji data-data teknis mengenai dampak pengembangan potensi geotermal di lapangan.
Gus Yasin mengatakan, kebijakan nasional berfokus pada pengembangan energi hijau (green energy). Menurutnya, pemanfaatan energi terbarukan tidak boleh sampai merusak ekosistem lingkungan.
Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa setiap aktivitas di sektor pertambangan dan energi yang bersinggungan langsung dengan lingkungan pemukiman, harus memprioritaskan faktor keselamatan, kelestarian lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan proyek.






















