Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

DPRD Jateng Minta Pengeboran Geothermal Gedongsongo Lebih Hati-hati

Kota Semarang
DPRD Jateng Minta Pengeboran Geothermal Gedongsongo Lebih Hati-hati
Ketua Komisi D DPRD Jateng Nur Saadah. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • DPRD Jateng meminta pemerintah pusat dan pihak ESDM lebih hati-hati dalam pengeboran geothermal Gedongsongo agar tidak memicu gejolak, sekaligus mengedukasi warga sekitar.
  • Proyek telah memasuki tahap final, dari studi geofisika hingga pembentukan konsorsium PT Kwarsa Hexsagon; PLN ditugaskan mengelola hasil panas bumi di WKP yang ditetapkan sejak 2017.
  • Komisi D DPRD Jateng akan menemui Kementerian ESDM pada 8 September untuk menindaklanjuti aspirasi warga, sementara Dinas ESDM mengimbau masyarakat tetap tenang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pimpinan DPRD Jawa Tengah mengingatkan kepada pemerintah pusat untuk meningkatkan kehati-hatian terhadap proyek pengeboran sumur geothermal Gedongsongo Ungaran. Musababnya, kegiatan pengeboran geothermal beresiko menimbulkan kesalahpahaman persepsi di tengah masyarakat.

"Saya harapkan dalam rangka pengembangan energi terbarukan, pihak ESDM tidak menimbulkan gejolak berlebihan. Maka dari itu, seluruh lapisan masyarakat di  lokasi kegiatan perlu diberikan edukasi. Sehingga nantinya bisa diberikan sebuah pemahaman yang dimengerti bersama," kata Ketua Komisi D DPRD Jateng Nur Saadah saat dikonfirmasi IDN Times usai audiensi dengan jajaran Dinas ESDM, Senin (31/8/2026).

  1. Pengeboran Geothermal Gedongsongo digarap PT Kwarsa Hexsagon

    ilustrasi pengeboran (commons.wikimedia.org/Rjhogarth)
    ilustrasi pengeboran (commons.wikimedia.org/Rjhogarth)

    Lebih lanjut lagi, Nur menyarankan supaya masyarakat setempat tidak terpancing rumor yang beredar selama ini. Masyarakat sebaiknya tenang agar setiap aspirasi dapat dijawab oleh pihak Kementerian ESDM maupun Pemprov Jateng.

    Pihaknya sendiri sudah menerima paparan laporan dari Dinas ESDM Jateng mengenai aturan teknis pengeboran sumur geothermal Gedongsongo.

    "Kami sudah terima laporan dari Kementerian ESDM. Saat audiensi dengan dinas tadi, kami tanyakan juga apa saja informasi yang didapat dari kementerian. Dan ternyata kegiatan proyek ini sudah memasuki tahapan final (pekerjaan). Mulai dari tahap studi geofisika, geothermal. Sampai pembentukan perusahaan konsorsum bernama PT Kwarsa Hexsagon untuk kegiatan teknis," tuturnya.

  2. DPRD Jateng akan cek respon Kementerian ESDM

    Suasana Candi Gedongsongo Semarang yang didatangi para wisatawan dari penjuru daerah saat libur pertama Lebaran 2022. (Dok pengelola Candi Gedongsongo Semarang)
    Suasana Candi Gedongsongo Semarang yang didatangi para wisatawan dari penjuru daerah saat libur pertama Lebaran 2022. (Dok pengelola Candi Gedongsongo Semarang)

    Berdasarkan data yang dihimpun dari Komisi D diketahui bahwa sesuai rancangan DED, PT PLN diberikan kewenangan untuk mengelola hasil panas bumi dari Geothermal Gedongsongo. Sedangkan permodalan untuk nilai investasinya diperoleh secara bisnis kemitraan.

    "Lokasi geothermal ini sudah ditetapkan WKP sejak 2017. Untuk PLN yang dapat penugasan," jelasnya.

    Sebagai langkah tindak lanjut, katanya pihaknya akan bertolak ke Jakarta untuk mengetahui respon Kementerian ESDM terkait aspirasi yang disuarakan warga sekitar lokasi Geothermal Gedongsongo.

    "Kita kunjungan ke Kementerian ESDM tanggal 8 September untuk mengetahui respon mereka. Termasuk kita perlu tahu apakah prosesnya membahayakan atau tidak. Karena dulunya kan sempat mau dilakukan tapi terus dihentikan. Maka kita lakukan warning. Apabila masyarakat merasa terancam, kami bisa lakukan perlindungan," paparnya.

  3. Dinas ESDM Jateng imbau masyarakat tetap tenang

    Potret Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Tengah, Agus Sugiharto, dalam dokumentasi IDN Times.
    Kepala Dinas ESDM Jateng Agus Sugiharto. (IDN Times/Fariz Fardianto)

    Kepala Dinas ESDM Jateng Agus Sugiharto mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir dengan kegiatan proyek Geothermal Gedongsongo Ungaran.

    Adanya protes dari masyarakat di lokasi geothermal menjadi alarm kepada pemerintah agar kegiatan pengeboran dilakukan lebih hati-hati dengan memperhatikan kondisi bangunan cagar budaya di sekitar lokasi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More