Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gerakan Pangan Murah, Cara Bank Indonesia dan Pemda di Jateng Tekan Inflasi

Kota Semarang
Gerakan Pangan Murah, Cara Bank Indonesia dan Pemda di Jateng Tekan Inflasi
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diadakan oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan beberapa instansi selama Agustus 2026. (Dok. BI Jateng)

  • Bank Indonesia dan pemerintah daerah Jawa Tengah menggelar Gerakan Pangan Murah serentak di Semarang dan Demak pada awal September 2026 untuk menekan inflasi serta menjaga daya beli.
  • Melalui Kempling Semar, Semarang menjangkau 729 RW selama Agustus, menyalurkan 80 ton beras SPHP dan 35.040 liter minyak goreng; omzet GPM Januari–Agustus mencapai Rp5,01 miliar.
  • GPM Demak menyediakan pangan bersubsidi dan promo telur via QRIS. Program terintegrasi GPIPS serta strategi 4K untuk menjaga inflasi IHK Jawa Tengah 2026 pada sasaran 2,5 ± 1 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times - Lonjakan harga kebutuhan pokok sering kali memengaruhi stabilitas ekonomi keluarga. Merespons tantangan tersebut sekaligus mengendalikan laju inflasi daerah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan sejumlah pemerintah daerah meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di Semarang dan Demak pada awal September 2026.

Melalui program Kempling Semar (Ketahanan Pangan Keliling Semarang), Pemerintah Kota Semarang dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sukses menyalurkan pasokan pangan langsung ke tingkat Rukun Warga (RW). Sepanjang Agustus 2026, intervensi ini menjangkau 729 RW dari total 1.532 RW di Kota Semarang.

Pemerintah mendistribusikan 80 ton beras SPHP, 35.040 liter minyak goreng, dan komoditas strategis lain dengan nilai transaksi Rp128,12 juta. Secara kumulatif sejak Januari hingga Agustus 2026, realisasi GPM di Semarang menembus omzet Rp5,01 miliar dari 1.085 titik lokasi.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, pendekatan stabilisasi harga berbasis wilayah permukiman terbukti meredam gejolak harga di tingkat konsumen.

"Pemerintah Kota Semarang terus berkomitmen memfasilitasi akses pangan yang berkualitas dan terjangkau langsung ke lingkungan warga melalui Kempling Semar. Kolaborasi erat bersama Bank Indonesia serta 14 mitra penyedia pangan strategis tidak hanya mengamankan pasokan kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng, tetapi juga mendorong ketahanan pangan keluarga dan menggerakkan roda perekonomian lokal melalui keterlibatan pelaku UMKM daerah," katanya.

Sebagai pelengkap, GPM Semarang juga merilis penyerahan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), peluncuran budidaya pekarangan "Bulir Padi", dan sertifikasi Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari H menambahkan, program ini terintegrasi dengan kerangka Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

"Sinergi antara TPID Kota Semarang dan Bank Indonesia merupakan wujud langkah proaktif dan terukur dalam mengarahkan ekspektasi inflasi masyarakat. Di samping memperkuat kelancaran distribusi pasokan, gelaran GPM ini juga mengintegrasikan bauran kebijakan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran melalui penggunaan QRIS untuk mempermudah transaksi masyarakat secara cepat, praktis, dan aman," tutur Andi.

Upaya pengendalian inflasi serupa juga berlangsung di Kabupaten Demak pada Rabu (2/9/2026). Memperingati HUT ke-64 LPP TVRI Jawa Tengah, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah menggandeng Bapanas, Pemerintah Kabupaten Demak, dan Bank Indonesia menggelar GPM di halaman kantor LPP TVRI Pucang Gading.

Acara itu menyediakan beras SPHP, Minyakita, daging, hingga produk pangan lokal bersubsidi seperti beras analog berbahan jagung. Bank Indonesia juga menghadirkan promo tebus murah telur ayam bagi warga yang bertransaksi memakai QRIS.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M Noor Nugroho memastikan komitmen instansinya dalam mengawal stabilitas makroekonomi wilayah.

"Bank Indonesia senantiasa hadir mendukung langkah proaktif pemerintah daerah dan TPID dalam menjaga stabilitas inflasi pangan melalui kerangka GPIPS. Penguatan ketersediaan pasokan melalui operasi pasar dan GPM diharapkan mampu mengarahkan ekspektasi inflasi masyarakat serta menjaga daya beli secara berkelanjutan," kata M. Noor Nugroho.

Seluruh kegiatan ini bermuara pada implementasi strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif). Tujuannya mengamankan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Jawa Tengah pada 2026 agar bertahan dalam rentang sasaran 2,5 ± 1 persen.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More