Sudah Ada 8, Pemkot Semarang Bakal Bangun JPO Baru di Pasar Jatingaleh

- Pemkot Semarang menyiapkan pembangunan JPO baru di kawasan Pasar Jatingaleh tahun ini karena aktivitas lalu lintas di lokasi tersebut padat.
- Kajian kelayakan dan rekomendasi teknis pemerintah pusat untuk JPO Pasar Jatingaleh telah terbit; Dishub akan berkoordinasi dengan DPU sebelum penganggaran serta pengerjaan.
- Pemkot Semarang memiliki delapan JPO berstatus aset resmi, seluruhnya berkonstruksi beton, dalam kondisi aman dan terawat melalui pemeliharaan struktur, pagar, serta atap.
Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menyiapkan pembangunan jembatan penyebrangan orang (JPO) baru tahun ini. Salah satu lokasi yang diproyeksikan mendapat fasilitas tersebut adalah kawasan Pasar Jatingaleh.
1. Jatingaleh butuh fasilitas penyeberangan

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum) Titik ini dinilai membutuhkan fasilitas penyeberangan karena berada di kawasan dengan aktivitas lalu lintas yang padat.
Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan, kajian kelayakan titik penyeberangan telah rampung. Rekomendasi Teknis (Rekomtek) dari pemerintah pusat juga telah diterbitkan karena pembangunan JPO berkaitan dengan status jalan di lokasi tersebut.
“Untuk rencana JPO di Pasar Jatingaleh, rekom teknisnya dari pusat sudah turun. Mengingat posisi dan tingkat kesulitan konstruksinya, kita sudah berkoordinasi dengan DPU. Nanti anggaran dan pengerjaannya dari kita setelah seluruh tahapan teknis siap,” ujarnya, Sabtu (5/9/2026).
Pembangunan JPO baru tersebut akan dilakukan setelah seluruh tahapan teknis diselesaikan. Dishub juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang terkait proses pembangunan.
2. Ada 8 JPO sebagai aset resmi pemkot

Ilustrasi JPO di Thamrin Jakarta. (Tempo) Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Semarang menambah fasilitas penyeberangan di titik yang membutuhkan.
Untuk diketahui, hingga kini Pemkot Semarang memiliki delapan JPO yang tercatat sebagai aset resmi dan dipastikan dalam kondisi aman dan terawat.
Danang menerangkan, seluruh JPO tersebut menggunakan konstruksi beton sehingga dinilai masih dalam kondisi baik. Pemeliharaan berkala juga dilakukan untuk memastikan fasilitas penyeberangan tetap aman digunakan masyarakat.
3. Kondisi JPO bagus dan terawat

Ilustrasi JPO Aestetik, JPO Halte Gelora Bung Karno. (Instagram.com/luckypakor) “Delapan JPO yang masuk catatan aset kami semuanya berkonstruksi beton, jadi kondisinya masih sangat bagus dan terawat. Itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab kami,” katanya.
Perawatan mencakup sejumlah bagian fasilitas, mulai dari struktur landasan, pagar pengaman, hingga atap pelindung.
Delapan JPO yang tercatat sebagai aset Pemkot Semarang berada di sejumlah titik, yakni Travelator Jalan Pandanaran, JPO Ahmad Yani, depan BRI, JPO Ahmad Yani, dekat Rumah Makan Citra Bundo, JPO Brigjen Sudiarto, depan SMPN 2, JPO Jalan Pemuda, depan BCA, JPO Eks Hotel Dibya Puri, JPO Perintis Kemerdekaan, dan JPO kawasan perkotaan pendukung lainnya.


















