Semarang, IDN Times - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang mengebut pengerjaan tujuh proyek drainase dan peningkatan jalan di sejumlah titik kota. Seluruh proyek ditargetkan rampung paling lambat pertengahan Desember 2026, sebelum memasuki puncak musim hujan.
Semarang Kebut 7 Proyek Antisipasi Banjir, Ini Titik yang Dibongkar

1. DPU juga perbaiki sejumlah akses jalan
Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto mengatakan, percepatan dilakukan agar sistem drainase, penangkap air, hingga rumah pompa dapat berfungsi maksimal saat intensitas hujan meningkat.
“September ini waktunya masih cukup. Kebanyakan pekerjaan ditargetkan selesai pertengahan Desember, sekitar tanggal 15 sampai 20 Desember,” ungkapnya, Selasa (29/9/2026).
Tujuh proyek tersebut tidak hanya menyasar saluran drainase. DPU juga mengerjakan rekayasa aliran air, penambahan fasilitas pompa hingga perbaikan sejumlah akses jalan.
Adapun, proyek yang tengah dikerjakan di antaranya drainase Jalan Pierre Tendean yang sebelumnya sempat tertunda kembali dilanjutkan.
Lalu, DPU juga memodelkan rekayasa lalu lintas, karena lokasi pekerjaan berada di ruas dengan mobilitas kendaraan cukup tinggi. Seperti di kawasan Gajah, DPU membangun drainase baru untuk memperlancar pembuangan air.
2. Pekerjaan sasar area lapak PKL Simpang Lima
Pekerjaan tersebut menyasar kawasan padat permukiman yang membutuhkan peningkatan kapasitas saluran agar aliran air lebih cepat terbuang.
Pekerjaan juga dilakukan di kawasan Simpang Lima, tepatnya pada area lapak pedagang kaki lima (PKL). Saluran drainase diperbesar untuk mengurangi potensi genangan. Pembenahan saluran juga ditujukan untuk mengatasi sumber bau yang selama ini muncul di kawasan tersebut.
Selanjutnya di Jalan Pahlawan, DPU memasang penangkap air berbahan besi atau grill steel. Fasilitas ini dirancang untuk memotong laju air deras dari arah Jalan Diponegoro sehingga aliran tidak langsung menumpuk ke Simpang Lima. Air selanjutnya diarahkan menuju Saluran Sabuk Sriwijaya.
Kemudian, penanganan genangan juga dilakukan di Muktiharjo Lor. DPU memasang saluran beton bertulang atau U-Ditch untuk memperlancar aliran air di kawasan yang rawan mengalami genangan.
Lalu di Taman Hasanudin, DPU membangun sarana dan unit pompa air. Pompa tersebut disiapkan untuk mempercepat penyedotan genangan di wilayah Semarang Utara yang memiliki persoalan genangan saat hujan dengan intensitas tinggi.
3. Pekerjaan skala besar dikerjakan tahun 2027
Selain proyek drainase, DPU juga memperbaiki akses jalan di jalur Ungaran dan Manyaran. Pekerjaan meliputi perbaikan geometris serta pengaspalan ruas penghubung menuju perbatasan Kabupaten Semarang dan jalur yang digunakan kendaraan dengan tonase besar di kawasan Manyaran.
Selanjutnya ada sejumlah proyek berada di ruas protokol dengan lalu lintas padat, termasuk Jalan Pahlawan dan Pierre Tendean. Maka itu, DPU berkoordinasi dengan Satlantas Polrestabes Semarang untuk mengatur rekayasa lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.
Suwarto menyampaikan, tidak seluruh persoalan infrastruktur bisa dituntaskan pada tahun ini. Untuk pekerjaan dengan skala besar dan berpotensi berdampak luas terhadap pergerakan kendaraan berat, seperti Jalan Citarum dan kawasan Pelabuhan Tanjung Mas, pengerjaannya diproyeksikan masuk tahun anggaran 2027.
“Keterbatasan waktu pelaksanaan dan kondisi lalu lintas menjadi pertimbangan kami. Yang utama saat ini, proyek antisipasi banjir di titik-titik krusial bisa tuntas tepat waktu pertengahan Desember ini demi kenyamanan warga,” tandasnya.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Jelang MTQ Nasional, Proyek Drainase di Simpang Lima Semarang Dikebut03 Sep 2026, 14:09 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- Sampah Plastik Biang Kerok Masalah Drainase Simpang Lima Semarang Mampet04 Jul 2026, 05:00 WIB