Visualisasi data biaya sms yang dikenakan dari berbagai operator seluler di Indonesia, Minggu (4/10/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Meskipun sudah jarang digunakan untuk mengobrol, SMS tetap menjadi layanan yang tersedia pada operator seluler. Biayanya berbeda-beda tergantung operator dan paket yang digunakan.
Telkomsel mencantumkan tarif dasar sekitar Rp390 per SMS. Operator tersebut juga menyediakan paket SMS, misalnya 20 SMS ke semua operator seharga Rp2.000 dengan masa berlaku satu hari.
Sementara itu, IM3 mencantumkan tarif Rp250 per SMS ke semua operator pada layanan yang ditampilkan.
XL memiliki skema berbeda. Untuk kartu perdana yang diaktifkan mulai 9 Oktober 2025, SMS ke XL, AXIS, dan Smartfren tercantum gratis, sedangkan SMS ke operator lain dikenakan Rp50 per SMS.
Smartfren mencantumkan tarif SMS ke semua operator sebesar Rp151,50 untuk 160 karakter.
Adapun Tri menyediakan paket SMS, antara lain 250 SMS ke semua operator seharga Rp18.500 dengan masa berlaku 75 hari.
Penurunan penggunaan SMS juga terlihat dari sisi bisnis operator. Laporan Telkom mencatat pendapatan SMS turun dari sekitar Rp3,805 triliun pada 2024 menjadi Rp3,163 triliun pada 2025.
Angka tersebut menunjukkan bahwa SMS masih memiliki pasar, tetapi perannya telah berubah cukup jauh dibandingkan satu dekade lalu.
Dulu, SMS menjadi pilihan utama untuk mengirim pesan. Kini, SMS lebih banyak bertahan untuk kebutuhan tertentu, sementara percakapan sehari-hari berpindah ke aplikasi berbasis internet.
Jadi, kalau dulu bunyi notifikasi SMS bisa membuat seseorang buru-buru membuka ponsel, generasi sekarang mungkin justru lebih sering menunggu bunyi notifikasi WhatsApp. SMS belum mati. Hanya saja, zamannya sudah berubah.