Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
SMS di Era WhatsApp, Masih Dipakai atau Mulai Ditinggalkan?
Walaupun era kini masyarakat dunia banyak yang menggunakan WhatsApp namun penggunaan SMS tetap masih penting terutama pengiriman OTP. (IDN Times/Foto : Ilustrasi)
  • Trafik SMS outgoing Indonesia turun tajam dari 561,38 miliar pesan pada 2014 menjadi 9,10 miliar pada 2024, meski naik 47,22 persen dibandingkan 2023.

  • Maraknya internet dan aplikasi seperti WhatsApp menggeser SMS dari percakapan harian, namun layanan ini tetap dipakai untuk OTP, notifikasi, transaksi, serta komunikasi tanpa koneksi internet.

  • Tarif SMS operator berkisar dari gratis hingga Rp390 per pesan atau melalui paket khusus; pendapatan SMS Telkom juga turun dari Rp3,805 triliun pada 2024 menjadi Rp3,163 triliun pada 2025.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2014

Jumlah SMS outgoing di Indonesia mencapai sekitar 561,38 miliar pesan.

2023

Trafik SMS outgoing tercatat sekitar 6,18 miliar pesan.

2024

Trafik SMS outgoing naik menjadi sekitar 9,10 miliar pesan, tetapi jauh lebih rendah dibandingkan 2014. Pendapatan SMS Telkom sekitar Rp3,805 triliun.

awal 2025

WhatsApp digunakan oleh 91,7 persen pengguna internet Indonesia dalam survei We Are Social, sementara Telegram digunakan 61,6 persen.

9 Oktober 2025

Kartu perdana XL yang diaktifkan mulai tanggal ini menawarkan SMS gratis ke XL, AXIS, dan Smartfren, serta Rp50 per SMS ke operator lain.

2025

Pendapatan SMS Telkom turun menjadi sekitar Rp3,163 triliun.

akhir 2025

Indonesia memiliki sekitar 230 juta pengguna internet dengan penetrasi sekitar 80,5 persen dari populasi.

Natal dan Tahun Baru 2025/2026

Telkomsel melaporkan trafik SMS meningkat 51,02 persen dibandingkan rata-rata hari biasa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Penggunaan SMS di Indonesia turun dari 561,38 miliar pesan keluar pada 2014 menjadi 9,10 miliar pesan pada 2024, meski layanan ini masih digunakan untuk OTP, notifikasi, dan transaksi.
  • Who?
    Pengguna telepon seluler, operator seperti Telkomsel, IM3, XL, Smartfren, dan Tri, serta Kementerian Komunikasi dan Digital terlibat dalam penggunaan dan pencatatan layanan SMS.
  • Where?
    Perubahan trafik dan penggunaan SMS tercatat di Indonesia melalui jaringan seluler, sementara layanan SMS tersedia pada operator telekomunikasi nasional.
  • When?
    Data mencatat 561,38 miliar SMS keluar pada 2014 dan 9,10 miliar pada 2024. Pada awal 2025, penggunaan WhatsApp tercatat dalam survei pengguna internet Indonesia.
  • Why?
    Akses internet, smartphone, dan aplikasi pesan instan membuat komunikasi personal beralih dari SMS. SMS tetap dipakai untuk kode OTP, informasi transaksi, notifikasi layanan, serta komunikasi saat internet tidak tersedia.
  • How?
    SMS dikirim melalui jaringan seluler dengan tarif dan paket berbeda antaroperator. Pada 2024, trafik SMS keluar meningkat 47,22 persen dari 6,18 miliar pesan pada 2023 menjadi 9,10 miliar pesan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dulu orang banyak kirim SMS pakai ponsel. Sekarang banyak orang pakai WhatsApp dan Telegram karena bisa kirim foto dan menelepon. SMS jadi jauh lebih sedikit, tapi masih dipakai untuk kode rahasia dan pesan penting. Pada 2024, masih ada 9,10 miliar SMS dikirim di Indonesia. SMS juga masih bisa kena biaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Meski perannya dalam percakapan pribadi menyusut, SMS tetap menunjukkan daya guna yang jelas untuk kode OTP, notifikasi layanan, informasi transaksi, dan komunikasi saat internet tidak tersedia. Kenaikan trafik pada 2024 serta pada periode Natal dan Tahun Baru juga menandakan layanan ini masih relevan ketika dibutuhkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

PURWOKERTO, IDN Times – Sebelum WhatsApp, Telegram, dan berbagai aplikasi pesan instan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, SMS merupakan cara paling praktis untuk berkirim pesan melalui telepon seluler.

Era BlackBerry Messenger (BBM) sempat mengubah kebiasaan tersebut. Setelah itu, WhatsApp, Telegram, LINE, hingga berbagai aplikasi berbasis internet semakin membuat SMS perlahan kehilangan posisi sebagai sarana utama komunikasi personal.

Meski begitu, SMS ternyata belum benar-benar mati. Miliaran pesan masih dikirim melalui jaringan seluler di Indonesia setiap tahunnya. Lantas, seberapa banyak SMS yang masih digunakan dan berapa biaya mengirim satu SMS saat ini?

1. . Trafik SMS anjlok dari ratusan miliar menjadi miliaran pesan

Data yang menunjukkan penurunan pola penggunaan sms yang terus menurun sejak 2014. (IDN Times/Cokie Sutrisno)

Data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menunjukkan perubahan besar dalam penggunaan SMS di Indonesia.

Pada 2014, jumlah SMS outgoing atau SMS yang dikirim mencapai sekitar 561,38 miliar pesan. Sepuluh tahun kemudian, pada 2024, angkanya turun menjadi sekitar 9,10 miliar pesan.

Artinya, volume SMS keluar dalam satu dekade mengalami penurunan yang sangat tajam.

Jika angka 9,10 miliar pesan tersebut dibagi rata selama satu tahun, ada sekitar 24,9 juta SMS yang dikirim setiap hari.

Namun, angka tersebut tidak berarti ada 24,9 juta orang yang mengirim SMS setiap hari. Data trafik mencatat jumlah pesan, bukan jumlah pengguna unik. Satu orang bisa mengirim beberapa SMS, sementara pengguna lain mungkin tidak mengirim SMS sama sekali.

Menariknya, trafik SMS outgoing pada 2024 justru meningkat dibandingkan 2023. Komdigi mencatat kenaikan sekitar 47,22 persen, dari 6,18 miliar menjadi 9,10 miliar pesan.

2. WhatsApp dan aplikasi pesan instan mengubah kebiasaan komunikasi

DataReportal menunjukkan WhatsApp dijadikan aplikasi pesan yang paling banyak digunakan.(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Perubahan perilaku masyarakat tidak bisa dilepaskan dari semakin luasnya akses internet dan penggunaan smartphone.

DataReportal mencatat Indonesia memiliki sekitar 230 juta pengguna internet pada akhir 2025, dengan penetrasi internet mencapai sekitar 80,5 persen dari populasi.

Dengan internet yang semakin mudah diakses, masyarakat memiliki banyak pilihan untuk berkomunikasi tanpa harus membayar setiap pesan menggunakan pulsa.

WhatsApp menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan. Data We Are Social yang dikutip Katadata mencatat WhatsApp digunakan oleh 91,7 persen pengguna internet Indonesia dalam survei yang dilakukan pada awal 2025. Telegram juga cukup populer dengan angka penggunaan 61,6 persen.

Pesan instan menawarkan sejumlah kelebihan yang tidak dimiliki SMS, mulai dari pengiriman foto dan video, pesan suara, panggilan suara dan video, hingga komunikasi dalam grup.

Kondisi tersebut membuat SMS semakin jarang digunakan untuk percakapan pribadi sehari-hari.

Meski demikian, SMS masih memiliki fungsi penting. Salah satunya untuk mengirim kode OTP, notifikasi layanan, informasi transaksi, hingga komunikasi ketika koneksi internet tidak tersedia.

Bahkan pada momen tertentu, trafik SMS masih dapat meningkat. Telkomsel, misalnya, melaporkan trafik SMS selama periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 meningkat 51,02 persen dibandingkan rata-rata hari biasa.

3. Berapa biaya SMS sekarang? mulai ratusan rupiah hingga paket khusus

Visualisasi data biaya sms yang dikenakan dari berbagai operator seluler di Indonesia, Minggu (4/10/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Meskipun sudah jarang digunakan untuk mengobrol, SMS tetap menjadi layanan yang tersedia pada operator seluler. Biayanya berbeda-beda tergantung operator dan paket yang digunakan.

Telkomsel mencantumkan tarif dasar sekitar Rp390 per SMS. Operator tersebut juga menyediakan paket SMS, misalnya 20 SMS ke semua operator seharga Rp2.000 dengan masa berlaku satu hari.

Sementara itu, IM3 mencantumkan tarif Rp250 per SMS ke semua operator pada layanan yang ditampilkan.

XL memiliki skema berbeda. Untuk kartu perdana yang diaktifkan mulai 9 Oktober 2025, SMS ke XL, AXIS, dan Smartfren tercantum gratis, sedangkan SMS ke operator lain dikenakan Rp50 per SMS.

Smartfren mencantumkan tarif SMS ke semua operator sebesar Rp151,50 untuk 160 karakter.

Adapun Tri menyediakan paket SMS, antara lain 250 SMS ke semua operator seharga Rp18.500 dengan masa berlaku 75 hari.

Penurunan penggunaan SMS juga terlihat dari sisi bisnis operator. Laporan Telkom mencatat pendapatan SMS turun dari sekitar Rp3,805 triliun pada 2024 menjadi Rp3,163 triliun pada 2025.

Angka tersebut menunjukkan bahwa SMS masih memiliki pasar, tetapi perannya telah berubah cukup jauh dibandingkan satu dekade lalu.

Dulu, SMS menjadi pilihan utama untuk mengirim pesan. Kini, SMS lebih banyak bertahan untuk kebutuhan tertentu, sementara percakapan sehari-hari berpindah ke aplikasi berbasis internet.

Jadi, kalau dulu bunyi notifikasi SMS bisa membuat seseorang buru-buru membuka ponsel, generasi sekarang mungkin justru lebih sering menunggu bunyi notifikasi WhatsApp. SMS belum mati. Hanya saja, zamannya sudah berubah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article