Sejumlah perempuan membawa koper saat berjalan di selasar peron Stasiun Tawang. (IDN Times/Dok Humas Daop 4 Semarang)
Kehadiran sastra di Stasiun Semarang Tawang menjadi bagian dari rangkaian Semarak HUT ke-81 KAI Daop 4 Semarang. Kegiatan ini menghadirkan perspektif lain dalam melihat perjalanan kereta api, melalui karya yang merekam pengalaman manusia, perjalanan, ruang, serta perubahan yang berlangsung dari waktu ke waktu.
Pemilihan Stasiun Tawang sebagai lokasi pembacaan puisi memiliki keterkaitan dengan perjalanan panjang stasiun tersebut. Dibangun pada 1914, Stasiun Semarang Tawang hingga kini tetap menjadi bagian dari aktivitas perjalanan kereta api sekaligus salah satu bangunan bersejarah di Kota Semarang.
Di ruang yang sama, setiap hari berlangsung berbagai aktivitas perjalanan. Pelanggan datang dan berangkat, kereta tiba dan meninggalkan peron, sementara berbagai pertemuan dan perpisahan menjadi bagian dari keseharian stasiun.
Konteks tersebut kemudian dipertemukan dengan karya sastra melalui puisi “Di Stasiun Tawang”.
Pembacaan puisi memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati Stasiun Tawang dari perspektif yang berbeda, tidak hanya sebagai tempat perjalanan, tetapi juga sebagai ruang yang memiliki nilai sejarah dan cerita manusia.