Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tembus Progres 65 Persen, Pembangunan Tanggul Pantai di Demak Terus Dikebut
Proyek pembangunan tanggul pantai di Kabupaten Demak yang terus dikejar untuk segera diselesaikan. (Dok Pemprov Jateng)
  • Pembangunan hybrid seawall di Desa Surodadi, Demak, bernilai Rp10 miliar dari APBD Jateng 2026, dikawal Pemprov untuk menahan rob dan abrasi serta mendukung pemulihan tambak.

  • Proyek yang dimulai 5 Juni 2026 ditargetkan selesai 26 November 2026; per 25 Oktober, progres Paket I 56,212 persen dan Paket II 65,822 persen.

  • Tanggul sepanjang 930 meter memadukan buis beton, groin, dan mangrove; warga merasakan perlindungan awal, sementara area timur sekitar 1,5 kilometer masih membutuhkan penanganan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
tahun 2025 lalu

Program Mageri Segoro menanam sekitar 2,34 juta batang mangrove di lahan seluas 257 hektare untuk menjaga wilayah pesisir Jawa Tengah.

5 Juni 2026

Pembangunan hybrid seawall di Desa Surodadi dimulai dengan masa kerja 175 hari.

25 Oktober 2026

Evaluasi menunjukkan progres Paket I mencapai 56,212 persen dan Paket II mencapai 65,822 persen.

Selasa (27/10/2026)

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau langsung pembangunan tanggul pantai di Desa Surodadi.

akhir Oktober 2026

Pengerjaan tanggul pantai menunjukkan progres positif. Infrastruktur ini ditujukan untuk mencegah banjir rob dan abrasi serta mendukung pemulihan tambak warga.

26 November 2026

Proyek hybrid seawall sepanjang target 930 meter dijadwalkan rampung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pembangunan hybrid seawall atau tanggul pantai di Desa Surodadi telah mencapai progres fisik Paket I 56,212 persen dan Paket II 65,822 persen untuk mencegah banjir rob serta abrasi.
  • Who?
    Pemprov Jawa Tengah mengerjakan proyek ini melalui Dinas PUPR Jateng; Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen meninjau lokasi, sementara warga Desa Surodadi menjadi penerima manfaat.
  • Where?
    Pembangunan berlangsung di Desa Surodadi, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
  • When?
    Proyek dimulai 5 Juni 2026 dan ditargetkan selesai 26 November 2026. Evaluasi progres dilakukan per 25 Oktober 2026, sementara peninjauan lapangan berlangsung 27 Oktober 2026.
  • Why?
    Tanggul dibangun untuk melindungi permukiman dan tambak warga dari rob, abrasi, serta sedimentasi yang selama bertahun-tahun menghambat aktivitas ekonomi dan budidaya perikanan.
  • How?
    Pekerjaan senilai Rp10 miliar dari APBD Jateng 2026 dibagi dalam dua paket, mencakup 720 meter bangunan utama dan 210 meter groin, dengan sekitar 8.500 buis beton serta dukungan pertumbuhan mangrove.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Desa Surodadi, Demak, pemerintah membuat tanggul pantai supaya air laut tidak masuk dan mengikis tanah. Pak Taj Yasin datang melihat pekerjaannya. Tanggul ini sudah dikerjakan lebih dari setengah dan mau selesai 26 November 2026. Warga mulai merasa lebih aman. Tanggul juga membantu mangrove tumbuh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Progres pembangunan hybrid seawall di Surodadi mencerminkan upaya perlindungan pesisir yang mulai memberi rasa aman bagi warga terdampak abrasi dan rob. Perpaduan struktur penahan gelombang dengan pertumbuhan mangrove juga menunjukkan pendekatan yang mempertimbangkan lingkungan, sembari membuka kembali harapan bagi aktivitas tambak dan ekonomi masyarakat setempat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Demak, IDN Times — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus mengawal dan mengejar penyelesaian pembangunan hybrid seawall (tanggul pantai) di Desa Surodadi, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Hingga akhir Oktober 2026, pengerjaan infrastruktur pencegah banjir rob dan abrasi ini telah menunjukkan progres yang sangat positif.

Proyek senilai Rp10 miliar yang bersumber dari APBD Jateng 2026 ini diharapkan tak hanya membentengi pesisir, tetapi juga membuka peluang warga untuk merevitalisasi lahan tambak dan membangkitkan perekonomian lokal.

Untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengecek langsung lokasi pembangunan di Desa Surodadi pada Selasa (27/10/2026).

Gus Yasin—sapaan akrabnya—menegaskan bahwa infrastruktur ini harus mampu memberikan dampak nyata bagi warga pesisir yang sudah bertahun-tahun terisolasi akibat rob dan sedimentasi.

"Pembangunan tanggul pantai perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Terutama, warga yang selama bertahun-tahun menghadapi dampak rob dan sedimentasi. Sebab, kondisi tersebut telah menghambat aktivitas ekonomi, termasuk kegiatan budidaya perikanan di kawasan tambak," ujar Taj Yasin.

Gus Yasin juga mengapresiasi sambutan hangat warga sekitar. Apalagi, hybrid seawall ini dirancang ramah lingkungan—tidak cuma mengandalkan beton, tetapi juga memicu pertumbuhan tanaman mangrove sebagai pemecah gelombang alami.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jateng, Henggar Budi Anggoro, membeberkan bahwa proyek hybrid seawall di Desa Surodadi ini memiliki target penanganan total sepanjang 930 meter.

Struktur penanganan tersebut terdiri dari:

Bangunan utama: 720 meter

Struktur groin (pemecah gelombang): 210 meter

Total material: Menggunakan sekitar 8.500 buah buis beton

Demi mempercepat durasi, pengerjaan dibagi menjadi dua paket, di mana masing-masing paket mengerjakan 362 meter bangunan utama dan 105 meter groin.

Berdasarkan laporan evaluasi per 25 Oktober 2026, perkembangan fisik di lapangan menunjukkan angka yang signifikan. Proyek yang dimulai sejak 5 Juni 2026 ini ditargetkan rampung pada 26 November 2026 mendatang (masa kerja 175 hari).

Progres Paket I: Mencapai 56,212 persen

Progres Paket II: Mencapai 65,822 persen

Henggar menuturkan bahwa tanggul pantai ini juga melengkapi komitmen Pemprov Jateng dalam menjaga wilayah pesisir melalui program Mageri Segoro, yang sepanjang tahun 2025 lalu telah menanam sekitar 2,34 juta batang mangrove di lahan seluas 257 hektare.

Manfaat tanggul pantai ini sudah mulai dirasakan secara langsung oleh warga setempat. Kepala Desa Surodadi, Supriyanto, menyampaikan apresiasinya atas langkah cepat pemerintah daerah.

“Dengan adanya kegiatan hybrid seawall ini, insyaallah masyarakat bisa lebih aman dari abrasi. Program ini sangat membantu meringankan penderitaan masyarakat kami, yang selama bertahun-tahun terdampak abrasi,” ungkap Supriyanto.

Ia menjelaskan, jika air laut dahulu kerap menggenangi pemukiman dan lahan produktif, kini keberadaan penahan gelombang memberikan rasa aman baru bagi masyarakat. Namun, Supriyanto berharap proyek perlindungan pesisir ini bisa terus berlanjut ke area timur yang masih membutuhkan penanganan.

"Pembangunan tahap pertama baru menjangkau sekitar 900 meter, sementara wilayah ke arah timur masih membutuhkan penanganan sekitar 1,5 kilometer," jelasnya. Menurutnya, jika perlindungan pantai dapat tersambung sepenuhnya, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh Desa Surodadi saja, melainkan juga desa-desa di sekitarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article