Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

AHY Cek Penggunaan HexBricks di Timbulsloko Demak: Buka Lapangan Kerja

Kota Semarang
2 min read
AHY Cek Penggunaan HexBricks di Timbulsloko Demak: Buka Lapangan Kerja
Menko Infra Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Kepala Badan Otorita Pantura Jawa berjalan kaki di Desa Timbulsloko Demak. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
  • AHY meninjau uji coba HexBricks yang dipadukan dengan pemulihan mangrove di Timbulsloko, Demak, sebagai pendukung perlindungan pesisir dan proyek tanggul laut.

  • Mangrove berfungsi meredam energi gelombang untuk mengurangi abrasi, sementara HexBricks diharapkan mempercepat pemulihan kawasan mangrove serta membuka kerja dan penghasilan warga pesisir.

  • Pemerintah menyiapkan perlindungan Pantura secara hybrid, memadukan tanggul fisik dan solusi berbasis alam guna menghadapi kenaikan laut serta penurunan tanah di Jawa Tengah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau penerapan perlindungan pesisir yang memadukan pemulihan mangrove di Timbulsloko Kabupaten Demak. 

Kemenko Infra mulai menguji coba penggunaan teknologi HexBricks atau teknologi rekayasa berbasis alam. Penggunaan mangrove yang dipadukan dengan HexBricks jadi sarana pendukung proyek tanggul laut atau Giant Sea Wall.

AHY bilang, tanaman mangrove berfungsi meredam energi gelombang laut sehingga dapat membantu mengurangi abrasi. 

Sementara itu, penggunaan HexBricks diharapkan mendukung proses pemulihan kawasan mangrove.

“Mangrove tujuannya adalah untuk mengurangi energi dari gelombang air laut,” kata AHY dalam keterangan yang diterima IDN Times, Senin (19/10/2026).

Ia menambahkan, teknologi HexBricks juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi karena peralatannya diproduksi oleh masyarakat setempat.

“Ini juga berarti membuka lapangan kerja dan menghadirkan penghasilan untuk masyarakat yang ada di pesisir,” ujarnya.

Dengan demikian, perlindungan pesisir diharapkan tidak berhenti pada pemulihan lingkungan, tetapi turut membuka peluang pendapatan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan terdampak.

Di sisi lain, pemerintah menyiapkan pendekatan yang lebih luas untuk menghadapi ancaman di sepanjang Pantai Utara Jawa (Pantura). Perlindungan kawasan pesisir dirancang melalui pendekatan hybrid, yakni menggabungkan infrastruktur fisik dengan solusi berbasis alam atau Nature-Based Solutions (NbS).

Infrastruktur fisik seperti tanggul pantai dan tanggul laut dipadukan dengan pemulihan ekosistem mangrove. Pendekatan ini diarahkan untuk menghadapi kenaikan permukaan air laut dan penurunan muka tanah yang mengancam permukiman maupun kegiatan ekonomi masyarakat.

Jawa Tengah memiliki garis pantai utara sepanjang 651 kilometer yang mencakup 17 kabupaten/kota. Panjang kawasan tersebut membuat penanganan abrasi dan rob membutuhkan pendekatan terpadu, dengan mempertimbangkan kondisi serta karakteristik setiap daerah.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More