Semarang, IDN Times - Dalam dunia kerja, tidak sedikit karyawan berprestasi yang merasa kecewa ketika melihat rekan kerja yang dikenal hobi "penjilat" atau carmuk (cari muka) justru lebih disayang bos dan cepat naik jabatan. Padahal, secara kualitas hasil kerja dan dedikasi, karyawan berprestasilah yang menyumbang kontribusi paling besar bagi perusahaan.
Dinamika ini kerap memicu rasa ketidakadilan dan membuat iklim kerja menjadi kurang sehat. Namun, secara psikologi organisasi dan kepemimpinan, ada beberapa alasan mendasar mengapa seorang atasan atau bos sering kali terjebak dan lebih memilih karyawan tipe penjilat:
