Semarang, IDN Times - Kisah film trilogi The Hunger Games nyatanya mampu menginspirasi seseorang untuk berprestasi.
The Hunger Games Bikin Pemanah Semarang Nurisa Dian Melenting di Asian Games Jepang

Nurisa Dian Ashrifah atau Hani meraih emas panahan perorangan putri Asian Games Jepang 2026 setelah mengalahkan Amaya Amparo Cojuangco dari Filipina.
Hani mulai menekuni panahan sejak SD, terinspirasi The Hunger Games, serta mendapat dukungan pelatih dan keluarga dalam perjalanan menuju Asian Games.
Pelatih menilai Hani berbakat dan bermental kuat; setelah prestasi internasional 2025, ia menargetkan tampil di Olimpiade Los Angeles 2028.
Salah satunya dirasakan Nurisa Dian Ashrifah yang merasa semangatnya terlecut tatkala menonton film The Hunger Games karya novelis Amerika tersebut.
Bisa dikatakan film The Hunger Games telah menginspirasi Nurisa untuk menggapai mimpinya di ajang Asian Games Jepang 2026.
Nurisa atau akrab disapa Hani merupakan atlet panahan kontingen Indonesia yang menyabet medali emas untuk nomor panahan perorangan putri.
Secara dramatis ia mengalahkan atlet panahan asal Filipina, Amaya Amparo Cojuangco.
"Alhamdulillah, senang banget karena di luar ekspektasi bisa mendapatkan emas di Asian Games ini," kata Hani setibanya di Stasiun Tawang Semarang, Jumat (9/10/2026).
Table of Content
Asah kemampuan memanah sejak SD

Nurisa Dian alias Hani bertemu orang tua tercintanya. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng) Ia semula mencoba menekuni latihan panahan ketika masih sekolah dasar (SD). Saat itu ia mencoba mengikuti kegiatan ekstrakurikuler panahan yang tersedia di sekolahnya.
Kemudian ketertarikannya pada panahan semakin bertambah ketika dirinya menonton film The Hunger Games.
Secara khusus ia pun gembira atas dukungan penuh dari pelatih dan orang tua sehingga dirinya bisa berpartisipasi dalam gelaran Asian Games Jepang.
"Saya bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang selalu mendoakan dan memberikan dukungan," katanya setelah menerima bunga dari anggota keluarga.
Bidik tampil di Olimpiade Los Angeles 2028

Permadi bersama Nurisa Dian disambut Koni di Tawang Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto) Hani yang tercatat sebagai mahasiswi S1 Manajemen Udinus Semarang ini rutin latihan hampir saban hari. Jeda latihannya hanya hari Minggu.
Atas kesuksesannya di Asian Games Jepang, ia mempersembahkan medali emas bagi orang tua, keluarga, dan teman-temannya.
Setelah meraih emas Asian Games, ia mematok target tampil Olimpiade Los Angeles (LA) 2028. Ia berharap dapat meningkatkan kemampuan, dan kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah olahraga internasional. "Targetnya semoga bisa main di Olimpiade LA 2028,” urainya.
Nurisa Dian punya mental bertanding yang kuat

Nurisa Dian Ashrifah meraih emas untuk nomor tunggal panahan pada ajang Asian Games 2026. (IDN Times/Dok Udinus) Pelatih panahan Nurisa, Permadi Sandra Wibowo, mengatakan Hani memiliki bakat sekaligus mental bertanding yang kuat. "Mampu menghadapi lawan-lawan dengan peringkat lebih tinggi, tanpa kehilangan kepercayaan diri," tuturnya.
Potensi anak didiknya itu telah terlihat melalui sejumlah kompetisi internasional pada 2025. Hani sempat menempati peringkat keempat dunia pada babak kualifikasi di Madrid Spanyol.
Menurut Permadi, hasil tersebut menjadi salah satu dasar keyakinan tim pelatih, jika Hani mampu meraih medali di Asian Games. Meski tidak dibebani target emas secara terbuka, tim pelatih menargetkan Nurisa dapat menempati podium.
"Kami yakin bisa mendapatkan medali di Asian Games. Target kami saat itu adalah podium, dan alhamdulillah Nurisa berhasil menempati podium tertinggi," katanya.






















