Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
TNI AD dan ADF Latihan Menembak hingga Teknik Drone Tempur di Semarang
Sejumlah prajurit TNI AD dan Australia saat selesai latihan bersama di lapangan tembak Tembalang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Ratusan prajurit TNI AD dan Australian Defence Force menggelar Latma Wirra Jaya Ausindo di Semarang pada 18 September-8 Oktober 2026 untuk mengasah kemampuan tempur.

  • Latihan diikuti 125 personel TNI AD dan 77 pasukan ADF, mencakup menembak, pertolongan medis, beladiri, mitigasi, serta pengoperasian drone tempur.

  • Program rutin sejak 2013 ini melibatkan sejumlah kodam dan Kostrad, sekaligus menjadi ruang pertukaran pengalaman serta penyesuaian doktrin tempur Indonesia-Australia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sejak 2013

Latma Wirra Jaya antara TNI dan Australia diselenggarakan setiap tahun.

18 September-8 Oktober 2026

Ratusan prajurit TNI AD dan ADF menggelar Latma Wirra Jaya Ausindo di Semarang. Latihan mencakup menembak, kesehatan, beladiri, mitigasi, dan pengoperasian drone tempur.

Jumat (9/10/2026)

Latma Wirra Jaya Ausindo ditutup di Markas Banteng Raiders Srondol, Semarang. Latihan melibatkan 125 personel TNI AD dan 77 pasukan ADF.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Latihan bersama Wirra Jaya Ausindo 2026 mengasah kemampuan menembak, pertolongan kesehatan, beladiri, mitigasi, serta pengoperasian drone tempur.
  • Who?
    125 prajurit TNI AD dan 77 personel Australian Defence Force (ADF) mengikuti latihan, dengan keterlibatan Kodam IV/Diponegoro, Kodam Jaya, Kodam III/Siliwangi, Kodam V/Brawijaya, dan Kostrad.
  • Where?
    Latihan berlangsung di Lapangan Tembak Tembalang, beberapa lokasi lain di Semarang, serta ditutup di Markas Banteng Raiders Srondol, Semarang.
  • When?
    Latihan digelar 18 September hingga 8 Oktober 2026 selama hampir tiga minggu. Penutupan berlangsung pada Jumat, 9 Oktober 2026.
  • Why?
    Kegiatan dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan tempur individu dan personel, bertukar pengalaman serta ilmu, dan mempererat hubungan bilateral Indonesia-Australia.
  • How?
    Peserta menjalani uji menembak, pengobatan personel, beladiri, mitigasi, diskusi, latihan pengisian senjata dan perpindahan cepat, serta pengoperasian drone dalam mode tempur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Banyak tentara Indonesia dan Australia latihan bersama di Semarang selama hampir tiga minggu. Ada 125 tentara TNI AD dan 77 tentara Australia. Mereka belajar menembak, menolong teman yang luka, bela diri, dan memakai drone. Mereka juga belajar isi senjata dan bergerak cepat. Latihan ini sudah selesai pada 9 Oktober 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Latma Wirra Jaya Ausindo memperlihatkan ruang kerja sama yang kian matang antara TNI AD dan ADF: prajurit tidak hanya menguji keterampilan menembak, pertolongan, beladiri, dan pengoperasian drone, tetapi juga bertukar pengalaman serta menyesuaikan doktrin. Keterlibatan berbagai satuan dan kesinambungan program sejak 2013 memberi dasar bagi penguatan kemampuan individu sekaligus hubungan bilateral.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Ratusan prajurit TNI AD dan Australian Defence Force (ADF) menggelar latihan bersama (Latma) selama hampir tiga minggu lamanya di Semarang mulai 18 September-8 Oktober 2026 untuk mengasah sejumlah kemampuan tempur.

Seorang peserta Latma Wirra Jaya dari TNI AD, Letda Inf Rangga Dwin mengungkapkan dengan pola latihan bersama tentara Australia paling tidak bisa mempererat hubungan birateral antar negara. 

"Untuk tingkat kesulitan tidak ada yang berbeda hanya beberapa penyesuaian doktrin tempur Australia dan Indonesia," terangnya.

Tak cuma itu saja, pelaksanaan Latma Wirra Jaya Ausindo juga dimanfaatkan mengulik kemampuan tiap individu prajurit. Termasuk membekali materi menembak, kesehatan, dan materi kelompok seperti materi mitigasi.

Teknik baru yang ia pelajari saat latihan bareng dengan tentara Australia ialah cara mengisi senjata dengan cepat dan juga pengoperasian drone untuk kebutuhan pertempuran darat.

"Kami yang pelajari di sini sebenarnya dasar latihan menembak, kami diajari mengisi senjata dengan cepat maupun berpindah dengan cepat serta dari materi drone dengan menambah kemampuan pengoperasian gerakan pesawat dengan mode tempur," urainya.

Ratusan prajurit TNI AD dan Australia aktif latihan bersama

Latihan bertajuk Wirra Jaya Ausindo 2026 itu digelar di Lapangan Tembak Tembalang dan beberapa titik lainnya untuk meningkatkan kemampuan bertempur antar personel.

"Tercatat jumlah personel dari kita 125 anggota TNI AD dan 77 pasukan dari ADF," ujar Asops Kasdam IV/Diponegoro Kolonel Mahmud, di sela penutupan Latma Wirra Jaya Ausindo di Markas Banteng Raiders Srondol Semarang, Jumat (9/10/2026).

Ia menjelaskan pelaksanaan latihan bersama ADF juga melibatkan sejumlah unit kodam lainnya dari Kodam Jaya, Kodam III/Siliwangi, Kodam V/Brawijaya dan satuan Kostrad.

Ia mengatakan ini jadi gelaran pertama latihan bersama yang diadakan di Semarang karena Kodam IV Diponegoro langsung ditunjuk oleh Mabes TNI AD untuk menyediakan tempat latihan yang representatif dengan areal lokasi yang luas.

"Dalam latma ini dilaksanakan uji kemampuan menembak, kemampuan pengobatan personel, lalu ada juga teknik beladiri antar individu kemudian ada pengoperasian drone tempur. Kami juga melakukan diskusi untuk bertukar pengalaman dan ilmu," ungkapnya.

Adapun gelaran Latma Wirra Jaya tahun 2026 antara TNI dan Australia telah diselenggarakan setiap tahun sejak 2013. Awalnya latihan melihatkan para prajurit tingkat kompi selama 10 hari namun dalam perkembangannya menjadi program rutin selama tiga minggu dengan materi dan pendekatan pelatihan yang semakin beragam.

Atase Darat Australia, Kolonel David Gandy, mengapresiasi pelaksanaan Latma Wirra Jaya Ausindo tahun ini karena materi pelatihan ternyata mencakup banyak hal.

"Kami dalam pelatihan ada teknik pertolongan bagi korban yange cidera kemudian tadi juga ada latihan beladiri. Tentunya kami menyambut baik ada kegiatan latihan dengan tentara angkatan darat Indonesia di Semarang," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article