Semarang, IDN Times - Ratusan prajurit TNI AD dan Australian Defence Force (ADF) menggelar latihan bersama (Latma) selama hampir tiga minggu lamanya di Semarang mulai 18 September-8 Oktober 2026 untuk mengasah sejumlah kemampuan tempur.
Seorang peserta Latma Wirra Jaya dari TNI AD, Letda Inf Rangga Dwin mengungkapkan dengan pola latihan bersama tentara Australia paling tidak bisa mempererat hubungan birateral antar negara.
"Untuk tingkat kesulitan tidak ada yang berbeda hanya beberapa penyesuaian doktrin tempur Australia dan Indonesia," terangnya.
Tak cuma itu saja, pelaksanaan Latma Wirra Jaya Ausindo juga dimanfaatkan mengulik kemampuan tiap individu prajurit. Termasuk membekali materi menembak, kesehatan, dan materi kelompok seperti materi mitigasi.
Teknik baru yang ia pelajari saat latihan bareng dengan tentara Australia ialah cara mengisi senjata dengan cepat dan juga pengoperasian drone untuk kebutuhan pertempuran darat.
"Kami yang pelajari di sini sebenarnya dasar latihan menembak, kami diajari mengisi senjata dengan cepat maupun berpindah dengan cepat serta dari materi drone dengan menambah kemampuan pengoperasian gerakan pesawat dengan mode tempur," urainya.
