Unsoed Hadirkan 100 Perusahaan di Job Fair 2026, Buka Peluang Kerja
Unsoed menggelar Job Fair 2026 pada 4–5 November di Banyumas, melibatkan sekitar 100 perusahaan: 30 hadir langsung dan 70 membuka lowongan daring.
Bursa kerja ini mempertemukan mahasiswa, alumni, dan pencari kerja dengan industri, sekaligus menyediakan talkshow Kemenaker, career coaching, bimbingan alumni, dan sesi praktisi.
Unsoed turut mengadakan Expo Kewirausahaan Mahasiswa; frekuensi job fair meningkat dari sekali pada 2023–2024 menjadi tiga kali sepanjang 2026.
Banyumas, IDN Times – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menghadirkan sekitar 100 perusahaan dalam Job Fair 2026 yang digelar di Auditorium Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman, Rabu–Kamis (4–5 November 2026). Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa, alumni, dan pencari kerja dengan dunia industri sekaligus membuka akses terhadap peluang kerja dan pengembangan karier.
Job Fair 2026 mengusung tema Connecting Talent, Building Future. Dari total perusahaan yang terlibat, sebanyak 30 perusahaan dan mitra industri hadir secara langsung, sedangkan sekitar 70 perusahaan lainnya membuka kesempatan kerja melalui skema daring.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ali Rokhman, Dalam sambutannya, ia mengatakan bursa kerja tidak hanya menjadi tempat mencari pekerjaan, tetapi juga sarana mempertemukan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.
Menurut Ali, perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), dan otomatisasi membuat pencari kerja harus memiliki kemampuan yang terus berkembang.
"Kompetensi membuat seseorang mampu bekerja, tetapi karakter membuat seseorang layak dipercaya. Dan dalam dunia profesional, kepercayaan adalah salah satu modal paling berharga,"ujarnya.
Ia menilai kemampuan akademik perlu didukung keterampilan lain, seperti berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, kerja sama tim, serta kemampuan beradaptasi. Integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab juga menjadi faktor penting dalam membangun profesionalitas.
1. Penyelenggaraan job fair Unsoed terus meningkat
Kepala UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Unsoed, Dr. Ratna Sita Dewi sebut job fair terus alami peningkatan jumlah perusahaan sejak tahun 2023, Rabu (5/11/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno) Kepala UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Unsoed, Dr. Ratna Sita Dewi, menjelaskan penyelenggaraan Job Fair terus mengalami peningkatan sejak unit tersebut berdiri pada November 2023.
Pada 2023 dan 2024, Unsoed menggelar Job Fair masing-masing satu kali. Frekuensinya meningkat menjadi dua kali pada 2025 dan tiga kali sepanjang 2026.
Menurut Ratna, penyelenggaraan tahun ini dikembangkan agar tidak hanya berorientasi pada rekrutmen tenaga kerja, tetapi juga memberikan bekal kepada mahasiswa dan alumni sebelum memasuki dunia profesional.
"Kami menghadirkan konsep yang lebih luas dan terintegrasi. Tidak hanya menjadi tempat bertemunya perusahaan dengan pencari kerja, tetapi juga menyediakan ruang pengembangan kompetensi, pengenalan dunia industri, serta penguatan jiwa kewirausahaan mahasiswa," jelasnya.
Selain membuka akses lowongan pekerjaan, Job Fair 2026 menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung. Di antaranya talkshow Siap Kerja bersama Kementerian Ketenagakerjaan RI, career coaching, bimbingan karier alumni, dan sesi inspirasi bersama praktisi dunia kerja.
2. Ada career coaching hingga talkshow bersama Kemenaker

Sejumlah agenda yang disiapkan meliputi talkshow bertajuk Siap Kerja bersama Kementerian Ketenagakerjaan RI dalam job fair, Rabu (5/11/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno) Job Fair Unsoed 2026 juga dilengkapi berbagai program untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa dan alumni memasuki dunia kerja.
Sejumlah agenda yang disiapkan meliputi talkshow bertajuk Siap Kerja bersama Kementerian Ketenagakerjaan RI, career coaching, bimbingan karier alumni, serta sesi inspirasi bersama praktisi dunia kerja.
Program tersebut menjadi sarana bagi pencari kerja untuk memahami kebutuhan industri, meningkatkan keterampilan, dan mempersiapkan diri menghadapi proses rekrutmen.
Kepala UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Unsoed, Dr. Ratna Stia Dewi, mengatakan konsep Job Fair tahun ini dikembangkan lebih luas dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
"Kami menghadirkan konsep yang lebih luas dan terintegrasi. Tidak hanya menjadi tempat bertemunya perusahaan dengan pencari kerja, tetapi juga menyediakan ruang pengembangan kompetensi, pengenalan dunia industri, serta penguatan jiwa kewirausahaan mahasiswa," jelasnya.
3. Ada expo kewirausahaan mahasiswa, penyelenggaraan makin rutin
Hadirnya kewirausahaan bagi mahasiswa dalam job fair makin membuka wawasan tidak hanya mencari kerja, namun wawasan membuka peluang usaha, Rabu (5/11/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno) Selain membuka akses pekerjaan, Unsoed turut menghadirkan Expo Kewirausahaan Mahasiswa. Kegiatan ini menampilkan produk dan unit usaha mahasiswa penerima pendanaan program kewirausahaan.
Kehadiran expo tersebut memperlihatkan bahwa peluang karier tidak hanya terbatas pada bekerja di perusahaan. Mahasiswa juga didorong mengembangkan usaha dan menciptakan peluang ekonomi secara mandiri.
Penyelenggaraan Job Fair Unsoed sendiri terus mengalami peningkatan sejak UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan berdiri pada November 2023.
Pada 2023 dan 2024, kegiatan ini digelar masing-masing satu kali. Frekuensinya meningkat menjadi dua kali pada 2025 dan tiga kali sepanjang 2026.
Pemerintah Kabupaten Banyumas turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Dalam sambutan Bupati Banyumas yang dibacakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Banyumas, Wahyu Dewanto, Job Fair diharapkan dapat memperluas akses kesempatan kerja dan meningkatkan penempatan tenaga kerja di Banyumas.
Unsoed juga diharapkan memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan industri melalui program magang, pengembangan kurikulum, penelitian terapan, pelatihan kompetensi, hingga sertifikasi sesuai kebutuhan pasar kerja.






















