Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wonder Port di Wonokerto, Wisata Pelabuhan dengan 6 Titik Edukasi
Sejumlah pegawai Pelabuhan Ikan Wonokerto Pekalongan merancang konsep tempat wisata edukatif berwawasan pesisir. (IDN Times/Dok Pelabuhan Perikanan Wonokerto Pekalongan)
  • PPP Wonokerto, Pekalongan, menginisiasi Wonder Port sebagai wisata pesisir edukatif untuk menarik wisatawan tanpa mengganggu fungsi utama pelabuhan perikanan.
  • Program ini menghadirkan enam titik pembelajaran, mencakup dermaga, TPI, UMKM, kebun bibit mangrove, eco-gear, dan kawasan mangrove.
  • Tahap awal berfokus pada standar layanan, tim pelaksana, rute kunjungan, serta sasaran siswa sekitar Wonokerto; keberhasilan diukur dari layanan, kolaborasi, pemahaman, dan manfaat masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pada tahap awal

Wonder Port diarahkan memperkuat kelembagaan dan standar layanan, termasuk pembentukan tim, penyusunan juknis, penetapan rute, penyediaan perangkat, dan kunjungan awal bagi anak sekolah.

Dalam jangka panjang

Wonder Port diharapkan menjadi model pengembangan pelabuhan perikanan yang mengintegrasikan tata kelola, edukasi publik, konservasi pesisir, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    PPP Wonokerto menginisiasi layanan wisata pesisir bernama Wonder Port dengan enam titik edukasi tentang aktivitas perikanan, ekonomi masyarakat, mangrove, dan alat tangkap ramah lingkungan.
  • Who?
    Pelabuhan Perikanan Pantai Wonokerto mengembangkan program ini. Kasubag Tata Usaha PPP Wonokerto Karunia Akbar menyampaikan konsep dan tahapan pengembangannya.
  • Where?
    Program Wonder Port berada di Pelabuhan Perikanan Pantai Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, termasuk dermaga, TPI Wonokerto, area UMKM, kebun bibit mangrove, eco-gear, dan kawasan mangrove.
  • When?
    Program berada pada tahap awal penguatan kelembagaan dan standar layanan. Waktu pelaksanaan kunjungan secara rinci hingga saat ini belum ada kepastian.
  • Why?
    Wonder Port ditujukan meningkatkan daya tarik wisatawan, memperkuat literasi lingkungan, menyediakan pembelajaran publik, serta mendukung konservasi pesisir dan pemberdayaan ekonomi lokal tanpa mengganggu fungsi pelabuhan.
  • How?
    Pengembangan dilakukan melalui alur kunjungan, materi edukasi, pembagian tugas petugas, standar operasional, pembentukan tim, penyusunan juknis, peta rute, toolkit, identitas program, dan kunjungan awal bagi anak sekolah sekitar Wonokerto.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pelabuhan Ikan Wonokerto di Pekalongan mau membuat wisata bernama Wonder Port. Anak sekolah bisa belajar di enam tempat, seperti dermaga, tempat jual ikan, kebun bibit mangrove, dan hutan mangrove. Mereka juga belajar ikan bersih dan alat tangkap yang baik. Sekarang pengelola sedang menyiapkan tim, rute, dan aturan agar pelabuhan tetap aman dan rapi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Wonder Port memperlihatkan upaya terukur untuk membuka pelabuhan sebagai ruang belajar tanpa mengabaikan layanan perikanan yang menjadi fungsi utamanya. Enam titik edukasi menghubungkan kegiatan ekonomi, higienitas hasil laut, usaha warga, mangrove, dan alat tangkap ramah lingkungan dalam pengalaman yang tertata, dengan standar layanan serta kolaborasi sebagai landasannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, menginisiasi layanan wisata pesisir yang bernama Wonder Port untuk meningkatkan daya tarik bagi wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. 

Keberadaan wisata pesisir nantinya dioptimalkan melalui tempat edukasi perikanan yang terarah, kolaboratif, dan berwawasan lingkungan. 

Inisiatif ini berangkat dari gagasan bahwa pelabuhan perikanan tidak hanya berperan sebagai simpul pelayanan operasional dan aktivitas ekonomi perikanan, tetapi berpotensi menjadi ruang pembelajaran publik, penguatan literasi lingkungan.

Kasubag Tata Usaha Pelabuhan Perikanan Pantai Wonokerto, Karunia Akbar mengatakan layanan wonder port menempatkan tata kelola sebagai fondasi pengembangan. 

"Wisata edukasi jadi instrumen pelayanan, bukan sebagai tujuan yang berdiri sendiri," katanya kepada IDN Times belum lama ini. 

Wonder Port di Pelabuhan Ikan Wonokerto, katanya dikonsep memiliki alur kunjungan , materi edukasi, pembagian peran petugas, serta standar operasional yang jelas. 

Ia berharap kegiatan kunjungan dapat berlangsung aman, tertib, terukur, dan tidak mengganggu fungsi utama pelabuhan.

Rancangan learning journey dikembangkan melalui beberapa titik pembelajaran yang merepresentasikan ekosistem aktivitas pelabuhan, yaitu dermaga education point, TPI Wonokerto education point, umkm education point, kebun bibit mangrove education point, eco-gear education point, dan kawasan mangrove education point.

Titik-titik tersebut dirancang memperkenalkan tata niaga dan higienitas hasil perikanan, potensi usaha masyarakat, fungsi ekologis mangrove dalam mendukung ketahanan pesisir, serta pentingnya penggunaan alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan. 

"Substansi edukasi menghubungkan aspek ekonomi, sosial, dan ekologi dalam satu pengalaman belajar," tegasnya. 

Pada tahap awal, wonder port diarahkan pada penguatan prasyarat kelembagaan dan standar layanan, meliputi pembentukan tim pelaksana, penyusunan juknis wisata edukasi, penetapan peta dan rute kunjungan, penyediaan perangkat atau toolkit pelaksanaan, pengembangan identitas program, serta implementasi awal kunjunganvdengan target utama anak sekolah di sekitar Wonokerto. 

Dalam jangka panjang, wonder port diharapkan menjadi model pengembangan kawasan pelabuhan perikanan yang mengintegrasikan peningkatan kualitas tata kelola, edukasi publik, konservasi pesisir, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Keberhasilan program tidak semata diukur dari jumlah kunjungan, melainkan juga dari konsistensi standar pelayanan, efektivitas kolaborasi, peningkatan pemahaman pengunjung, serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. 

Melalui prinsip keberlanjutan dan perbaikan berkelanjutan, wonder port diarahkan untuk menghadirkan pelabuhan yang produktif sekaligus edukatif, tanpa mengesampingkan fungsi utamanya sebagai infrastruktur pelayanan perikanan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article