Direktur RS Panti Wilasa Citarum drg Kriswidiati membuka acara perayaan hari tersenyum sedunia. (IDN Times/Dok Humas RS Panti Wilasa Citarum)
Kris berkata rumah sakitnya selama bertahun-tahun cenderung fokus anak-anak bibir sumbing berkat partisipasi dari Smile Train Indonesia selalu lembaga mitra yang setia menopang pembiayaan operasi.
Pihaknya juga terus semangat menjangkau anak-anak bibir sumbing di seluruh pelosok Jawa Tengah yang butuh uluran tangan.
"Kami dari Panti Wilasa Citarum bersama Smile Train sampai sekarang semangat melayani pasien bibir sumbing. Ini kita lakukan semata supaya anak-anak bibir sumbing mendapatkan pelayanan medis dengan baik," paparnya.
Peran aktif para bidan pun diakuinya menjadi ujung tombak untuk membujuk orang tua agar tidak malu dan tergerak hatinya membawa anak-anak bibir sumbing ke meja operasi.
Tercatat saban tahun rumah sakitnya mampu melayani operasi bagi 200-250 anak bibir sumbing dari berbagai daerah. Tahun ini saja RS Panti Wilasa Citarum telah melayani operasi bibir sumbing bagi 87 anak.
"Kami akan terus ke datang ke tempat-tempat pelosok agar masyarakat mengetahui layanan medis untuk bibir sumbing. Kami selalu sampaikan bahwa anak bibir sumbing mendapat penanganan komprehensif dari dokter bedah plastik," ujar Kris.