Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Zulhas Minta Gubernur dan Bupati Awasi Penyaluran Subsidi di Kopdes

Kab. Sukoharjo
3 min read
Zulhas Minta Gubernur dan Bupati Awasi Penyaluran Subsidi di Kopdes
Menko PMK meninjau Koperasi Desa Merah Putih di Desa Menuran, Baki, Sukoharjo. (IDN Times/Larasati Rey)
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan meminta gubernur dan bupati mengawasi Kopdes Merah Putih agar pupuk subsidi, LPG 3 kg, bantuan pangan, dan bansos tepat sampai kepada warga berhak.
  • Kopdes disiapkan sebagai jalur layanan pemerintah, transaksi keuangan, pembiayaan, pemasaran UMKM, serta penyerapan hasil panen petani sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.
  • Pemerintah mencatat sekitar 27 ribu Kopdes telah selesai dibangun dan menargetkan 35 ribu unit pada akhir 2026, guna membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa dan anak muda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sukoharjo, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta gubernur dan bupati turun tangan mengawasi penyaluran barang bersubsidi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes). Pemerintah ingin memastikan distribusi bantuan dan barang subsidi benar-benar menjangkau masyarakat yang berhak.

Permintaan tersebut disampaikan Zulhas saat meninjau Kopdes Merah Putih di Desa Menuran, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (13/10/2026). Ia mengatakan telah mengeluarkan surat edaran agar pemerintah daerah memeriksa keberadaan koperasi sekaligus mengecek ketersediaan barang bersubsidi.

“Saya sudah buat surat edaran agar seluruh gubernur dan bupati mengecek keberadaan Kopdes ini dan apakah barang-barang subsidi sudah sampai belum di sini,” kata Zulhas.

  1. 1. Kopdes Jadi Jalur Penyaluran Bantuan Pemerintah.

    Menko PMK.jpeg
    Koperasi Merah Putih Desa Menuran, Baki, Sukoharjo. (IDN Times/Larasati Rey)

    Zulhas menjelaskan, Kopdes Merah Putih dirancang menjadi bagian dari infrastruktur pemerintah untuk mendekatkan layanan dan penyaluran bantuan kepada masyarakat desa.

    Sejumlah kebutuhan yang direncanakan tersalurkan melalui koperasi tersebut meliputi pupuk bersubsidi, LPG 3 kilogram, bantuan pangan, serta bantuan sosial dan dukungan pendidikan.

    Menurut dia, keberadaan koperasi di setiap desa diharapkan membantu memperbaiki ketepatan sasaran penyaluran bantuan. Karena itu, pembangunan gedung saja tidak cukup jika tidak diikuti kesiapan operasional dan ketersediaan barang yang dibutuhkan warga.

    “Koperasi ini harus dirasakan oleh masyarakat desa, itu kebutuhan mereka tepat sasaran,” ujarnya.

    Selain menjadi pusat layanan pemerintah, Kopdes Merah Putih diarahkan untuk memperluas akses keuangan dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.

    Zulkifli menyebut, koperasi nantinya dapat menyediakan layanan transaksi perbankan, pembayaran listrik, transfer uang, hingga akses pembiayaan. Koperasi juga akan menyediakan ruang pamer bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat dikenal masyarakat di daerah lain.

    Ia menyampaikan bahwa skema pembiayaan yang disebutnya, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Mekaar, memiliki bunga 8 persen.

    Di sektor pertanian, koperasi juga disiapkan menjadi off-taker atau pihak yang menyerap hasil produksi petani. Dengan mekanisme tersebut, hasil panen dapat dibeli sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.

    “Jadi petani bisa menikmati nilai tambah juga nanti bisa bikin kerajinan, bikin apa bisa dipamerkan di sini, desa lain bisa tahu, bisa saling tukar informasi,” jelasnya.

  2. 2. Target 35 Ribu Kopdes hingga Akhir Tahun.

    Menko PMK.jpeg
    Menko PMK meninjau Koperasi Desa Merah Putih di Desa Kadilangu, Baki, Sukoharjo. (IDN Times/Larasati Rey)

    Selain pengawasan distribusi subsidi, pemerintah terus mengejar penyelesaian pembangunan Kopdes Merah Putih. Zulhas menyebut sekitar 27 ribu unit telah selesai dibangun dan siap berjalan, sedangkan penempatan manajer telah mencapai lebih dari 29 ribu orang.

    Pemerintah menargetkan jumlah koperasi yang selesai dibangun mencapai 35 ribu unit hingga akhir 2026.

    Ia mengatakan rapat persiapan bersama untuk Koperasi Desa Merah Putih, Koperasi Nelayan Merah Putih, dan Koperasi Kelurahan Merah Putih dijadwalkan pada Rabu (14/10/2026). Peluncuran bersama direncanakan berlangsung sehari setelahnya.

    Zulhas berharap keberadaan koperasi tidak hanya memperluas akses layanan pemerintah, tetapi juga menjadi ruang pengembangan usaha masyarakat, termasuk pemasaran produk UMKM dan penyerapan hasil pertanian.

    Dengan pengelolaan yang berjalan bertahap, Kopdes diharapkan berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk berkarya di daerahnya sendiri.

  3. 3. Dorong Anak Muda Berkarya di Desa.

    Menko PMK.jpeg
    Menko PMK meninjau Koperasi Desa Merah Putih Manuran, Baki, Sukoharjo. (IDN Times/Larasati Rey)

    Zulkifli mengakui, pembangunan dan pengoperasian puluhan ribu koperasi tidak dapat diselesaikan sekaligus. Pemerintah masih membutuhkan waktu, kerja keras, dan dukungan berbagai pihak agar seluruh layanan berjalan optimal.

    Ia berharap Kopdes Merah Putih dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi baru di desa. Dengan terbukanya akses pemasaran, pembiayaan, dan layanan pemerintah, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak peluang untuk mengembangkan usaha tanpa harus bergantung pada kota.

    “Kita harap nanti desa ini menjadi pusat kegiatan ekonomi di desa sehingga anak-anak muda kita bisa berkarya di sini, enggak semua merantau ke kota,” tandasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More