Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Zulhas Minta Gubernur dan Bupati Awasi Penyaluran Subsidi di Kopdes
Menko PMK meninjau Koperasi Desa Merah Putih di Desa Menuran, Baki, Sukoharjo. (IDN Times/Larasati Rey)
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan meminta gubernur dan bupati mengawasi Kopdes Merah Putih agar pupuk subsidi, LPG 3 kg, bantuan pangan, dan bansos tepat sampai kepada warga berhak.
  • Kopdes disiapkan sebagai jalur layanan pemerintah, transaksi keuangan, pembiayaan, pemasaran UMKM, serta penyerapan hasil panen petani sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.
  • Pemerintah mencatat sekitar 27 ribu Kopdes telah selesai dibangun dan menargetkan 35 ribu unit pada akhir 2026, guna membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa dan anak muda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
13 Oktober 2026

Zulkifli Hasan meninjau Kopdes Merah Putih di Desa Menuran, Sukoharjo. Ia meminta gubernur dan bupati mengawasi penyaluran barang bersubsidi serta mengecek ketersediaannya melalui Kopdes.

14 Oktober 2026

Pemerintah menjadwalkan rapat persiapan bersama untuk Koperasi Desa, Nelayan, dan Kelurahan Merah Putih.

sehari setelahnya

Peluncuran bersama Koperasi Desa, Nelayan, dan Kelurahan Merah Putih direncanakan berlangsung.

hingga akhir 2026

Pemerintah menargetkan 35 ribu Kopdes Merah Putih selesai dibangun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Zulkifli Hasan meminta gubernur dan bupati mengawasi penyaluran barang bersubsidi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar bantuan menjangkau masyarakat yang berhak.
  • Who?
    Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, gubernur, bupati, pengelola Kopdes Merah Putih, serta masyarakat desa penerima subsidi dan bantuan terlibat dalam penyaluran tersebut.
  • Where?
    Permintaan itu disampaikan saat peninjauan Kopdes Merah Putih di Desa Menuran, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo.
  • When?
    Zulkifli Hasan menyampaikan permintaan pengawasan pada Selasa, 13 Oktober 2026. Rapat persiapan koperasi dijadwalkan pada 14 Oktober 2026 dan peluncuran bersama direncanakan sehari setelahnya.
  • Why?
    Pemerintah ingin memastikan pupuk bersubsidi, LPG 3 kilogram, bantuan pangan, bantuan sosial, dan dukungan pendidikan tersedia serta tersalurkan tepat sasaran melalui Kopdes.
  • How?
    Zulkifli Hasan telah menerbitkan surat edaran agar gubernur dan bupati memeriksa keberadaan Kopdes serta mengecek apakah barang bersubsidi telah tersedia dan sampai di koperasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pak Zulkifli Hasan meminta gubernur dan bupati melihat koperasi desa Merah Putih. Mereka harus memastikan pupuk murah, gas kecil, makanan, dan bantuan sampai kepada orang yang perlu. Sekarang sekitar 27 ribu koperasi sudah selesai dibuat. Pemerintah ingin membuat 35 ribu koperasi sampai akhir 2026 supaya warga dan anak muda bisa bekerja di desa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pengawasan pemerintah daerah terhadap Kopdes memberi landasan agar subsidi dan bantuan lebih dekat dengan warga yang berhak. Seiring kesiapan ribuan koperasi dan manajer, fasilitas ini berpotensi menyatukan layanan keuangan, pemasaran UMKM, serta penyerapan panen dalam ruang ekonomi desa yang lebih mudah diakses masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sukoharjo, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta gubernur dan bupati turun tangan mengawasi penyaluran barang bersubsidi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes). Pemerintah ingin memastikan distribusi bantuan dan barang subsidi benar-benar menjangkau masyarakat yang berhak.

Permintaan tersebut disampaikan Zulhas saat meninjau Kopdes Merah Putih di Desa Menuran, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (13/10/2026). Ia mengatakan telah mengeluarkan surat edaran agar pemerintah daerah memeriksa keberadaan koperasi sekaligus mengecek ketersediaan barang bersubsidi.

“Saya sudah buat surat edaran agar seluruh gubernur dan bupati mengecek keberadaan Kopdes ini dan apakah barang-barang subsidi sudah sampai belum di sini,” kata Zulhas.

1. Kopdes Jadi Jalur Penyaluran Bantuan Pemerintah.

Koperasi Merah Putih Desa Menuran, Baki, Sukoharjo. (IDN Times/Larasati Rey)

Zulhas menjelaskan, Kopdes Merah Putih dirancang menjadi bagian dari infrastruktur pemerintah untuk mendekatkan layanan dan penyaluran bantuan kepada masyarakat desa.

Sejumlah kebutuhan yang direncanakan tersalurkan melalui koperasi tersebut meliputi pupuk bersubsidi, LPG 3 kilogram, bantuan pangan, serta bantuan sosial dan dukungan pendidikan.

Menurut dia, keberadaan koperasi di setiap desa diharapkan membantu memperbaiki ketepatan sasaran penyaluran bantuan. Karena itu, pembangunan gedung saja tidak cukup jika tidak diikuti kesiapan operasional dan ketersediaan barang yang dibutuhkan warga.

“Koperasi ini harus dirasakan oleh masyarakat desa, itu kebutuhan mereka tepat sasaran,” ujarnya.

Selain menjadi pusat layanan pemerintah, Kopdes Merah Putih diarahkan untuk memperluas akses keuangan dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Zulkifli menyebut, koperasi nantinya dapat menyediakan layanan transaksi perbankan, pembayaran listrik, transfer uang, hingga akses pembiayaan. Koperasi juga akan menyediakan ruang pamer bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat dikenal masyarakat di daerah lain.

Ia menyampaikan bahwa skema pembiayaan yang disebutnya, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Mekaar, memiliki bunga 8 persen.

Di sektor pertanian, koperasi juga disiapkan menjadi off-taker atau pihak yang menyerap hasil produksi petani. Dengan mekanisme tersebut, hasil panen dapat dibeli sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.

“Jadi petani bisa menikmati nilai tambah juga nanti bisa bikin kerajinan, bikin apa bisa dipamerkan di sini, desa lain bisa tahu, bisa saling tukar informasi,” jelasnya.

2. Target 35 Ribu Kopdes hingga Akhir Tahun.

Menko PMK meninjau Koperasi Desa Merah Putih di Desa Kadilangu, Baki, Sukoharjo. (IDN Times/Larasati Rey)

Selain pengawasan distribusi subsidi, pemerintah terus mengejar penyelesaian pembangunan Kopdes Merah Putih. Zulhas menyebut sekitar 27 ribu unit telah selesai dibangun dan siap berjalan, sedangkan penempatan manajer telah mencapai lebih dari 29 ribu orang.

Pemerintah menargetkan jumlah koperasi yang selesai dibangun mencapai 35 ribu unit hingga akhir 2026.

Ia mengatakan rapat persiapan bersama untuk Koperasi Desa Merah Putih, Koperasi Nelayan Merah Putih, dan Koperasi Kelurahan Merah Putih dijadwalkan pada Rabu (14/10/2026). Peluncuran bersama direncanakan berlangsung sehari setelahnya.

Zulhas berharap keberadaan koperasi tidak hanya memperluas akses layanan pemerintah, tetapi juga menjadi ruang pengembangan usaha masyarakat, termasuk pemasaran produk UMKM dan penyerapan hasil pertanian.

Dengan pengelolaan yang berjalan bertahap, Kopdes diharapkan berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk berkarya di daerahnya sendiri.

3. Dorong Anak Muda Berkarya di Desa.

Menko PMK meninjau Koperasi Desa Merah Putih Manuran, Baki, Sukoharjo. (IDN Times/Larasati Rey)

Zulkifli mengakui, pembangunan dan pengoperasian puluhan ribu koperasi tidak dapat diselesaikan sekaligus. Pemerintah masih membutuhkan waktu, kerja keras, dan dukungan berbagai pihak agar seluruh layanan berjalan optimal.

Ia berharap Kopdes Merah Putih dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi baru di desa. Dengan terbukanya akses pemasaran, pembiayaan, dan layanan pemerintah, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak peluang untuk mengembangkan usaha tanpa harus bergantung pada kota.

“Kita harap nanti desa ini menjadi pusat kegiatan ekonomi di desa sehingga anak-anak muda kita bisa berkarya di sini, enggak semua merantau ke kota,” tandasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article