Koperasi Merah Putih Desa Menuran, Baki, Sukoharjo. (IDN Times/Larasati Rey)
Zulhas menjelaskan, Kopdes Merah Putih dirancang menjadi bagian dari infrastruktur pemerintah untuk mendekatkan layanan dan penyaluran bantuan kepada masyarakat desa.
Sejumlah kebutuhan yang direncanakan tersalurkan melalui koperasi tersebut meliputi pupuk bersubsidi, LPG 3 kilogram, bantuan pangan, serta bantuan sosial dan dukungan pendidikan.
Menurut dia, keberadaan koperasi di setiap desa diharapkan membantu memperbaiki ketepatan sasaran penyaluran bantuan. Karena itu, pembangunan gedung saja tidak cukup jika tidak diikuti kesiapan operasional dan ketersediaan barang yang dibutuhkan warga.
“Koperasi ini harus dirasakan oleh masyarakat desa, itu kebutuhan mereka tepat sasaran,” ujarnya.
Selain menjadi pusat layanan pemerintah, Kopdes Merah Putih diarahkan untuk memperluas akses keuangan dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Zulkifli menyebut, koperasi nantinya dapat menyediakan layanan transaksi perbankan, pembayaran listrik, transfer uang, hingga akses pembiayaan. Koperasi juga akan menyediakan ruang pamer bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat dikenal masyarakat di daerah lain.
Ia menyampaikan bahwa skema pembiayaan yang disebutnya, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Mekaar, memiliki bunga 8 persen.
Di sektor pertanian, koperasi juga disiapkan menjadi off-taker atau pihak yang menyerap hasil produksi petani. Dengan mekanisme tersebut, hasil panen dapat dibeli sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.
“Jadi petani bisa menikmati nilai tambah juga nanti bisa bikin kerajinan, bikin apa bisa dipamerkan di sini, desa lain bisa tahu, bisa saling tukar informasi,” jelasnya.