Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Pemain Terakhir yang Pindah dari Bayern Munich ke Borussia Dortmund
Marcel Sabitzer presentasi di Dortmund (instagram.com/championsleague)

Bayern Munich dan Borussia Dortmund bersaing satu sama lain di liga Jerman. Saat kedua tim ini bertemu, kalimat "The Classic" menjadi headline. Meski menjadi rival, mereka tidak melarang pemainnya berganti tim ke klub rival. 

Keduanya adalah klub terbesar dalam sejarah Bundesliga. Persaingan antara keduanya bukan hanya soal kemenangan atau jumlah prestasi yang diraih. Tetapi juga tentang fakta di luar lapangan tentang transfer pemain antara dua tim. 

Berikut empat pemain yang pindah dari Bayern Munich ke Borussia Dortmund.

4. Mario Gotze

Mario Götze berseragam Borussia Dortmund (instagram.com/mariogotze)

Mario Götze adalah pemain yang telah dibina oleh akademi muda Dortmund. Pahlawan Jerman di Piala Dunia 2014 dibeli Munchen dari Dortmund dengan harga 37 juta euro pada Juli 2013. Di Munich, Götze mencetak 36 gol dalam 114 pertandingan selama tiga tahun.

Bersama Bayern Munich ia memenangkan tiga gelar Bundesliga, satu UEFA Super Cup, dan satu FIFA Club World Cup. Gotze kembali ke Dortmund pada 2016, Götze gagal membantu Dortmund bersaing dengan Munich, baik dipentas domestik maupun di Eropa. Badai cedera yang terus menghantuinya sehingga membuat Götze hengkang dari Borussia ke PSV Eindhoven pada musim 2020/2021.

3. Niklas Sule

Nikhlas Sule (instagram.com/bvb09)

Niklas Sule memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya dengan FC Bayern Munich yang habis pada akhir musim 2021-2022. Dia bergabung dengan rival Borussia Dortmund dengan status bebas transfer musim 2022-2023. Niklas Sule telah menjadi bagian penting dari Bayern Munich sejak pindah dari Hoffenheim pada 2017.

Selama membela Bayern Munich, Sule terlibat dalam 159 pertandingan. Dia mencetak enam gol dan memberikan empat assist. Pemain berpaspor Jerman itu telah melakoni 26 pertandingan di musim 2021/2022 dan hanya berhasil membuat satu assist di semua kompetisi. 

2. Mats Hummels

Mats Hummels (instagram.com/aussenrist15)

Munich melepas Hummels pada Januari 2008 dengan status pinjaman ke Dortmund. Setelah bermain untuk Dortmund dari 2009 hingga 2016, Hummels membantu Dortmund memenangkan gelar Bundesliga, Piala DFB, dan Piala Super DFL serta menjadi runner-up di musim Liga Champions 2012/13. Selama satu musim di Dortmund, Hummels berubah menjadi bek komplit dibawah asuhan Jürgen Klopp dan Dortmund akhirnya mengontraknya pada 2009 seharga €4,20 juta.

Pada 2016, bek Jerman itu memutuskan kembali ke Munich. Hummels yang hanya bertahan di Munich selama tiga tahun, kembali ke Dortmund pada 2019. Hummels kembali ke Dortmund karena kecewa dengan minimnya waktu bermain Bayern Munich. 

1. Marcel Sabitzer

Marcel Sabitzer dengan nomor punggung baru (instagram.com/bvb09)

Setelah gagal bersinar di FC Bayern Munich, Marcel Sabitzer akhirnya resmi memulai petualangan baru dalam karirnya dan pindah ke Borussia Dortmund. Masa depan Marcel Sabitzer di Bayern Munich terus dipertanyakan di bursa musim panas ini. Sabitzer awalnya digadang-gadang bakal dipermanenkan oleh Manchester United setelah bermain di Inggris pada paruh kedua musim 2022/23.

Mantan pemain RB Leipzig itu kemudian menyepakati kontrak berdurasi dua tahun hingga 2027 di Signal Iduna Park. Lewat situs resmi klub, Dortmund mengumumkan Sabitzer sebagai pemain baru untuk musim panas ini. Sabitzer juga sangat senang akhirnya datang ke Dortmund dan berharap bisa menampilkan performa terbaiknya dan membantu membawa Dortmund meraih trofi. 

Sejauh ini hanya Mats Hummels yang mampu bersinar di Dortmund dari nama-nama di atas. Tentu, fans Borussia Dortmund berharap Marcel Sabitzer sukses bersama Dortmund. Bisakah Marcel Sabitzer membawa Dortmund meraih kesuksesan di musim pertamanya? 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team