Comscore Tracker

Pandemik COVID-19, PSIS Semarang Usul Liga 1 Diganti Home Tournament

Melihat situasi darurat COVID-19 di Indonesia

Semarang, IDN Times - Manajemen PSIS Semarang mengusulkan agar kompetisi Liga 1 2020 dihentikan secara total. Adapun, kompetisi tersebut dapat diganti dengan format baru, yaitu home tournament.

1. Usulan disampaikan PSIS Semarang dalam rapat dengan PSSI

Pandemik COVID-19, PSIS Semarang Usul Liga 1 Diganti Home TournamentDok. PSIS Semarang

Usulan tersebut disampaikan oleh General Manager PSIS Semarang, Wahyu Winarto dalam rapat virtual yang diselenggarakan PSSI, Rabu (27/5). Pada rapat jarak jauh itu, PSSI meminta masukan kepada 18 klub sepak bola yang tergabung di Liga 1, terkait kelanjutan kompetisi. 

Seluruh perwakilan klub pun hadir dan dari PSSI diwakili oleh Wakil Ketua Umum, Iwan Budianto dan Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi serta para anggota Exco.

Liluk, sapaan Wahyu Winarto menyampaikan, sebaiknya kompetisi dihentikan dan diganti dengan home tournament. Sebab, jika dilanjutkan kondisi saat ini tidak memungkinkan, terlebih masa pandemik virus corona (COVID-19).

‘’Kami mempertimbangkan sejumlah faktor. Selain yang utama karena COVID-19, ada faktor lain seperti kesehatan stakeholder sepak bola, sarana transportasi, dan kondisi di kota dan kabupaten yang berbeda-beda untuk melaksanakan kompetisi,’’ ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima IDN Times, Kamis (28/5).

Baca Juga: Subsidi Klub Liga 1 Belum Cair, CEO PSIS Semarang Desak RUPS PT LIB

2. Sejumlah faktor menjadi kendala untuk melanjutkan kompetisi Liga 1 2020

Pandemik COVID-19, PSIS Semarang Usul Liga 1 Diganti Home TournamentHari Nur Yulianto dan Bruno Silva di kandang Persela. psis.co.id

Untuk diketahui, imbuh Liluk, dalam kondisi pandemik COVID-19 sekarang ini, kesehatan pemain adalah yang terpenting.

‘’Siapa yang mau menjamin soal kesehatan pemain dan pelatih dalam situasi seperti sekarang. Apabila, nanti dipaksa lanjut tapi di tengah jalan ada komponen tim yang kena COVID-19 kan jadi PR (red: Pekerjaan Rumah) lagi, nanti jadi masalah lagi di tengah jalan,” tuturnya.

Padahal, lanjut Liluk, sekarang ini saja kasus virus corona di Indonesia sudah mencapai angka lebih dari 20.000 kasus positif. Siapa yang bisa menjamin angka ini bisa turun dengan cepat.

Tak hanya soal kesehatan, bagi manajemen PSIS Semarang, sarana transportasi juga menjadi kendala apabila kompetisi Liga 1 2020 dipaksakan untuk berlanjut.

“Terus yang kedua, sekarang hampir seluruh penerbangan dibatasi. Padahal, Indonesia ini luas dan klub-klub tersebar dari Aceh hingga Jayapura. Kalau klub-klub sulit dapat penerbangan nanti gimana?” ungkap Liluk.

3. Home tournament bisa jadi solusi untuk melanjutkan kompetisi

Pandemik COVID-19, PSIS Semarang Usul Liga 1 Diganti Home TournamentTrio Jonathan Cantillana (kiri), Bruno Silva (tengah), dan Hari Nur Yulianto (kanan). Twitter/Liga1Match

Kondisi di setiap kabupaten/kota  yang berbeda, membuat manajemen PSIS tidak yakin kompetisi bisa berjalan dengan lancar jika dipaksakan kembali berkompetisi.

“Sebagai contoh di Semarang. Banyak jalan-jalan yang masih ditutup, pedagang kaki lima belum boleh berjualan. Apa iya kita memaksakan menggelar kompetisi di tengah situasi (pandemik COVID-19) seperti ini,” imbuhnya.

Kendati demikian, manajemen PSIS tetap menyerahkan keputusan soal lanjut tidaknya kompetisi kepada PSSI, selaku induk sepak bola Indonesia. Namun, PSSI harus mempunyai formula untuk mengantisipasi masalah-masalah yang dikhawatirkan supaya tidak terjadi masalah di tengah jalan.

Adapun, melalui usulan manajemen PSIS Semarang yang menggantikan Liga 1 dengan home tournament itu agar roda perekonomian bisa terus bergerak dan memberikan kesejahteraan bagi pemain, pelatih, dan stakeholder yang menggantungkan hidup dari sepak bola.

Baca Juga: Liga 1 Setop, 3 Pemain PSIS Semarang Beralih Jualan Pakaian Online

Topic:

  • Dhana Kencana

Berita Terkini Lainnya