Ditahan PSGC Ciamis 0-0, Pelatih PSIS Semarang Akui Ada Masalah di Tim

PSIS Semarang bermain imbang 0-0 melawan PSGC Ciamis di Stadion Galuh dan hanya membawa satu poin, meski sebelumnya menargetkan kemenangan.
Pelatih Widodo Cahyono Putro menilai PSIS mampu menciptakan peluang, tetapi penyelesaian akhir masih lemah; tim pelatih terus mengasah aspek tersebut dalam latihan.
Widodo mengapresiasi kerja keras pemain dan meminta mereka tetap semangat, sementara PSIS bersiap menghadapi PSMS Medan pada pekan ketujuh.
Semarang, IDN Times – Pelatih PSIS Semarang, Widodo Cahyono Putro, menyoroti buruknya penyelesaian akhir atau finishing touch para pemain setelah ditahan imbang PSGC Ciamis tanpa gol pada pekan keenam Pegadaian Championship 2026/2027. Ia meminta skuad Mahesa Jenar terus membenahi kelemahan tersebut agar peluang yang tercipta bisa berbuah gol.
1. PSIS hanya bawa pulang satu poin

PSIS Semarang melawan PSGC Ciamis pada laga pekan keenam Championship 2026/2027 di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Sabtu (17/10/2026). (Dok. PSIS) PSIS bermain imbang 0-0 saat bertandang ke Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Sabtu (17/10/2026) malam. Hasil ini membuat PSIS membawa pulang satu poin, meski sebelumnya menargetkan kemenangan.
“Sebetulnya, kami ke sini menargetkan bisa membawa tiga poin. Tapi, kenyataannya tidak bisa, kami hanya bawa satu poin. Ini sudah kerja keras pemain,” ungkap Widodo, Minggu (18/10/2026).
Menurutnya, PSIS sebenarnya mampu menciptakan sejumlah peluang untuk mencetak gol. Namun, lemahnya penyelesaian akhir membuat peluang-peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol.
Widodo menerangkan, aspek tersebut terus menjadi perhatian tim pelatih dalam sesi latihan. Ia memastikan pembenahan akan terus dilakukan agar para pemain lebih efektif saat berada di depan gawang lawan.
“Kami tidak lelah membenahi masalah finishing touch. Dari kemarin, kami juga sudah berlatih untuk kekurangan itu,” ujarnya.
“Peluang mencetak gol sudah dibuat, tapi finishing touch-nya memang yang harus kami perbaiki terus,” imbuhnya.
2. Widodo minta pemain PSIS tak putus asa

PSIS Semarang melawan PSGC Ciamis pada laga pekan keenam Championship 2026/2027 di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Sabtu (17/10/2026). (Dok. PSIS) Meski gagal meraih kemenangan, Widodo tetap mengapresiasi kerja keras para pemain. Ia berharap hasil imbang di Ciamis tidak membuat semangat tim menurun, mengingat perjalanan kompetisi masih panjang.
“Apapun itu (hasilnya), kami apresiasi pemain, tetap semangat. Masih ada banyak match ke depan, saya harap pemain tidak putus asa, ini tinggal waktu saja,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada suporter PSIS yang hadir langsung di Ciamis untuk memberikan dukungan kepada tim.
Sementara itu, pemain PSIS, Hari Nur Yulianto, mengakui penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. Ia berjanji bersama rekan-rekannya akan berusaha meningkatkan efektivitas serangan pada pertandingan berikutnya.
“Finishing memang kurang bagus, kami kurang bisa memanfaatkan peluang. Tapi kami akan memperbaiki,” ujarnya.
Ia tetap mensyukuri tambahan satu poin dari laga tandang tersebut karena tim telah berjuang untuk meraih hasil maksimal.
“Di sini kami sudah bekerja keras. Sebenarnya kami ingin menang di sini, ingin tiga poin, tapi hasil ini tetap kami syukuri karena kami sudah berjuang keras,” ucapnya.
3. PSIS bersiap hadapi PSMS Medan

PSIS Semarang melawan PSGC Ciamis pada laga pekan keenam Championship 2026/2027 di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Sabtu (17/10/2026). (Dok. PSIS) PSIS kini mengalihkan perhatian ke pertandingan pekan ketujuh Pegadaian Championship 2026/2027. Laskar Mahesa Jenar dijadwalkan menghadapi PSMS Medan pada Minggu (25/10/2026).
Laga tersebut menjadi kesempatan bagi PSIS untuk kembali memburu kemenangan sekaligus menguji hasil evaluasi tim, terutama dalam memaksimalkan peluang di depan gawang.
Widodo berharap para pemain tetap menjaga semangat dan terus memperbaiki kekurangan agar PSIS dapat meraih hasil lebih baik pada pertandingan selanjutnya.


















