Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi sepak bola (pexels.com/Franco Monsalvo)
ilustrasi sepak bola (pexels.com/Franco Monsalvo)

Intinya sih...

  • Persika tampil apik pada fase penyisihan

  • Langkah Persika terhenti pada perempat final

  • Persika berstatus kuda hitam di Liga Nusantara 2025/2026

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Karanganyar, IDN Times - Persika Karanganyar gagal meraih rapor gemilang di kompetisi Liga Nusantara 2025/2026. Langkah tim besutan Ahmad Bustomi harus terhenti pada babak perempat final. Ini setelah Persika mengalami kekalahan dari Persiba Bantul.

Meski demikian, capaian tersebut layak diacungi jempol. Persika Karanganyar meraihnya dengan perjuangan tidak mudah. Apalagi, tim dengan julukan Singo Lawu mengemban status tim promosi dari Liga 4 di Liga Nusantara musim ini.

Berikut kiprah Persika Karanganyar di Liga Nusantara 2025/2026.

1. Persika tampil apik pada fase penyisihan

Persika Karanganyar sebenarnya memiliki rapor apik pada babak penyisihan Liga Nusantara 2025/2026. Singo Lawu membukukan statistik 7 kemenangan dari total 12 pertandingan di Grup C. Mereka mampu mengalahkan beberapa tim, antara lain Persikutim United, Persibo Bojonegoro, Sang Maestro FC, dan RANS Nusantara.

Persika Karanganyar tampil dalam tiga putaran selama penyisihan Liga Nusantara 2025/2026. Ini membuat mereka meraih hasil tak optimal dalam lima pertandingan lainnya. Singo Lawu sempat ditahan imbang RANS Nusantara dengan skor 2-2 serta imbang 1-1 kontra Sang Maestro. Persika lalu mengalami kekalahan dari RANS, Persibo, dan Sang Maestro.

Kendati begitu, rapor tersebut tidak mencoreng pencapaian awal Singo Lawu. Persika Karanganyar keluar sebagai juara grup pada penyisihan Liga Nusantara 2025/2026. Mereka berkuasa dengan mengumpulkan 23 poin di klasemen akhir Grup C. Ini membuat Persika berhak menapakkan kaki ke perempat final.

2. Langkah Persika terhenti pada perempat final

Persika Karanganyar bertemu lawan kuat pada perempat final Liga Nusantara 2025/2026. Mereka ditantang Persiba Bantul sebagai runner-up dari Grup D. Pertandingan kedua kesebelasan kala itu digelar di Stadion UNS, Solo, Jawa Tengah, pada 31 Januari 2026.

Sayangnya, Persika gagal meraih hasil positif dalam pertandingan tersebut. Mereka disingkirkan Persiba Bantul melalui kekalahan pada babak adu penalti. Singo Lawu kalah dengan skor 2-4 dengan kegagalan eksekusi penalti yang diambil Abi Defa dan Fadel Ahmad Arrafi.

Persika Karanganyar sebenarnya memberikan perlawanan sengit saat menghadapi Persiba Bantul. Singo Lawu unggul lebih dulu lewat gol Fadel Ahmad Arrafi, tetapi dibalas pada babak kedua. Hasil imbang memaksa laga berlanjut ke extra time. Pada masa perpanjangan waktu, Persika dan Persiba kembali tampil sengit sebelum ditentukan via adu penalti.

3. Persika berstatus kuda hitam di Liga Nusantara 2025/2026

Walau terhenti pada perempat final, perjuangan Persika Karanganyar patut diacungi jempol. Singo Lawu menggapainya dengan status tim promosi dari Liga 4 musim lalu. Bisa dibilang, Persika menyandang predikat kuda hitam di Liga Nusantara 2025/2026.

Persika Karanganyar sendiri mengalami peningkatan capaian dalam 2 musim terakhir. Singo Lawu adalah finalis Liga 4 Jawa Tengah dan Liga 4 Putaran Nasional 2024/2025. Meski gagal juara, capaian tersebut berjasa dalam mengangkat kiprah Persika di Liga Nusantara (liga 3) musim ini.

Persika Karanganyar membukukan rapor tidak terlalu buruk di Liga Nusantara 2025/2026. Lolos ke perempat final adalah bukti kesiapan mereka dalam mengarungi kompetisi pada level lebih tinggi. Capaian ini menjadi bekal Singo Lawu untuk meraih hasil lebih baik musim depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team