TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Catat! Harga Rumah Subsidi di Jateng Naik Rp162 Juta, Segini Cicilannya

Pengembang diyakini lebih semangat bangun rumah subsidi

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Semarang, IDN Times - Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Jawa Tengah memastikan harga jual rumah subsidi telah ditetapkan mengalami kenaikan menjadi Rp162 juta per unit. Besaran kenaikan rumah subsidi berlaku mulai 1 Juli 2023 dan akan terus mengalami lonjakan sampai dua tahun ke depan.

Baca Juga: Dear Millennial! Begini Cara Jitu Jadi Pengembang Perumahan yang Tangguh

1. Harga rumah subsidi naik 10 persen

Widi (kanan) yang bekerja sebagai pekerja informal pekerja harian penatu menemani Ezra, anaknya bermain saat menyetrika pakaian di rumah KPR Bersubsidi di Demak, Jawa Tengah, Senin (6/2/2023). Bank BTN berinovasi membuat skema pembiayaan rumah khususnya rumah bersubsidi bagi pekerja informal melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), untuk rumah tapak atau rumah susun. (IDN Times/Dhana Kencana)

Ketua Himperra Jateng, Sugiyatno mengakui adanya kenaikan harga rumah subsidi menjadi penambah semangat bagi para pengembang lantaran sejak empat tahun terakhir patokan harga jualnya tidak pernah naik.

"Adanya kenaikan harga jual rumah subsidi tentunya jadi angin segar buat para pengembang. Sebab mulai tahun ini sudah ketetapan harganya menjadi Rp162 juta. Karena empat tahun kan gak pernah naik. Dari dulu harganya tetap kisaran Rp155.500 juta. Angka kenaikannya berkisar 10 persen atau Rp14 jutaan. Cicilannya Rp1 jutaan," kata Sugiyatno kepada IDN Times, Senin (10/7/2023).

2. Harga rumah subsidi mulai naik 1 Juli 2023

Ilustrasi rumah subsidi. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Ia menyampaikan naiknya harga rumah yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tersebut akan mengikuti taksiran harga material bangunan di pasaran.

Dirinya pun optimistis bahwa dengan harga rumah dinaikan, paling tidak bisa membuat sektor perumahan bersubsidi kembali bergeliat.

"Saya yakin pengembang lebih bersemangat lagi karena empat tahun nilai material yang gila-gilaan, tapi harga rumahnya tidak pernah naik. Ya dengan naiknya harga rumah harapannya lebih bergeliat lagi. Teman-teman pengembang akan semangat ngerjakan proyek. Dan 1 Juli ini sudah bisa mulai jualan dengan harga yang baru. Kemudian tahun depan juga sudah ditetapkan naik jadi Rp166 juta. Sehingga, dua tahun ke depan teman-teman sudah bisa mengatur ritmenya," paparnya.

3. Himperra Jateng bidik penjualan rumah subsidi 10 ribu unit

Salah satu rumah subsidi yang mendapat pembiayaan kredit dari BTN di Blok X Perumahan Puri Delta Asri 7, Kelurahan Magelung, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Lebih jauh lagi, ia berkata Himperra Jawa Tengah telah mematok target penjualan rumah sebanyak 9.000-10.000 unit sampai akhir Desember 2023.

Target tersebut mengacu pada realisasi penjualan rumah subsidi tahun kemarin yang mampu mencapai lebih dari 9.000 unit.

"Target tahunannya kita gak bisa dihitung semua ya. Cuman kalau untuk tahun 2023 target kami bisa sampai akad 9.000-10 ribu unit. Karena kita acuannya dari capaian akad kredit tahun kemarin yang sekitar 9.000 unit sekian. Nah, untuk realisasi (penjualan) sampai 20 Juni sudah 6.214 unit," tuturnya.

Baca Juga: Dana Rp32,15 Triliun Dikucurkan Buat Subsidi Rumah di 2024

Berita Terkini Lainnya