4 Cara Menyimpan Telur di Kulkas agar Tidak Mudah Busuk

- Kulkas membantu memperpanjang masa simpan telur, namun penataan penyimpanan yang tepat sangat penting.
- Simpan telur di rak tengah kulkas untuk menjaga suhu yang stabil dan gunakan karton aslinya untuk melindungi dari bau dan kelembaban.
- Posisikan telur dengan ujung runcing menghadap ke bawah untuk mempertahankan kesegaran, hindari mencuci telur sebelum disimpan.
Telur merupakan bahan makanan yang kerap digunakan dalam berbagai jenis masakan, namun jika tidak disimpan dengan baik, maka bisa berpotensi membusuk. Penyimpanan yang tidak tepat dapat menimbulkan telur jadi kehilangan kesegaran, bahkan meningkatkan risiko kontaminasi bakteri seperti Salmonella.
Meski kulkas dapat membantu memperpanjang masa simpan telur, cara menata dan menyimpannya akan sangat mempengaruhi kualitas yang dimiliki. Oleh sebab itu, perhatikanlah beberapa teknik penyimpanan berikut ini agar kamu bisa menjaga telur dalam kondisi yang segar lebih lama, serta menghindari potensi pemborosan.
1. Simpan telur di rak tengah, bukan di pintu kulkas

Banyak orang yang justru menyimpan telur di rak pintu kulkas karena tersedia tempat khusus, namun sebetulnya ini bukanlah pilihan yang ideal. Pintu kulkas sering dibuka dan ditutup, sehingga menyebabkan perubahan suhu yang dapat mempercepat proses pembusukan pada telur yang kamu simpan di sana.
Lebih baik menyimpan telur di rak tengah kulkas yang memiliki suhu lebih stabil agar tetap menjaga kesegaran yang dimilikinya. Setidaknya dengan suhu yang konsisten, maka kesegaran telur tetap bisa bertahan lebih lama jika dibandingkan dengan menyimpan telur di area pintu kulkas.
2. Simpan telur dalam karton aslinya

Telur yang disimpan dalam karton aslinya ternyata akan lebih terlindungi dari potensi bau dan juga kelembaban yang ada di dalam kulkas. Karton bisa membantu untuk mencegah telur menyerap aroma-aroma yang mungkin berasal dari makanan lain, sehingga akan secara otomatis memengaruhi cita rasanya pada saat dimasak nanti.
Karton bisa menjaga posisi telur agar tetap stabil, serta menghindari potensi terkena benturan yang mungkin dapat merusak bagian cangkangnya. Setidaknya dengan mempertahankan cangkang agar tetap utuh, maka risiko bakteri masuk ke dalam telur pun bisa diminimalisir dengan sebaik mungkin.
3. Simpan dengan posisi ujung runcing menghadap ke bawah

Menyimpan telur dengan posisi ujung runcing menghadap ke bawah ternyata bisa membantu untuk memperpanjang kesegaran yang dimilikinya. Posisi seperti ini dapat menjaga kantung udara di dalam telur tetap berada di bagian atas, sehingga kuning telur pun tidak akan mudah menyentuh membran yang dapat mempercepat proses pembusukan.
Metode yang satu ini juga bisa membantu menjaga kelembaban alami yang dimiliki telur agar bisa tahan lebih lama. Melalui cara tersebut, maka tekstur dan kualitas telur pun tetap bisa terjaga hingga periode waktu yang lebih lama, sehingga tetap aman pada saat dikonsumsi nanti.
4. Jangan mencuci telur sebelum disimpan

Walau telur mungkin terlihat bersih, namun mencuci telur sebelum disimpan justru bisa menghilangkan lapisan alami di bagian cangkang yang berfungsi sebagai pelindung. Tanpa lapisan ini, maka bakteri bisa dengan mudah masuk ke dalam telur, sehingga mempercepat proses pembusukan yang mungkin terjadi.
Jika telur dalam kondisi kotor, maka kamu perlu membersihkan dengan kain kering atau tisu sebelum nantinya dimasukkan ke dalam kulkas. Jika memang benar-benar harus dicuci, maka sebaiknya dilakukan tepat sebelum digunakan untuk memasak agar tidak sampai mempercepat proses pembusukan dan pemborosan.
Menyimpan telur dengan cara yang benar tentu merupakan langkah penting agar tetap segar dan tahan lama. Oleh sebab itu, kamu harus paham teknik menyimpan telur yang benar agar sampai kehilangan kualitas yang dimilikinya, sehingga menghindari potensi pembusukan yang mungkin terjadi. Pastikan untuk terus menerapkan cara-cara di atas agar tidak perlu sering membuang telur akibat kondisinya yang tidak layak konsumsi!