Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sumpah Pemuda ke 96, Rutan Banyumas Terima Pohon dan Buku

150 warga binaan rutan Banyumas saat menerima penyuluhan hukum oleh Peradi SAI Purwokerto, Senin (28/10/2024).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
150 warga binaan rutan Banyumas saat menerima penyuluhan hukum oleh Peradi SAI Purwokerto, Senin (28/10/2024).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Banyumas, IDN Times - Sejumlah advokat yang tergabung dalam Peradi SAI Purwokerto peringati hari Sumpah Pemuda ke 96 tahun 2014 bersama 150 warga binaan penghuni Rutan Banyumas, Senin (28/10/2024).

Rangkaian acara tersebut selain upacara, Peradi SAI Purwokerto juga memberikan motivasi melalui penyuluhan hukum, dan mengajak agar selalu melestarikan lingkungan dengan penghijauan atau penanaman pohon produktif di sekitar area rutan.

Mereka diterima oleh Kepala Rutan Banyumas, Jumedi dan sejumlah pejabat lain yang berkolaborasi seperti Kepala Kejaksaan Negeri Banyumas Adung Sutranggono, dan Camat Banyumas Oka Yudhistira beserta forkopimcam lainnya Senin (28/10/2024).

1. Peduli lingkungan dan ketahanan pangan

Ketua DPC Peradi SAI Purwokerto saat ikut menanam pohon sebagai langkah ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan, Senin (28/10/2024).(ISN Times/Cokie Sutrisno)
Ketua DPC Peradi SAI Purwokerto saat ikut menanam pohon sebagai langkah ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan, Senin (28/10/2024).(ISN Times/Cokie Sutrisno)

Menurut Djoko, Sumpah Pemuda bagi advokat dan pemerintah ditandai dengan penanaman pohon produktif adalah bentuk komitmen untuk masyarakat terutama generasi muda agar ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi penanaman pohon.

Menurut Djoko, kesadaran lingkungan penting bagi kehidupan, seperti penyedia oksigen dan habitat bagi berbagai makhluk hidup. Selain juga sebagai sarana ketahanan pangan yang gini sering digaungkan pemerintah.

"Melakukan kegiatan penanaman pohon secara serentak di berbagai tempat baik di lingkungan rutan, taman, maupun area terbuka lainnya merupakan upaya pelestarian lingkungan yang berkesinambungan untuk menunjukkan kepedulian nyata terhadap masa depan yang lebih hijau,"terangnya.

2. Tanam pohon bisa berbuah

Kepala Rutan Banyumas, Jumedi (tengah) didampingi Camat Banyumas Oka Yudhistira (kiri) apresiasi sikap Peradi SAI Purwokerto dalam momen hari Sumpah Pemuda ke 79, Senin (28/10/2014).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Kepala Rutan Banyumas, Jumedi (tengah) didampingi Camat Banyumas Oka Yudhistira (kiri) apresiasi sikap Peradi SAI Purwokerto dalam momen hari Sumpah Pemuda ke 79, Senin (28/10/2014).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Sementara Kepala Rutan Banyumas, Jumedi mengaku gembira bisa bekerjasama dengan pihak Peradi SAI yang ternyata peduli pada warga binaan melalui penyuluhan hukum dan pengetahuan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

"Kami bersama pemerintah terutama di Kecamatan Banyumas ini mengapresiasi karena ikut membantu mengedukasi masyarakat tentang manfaat pohon dan bagaimana perannya dalam mengatasi perubahan iklim, selain itu sebagai langkah ketahanan pangan bagi warga binaan,"katanya.

Disebutkan Jumedi pohon yang ditanam merupakan tanaman yang bisa berbuah yang manfaatnya bila berbuah bisa dinikmati masyarakat terutama warga binaan dan para petugas rutan Banyumas."Bisa dilihat bersama pohon yang ditanam ada alpukat, pepaya, hingga cocoa,"jelasnya.

3. Kerjasama pembinaan berkelanjutan

Kerjasama berkelanjutan dalam pembinaan dan penyuluhan hukum bagi warga binaan rutan Banyumas, Senin (28/10/2024).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Kerjasama berkelanjutan dalam pembinaan dan penyuluhan hukum bagi warga binaan rutan Banyumas, Senin (28/10/2024).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Disisi lain, ratusan buku bekas layak dibaca juga diserahkan Peradi SAI untuk menambah koleksi perpustakaan Rutan Banyumas. Hal ini sebagai penyemangat bahawa Sumpah Pemuda bisa semakin dirasakan dengan membaca buku-buku sejarah, biografi tokoh pergerakan nasional, atau literatur tentang perjuangan bangsa.

Buku-buku yang dsumbangkan tak hanya menambah wawasan, tetapi juga menginspirasi jiwa nasionalisme dan pemahaman tentang pentingnya persatuan, pengetahuan, dan menemukan jalan kembali menjadi orang yang baik di masyarakat.

Sebelumnya, juga telah dilakukan perjanjian kerjasama tentang pembinaan dan penyuluhan hukum berkesinambungan bagi warga binaan pemasyarakatan agar bisa mematuhi aturan lembaga pemasyarakatan, mengikuti program pembinaan yang dirancang untuk membantu proses reintegrasi dan menjaga keamanan dan ketertiban selama di lapas.

 

 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
Cokie Sutrisno
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest Life Jawa Tengah

See More

Menjaga Privasi Hubungan dari Media Sosial? Ini 5 Alasan Pentingnya

16 Des 2025, 10:00 WIBLife