Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

6 Tanaman Hias yang Bisa Ngasih Tahu Kalau Udara Lagi Kotor

ilustrasi tanaman sirih gading (freepik.com/rawpixel.com)
ilustrasi tanaman sirih gading (freepik.com/rawpixel.com)

Tanaman hias selama ini dikenal sebagai penghias ruangan dan penyegar mata. Tapi ternyata, beberapa di antaranya punya kemampuan alami untuk mendeteksi kualitas udara di sekitarnya.

Tanaman-tanaman ini bisa menunjukkan tanda-tanda stres saat udara tercemar atau mengandung polutan tertentu. Artinya, mereka bisa jadi 'alarm hidup' di rumah kamu buat mengingatkan kondisi udara yang sedang gak sehat!

Responsnya bisa berupa perubahan warna daun, munculnya bercak, atau bahkan daun yang menggulung. Buat kamu yang tinggal di kota besar dengan tingkat polusi tinggi, kehadiran tanaman-tanaman ini bisa jadi solusi cerdas untuk memantau udara dalam ruangan secara alami, tanpa alat canggih.

Yuk, kenalan dengan enam tanaman hias yang bisa bantu kamu ‘baca’ kualitas udara di sekitar!

1. Lidah mertua, tahan banting tapi sensitif terhadap racun udara

ilustrasi tanaman sansevieria (pexels.com/Charlotte May)
ilustrasi tanaman sansevieria (pexels.com/Charlotte May)

Lidah mertua atau Sansevieria adalah tanaman hias populer yang dikenal tahan kering, gak rewel, dan bisa hidup di hampir semua kondisi ruangan.

Tapi, menariknya, lidah mertua juga cukup sensitif terhadap perubahan kualitas udara. Jika udara penuh dengan asap rokok, formaldehida, atau polutan lainnya, daunnya bisa kehilangan warna hijaunya, menjadi kusam, atau menguning.

Lidah mertua menyerap banyak racun udara lewat daunnya dan melepaskan oksigen di malam hari, cocok banget buat ditaruh di kamar tidur atau ruang kerja.

Kalau kamu melihat perubahan warna atau tekstur daun yang gak biasa, bisa jadi itu sinyal kalau kualitas udara di sekitar sedang memburuk.

2. Peace lily, cantik dan langsung bereaksi saat udara buruk

ilustrasi tanaman peace lily (freepik.com/freepik)
ilustrasi tanaman peace lily (freepik.com/freepik)

Peace lily atau Spathiphyllum punya bunga putih yang elegan dan daun hijau mengilap yang bikin suasana ruangan jadi adem.

Tapi tanaman ini juga terkenal sebagai detektor alami polusi. Ketika udara di sekitar terlalu kotor, daunnya akan menunjukkan tanda-tanda stres seperti menguning, layu, atau muncul bercak cokelat di tepinya.

Peace lily sangat peka terhadap senyawa seperti karbon monoksida, benzena, dan amonia yang biasanya berasal dari asap kendaraan atau bahan pembersih rumah tangga.

Kalau peace lily kamu tiba-tiba terlihat gak segar padahal penyiraman dan pencahayaannya normal, bisa jadi udara di rumah sedang gak bersih.

3. Sirih gading, merambat cantik tapi rentan terhadap asap dan zat kimia

ilustrasi tanaman sirih gading (freepik.com/rawpixel.com)
ilustrasi tanaman sirih gading (freepik.com/rawpixel.com)

Sirih gading (Epipremnum aureum) adalah tanaman gantung favorit karena perawatannya mudah dan daunnya yang beraneka warna bikin ruangan jadi lebih hidup. Tapi ternyata, sirih gading juga bisa ‘mengeluh’ kalau udara sekitar penuh polusi.

Daunnya akan berubah warna jadi lebih pucat, muncul bercak hitam, atau bahkan menggulung.

Tanaman ini sangat peka terhadap asap rokok, parfum berlebihan, dan senyawa kimia dari cat dinding atau pengharum ruangan.

Menariknya, sirih gading juga punya kemampuan menyerap zat-zat tersebut, sehingga meski dia 'tersiksa', dia juga membantu membersihkan udara di sekitarnya.

4. Spider plant, tumbuh cepat, tapi cepat juga menunjukkan stres udara

ilustrasi tanaman air plant (freepik.com/lifeforstock)
ilustrasi tanaman air plant (freepik.com/lifeforstock)

Spider plant (Chlorophytum comosum) terkenal dengan daunnya yang panjang dan runcing seperti pita hijau-putih.

Tanaman ini sangat populer di perkantoran atau ruang tertutup karena bisa menyerap zat berbahaya seperti formaldehida dan karbon monoksida. Namun, jika udara terlalu kotor, spider plant akan menunjukkan gejala seperti ujung daun yang mengering dan berwarna cokelat.

Perubahan ini adalah respons terhadap stres lingkungan, terutama dari asap rokok atau bahan pembersih berbahan kimia keras. Dengan kata lain, spider plant bisa jadi indikator alami yang cepat tanggap terhadap perubahan kualitas udara di ruangan.

5.Calathea, daun indah yang bisa 'curhat' lewat pola dan warna

ilustrasi tanaman calathea (freepik.com/rawpixel.com)
ilustrasi tanaman calathea (freepik.com/rawpixel.com)

Calathea dikenal sebagai tanaman hias dengan daun berpola artistik dan warna yang kontras. Tapi, di balik keindahannya, calathea sangat sensitif terhadap udara yang buruk.

Jika terkena paparan polutan atau udara kering yang mengandung partikel debu, daunnya bisa berubah warna, menggulung, atau kehilangan pola cantiknya.

Selain polusi, calathea juga sensitif terhadap air yang mengandung klorin tinggi. Jadi kalau kamu melihat daun calathea tiba-tiba jadi kusam atau bercak-bercak, cek kualitas udara dan air yang kamu gunakan untuk menyiram.

Tanaman ini cocok dijadikan indikator alami untuk menjaga kelembapan dan kebersihan udara di rumah.

6. Pakis boston, rimbun dan sensitif terhadap perubahan udara

ilustrasi pakis boston (pinterest.com/Marcelo Aguilar)
ilustrasi pakis boston (pinterest.com/Marcelo Aguilar)

Pakis boston (Nephrolepis exaltata) punya tampilan rimbun yang bikin ruangan terasa lebih sejuk dan alami. Tanaman ini juga dikenal mampu menyaring udara dari zat berbahaya seperti formaldehida dan xylene.

Tapi, pakis boston sangat responsif terhadap udara kering dan tercemar. Saat kualitas udara memburuk, daunnya akan cepat mengering, berubah warna, dan rontok.

Tanaman ini paling cocok diletakkan di ruangan ber-AC atau area dengan sirkulasi buruk. Kalau kamu rajin merawat tapi pakis boston tetap kelihatan 'merana', itu bisa jadi alarm bahwa udaramu butuh penyegaran lebih dari sekadar kipas angin.

Tanaman hias ternyata bukan cuma buat gaya-gayaan atau dekorasi rumah. Enam tanaman di atas punya kepekaan alami terhadap kondisi udara dan bisa jadi indikator visual yang mudah dibaca. Saat mereka berubah bentuk, warna, atau mulai rusak, itu bisa jadi pertanda bahwa kualitas udara di sekitarmu sedang bermasalah.

Dengan merawat tanaman-tanaman ini, kamu bukan cuma mempercantik rumah, tapi juga punya 'alat deteksi' alami untuk memantau polusi dan kualitas udara. Plus, mereka juga aktif membersihkan udara dengan menyerap zat-zat berbahaya. Jadi, selain dekoratif, mereka juga fungsional banget!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us