Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Daftar Hari Baik 2026 Lengkap: Cek Weton, Pasaran, dan Tanggal Hijriah

pexels-bertellifotografia-29509534.jpg
Ilustrasi kalender 2026. (Pexels.com/Matheus Bertelli)
Intinya sih...
  • Pentingnya Weton dan Pasaran dalam tradisi Jawa.
  • Januari 2026: Membuka Tahun dengan Bulan Rejeb dan Ruwah.
  • Februari 2026: Menyongsong Bulan Suci (Pasa).
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menyambut tahun baru 2026, keberadaan kalender yang terintegrasi antara penanggalan Masehi, Hijriah, dan Jawa menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat Indonesia. Bagi sebagian besar masyarakat Jawa, mengetahui weton (gabungan hari dan pasaran) bukan sekadar penanda waktu, melainkan pedoman vital untuk menentukan hari baik (dewasa ayu) dalam menggelar berbagai hajatan, mulai dari pernikahan, khitanan, hingga pindah rumah.

Artikel ini menyajikan rincian lengkap kalender tahun 2026 yang memadukan ketiga sistem penanggalan tersebut. Data ini dapat kamu jadikan acuan untuk menyusun rencana jangka panjang di tahun mendatang.

Table of Content

Pentingnya Weton dan Pasaran

Potret Keunikan Tradisi Jawa  (images.pexels.com)
Potret Keunikan Tradisi Jawa (images.pexels.com)

Dalam tradisi Jawa, sistem penanggalan menggabungkan siklus tujuh hari dalam kalender Masehi (Senin sampai Minggu) dengan siklus lima hari pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Pertemuan antara keduanya menghasilkan weton yang sering digunakan untuk analisis kecocokan jodoh, karakter seseorang, hingga kesuksesan sebuah acara.

Berikut adalah rincian lengkap Kalender Jawa 2026 dari bulan Januari hingga Desember.

1. Januari 2026: Membuka Tahun dengan Bulan Rejeb dan Ruwah

ilustrasi bulan Januari (pexels.com/Jess Bailey Designs)
ilustrasi bulan Januari (pexels.com/Jess Bailey Designs)

Bulan Januari menjadi waktu yang tepat untuk menyusun rencana tahunan. Dalam penanggalan Jawa (Tahun Dal 1959), bulan ini bertepatan dengan bulan Rejeb dan Ruwah. Banyak orang menganggap bulan Ruwah sebagai waktu yang baik untuk melakukan nyadran atau mengirim doa kepada leluhur.

  • 1 Januari 2026: Kamis Pon (12 Rejeb).
  • 2–18 Januari 2026: Rentang waktu pertengahan bulan Rejeb, mulai dari Jumat Wage hingga Minggu Kliwon.
  • 20 Januari 2026: Masuk tanggal 1 Ruwah 1959 (Selasa Pahing).

2. Februari 2026: Menyongsong Bulan Suci (Pasa)

ilustrasi bulan Februari (alessandrogonella.com)
ilustrasi bulan Februari (alessandrogonella.com)

Kali ini akan memasuki masa peralihan dari bulan Ruwah menuju Pasa (Ramadan). Anda bisa menentukan hari baik untuk melakukan padusan atau persiapan puasa di awal bulan ini.

  • 1 Februari 2026: Minggu Wage (13 Ruwah).
  • 18 Februari 2026: Rabu Legi (1 Pasa 1959). Ini menandai awal puasa Ramadan dan merupakan hari istimewa untuk memulai ibadah dengan niat yang suci.

3. Maret 2026: Meraih Kemenangan di Bulan Sawal

ilustrasi bulan Maret (unsplash.com/Glen Carrie)
ilustrasi bulan Maret (unsplash.com/Glen Carrie)

Bulan ini penuh dengan keberkahan karena umat Islam merayakan Idulfitri. Bulan Sawal (Syawal) juga kerap menjadi pilihan populer masyarakat Jawa sebagai "bulan baik" untuk melangsungkan pernikahan (musim nikah).

  • 1 Maret 2026: Minggu Pahing (12 Pasa).
  • 20 Maret 2026: Jumat Legi (1 Sawal 1959). Bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri, Jumat Legi sering dianggap sebagai hari yang sakral dan penuh berkah.
  • Akhir Maret 2026: Memasuki hari-hari awal bulan Sawal yang sangat baik untuk menyambung tali silaturahmi.

4. April 2026: Peralihan Sawal ke Sela

ilustrasi bulan April (fastweb.com)
ilustrasi bulan April (fastweb.com)

Bulan Sela (Dzulqaidah) sering kali dianggap sebagai "bulan sela" atau jeda. Sebagian masyarakat Jawa cenderung berhati-hati dalam menggelar hajatan besar di bulan ini. Namun, tetap ada hari-hari tertentu yang memiliki hitungan neptu baik.

  • 1 April 2026: Rabu Pon (13 Sawal).
  • 18 April 2026: Masuk tanggal 1 Sela 1959 (Sabtu Kliwon).

5. Mei 2026: Hari Raya Kurban di Bulan Besar

ilustrasi bulan mei (pexels.com/tara)
ilustrasi bulan mei (pexels.com/tara)

Bulan Besar (Dzulhijah) adalah salah satu bulan terbaik dalam tradisi Jawa untuk menggelar hajatan besar, seperti pernikahan, karena dianggap penuh berkah (bulan haji).

  • 1 Mei 2026: Jumat Pon (14 Sela).
  • 18 Mei 2026: Masuk tanggal 1 Besar 1959 (Senin Kliwon).
  • 27 Mei 2026: Rabu Wage (10 Besar 1959), bertepatan dengan Iduladha.

6. Juni 2026: Momen Sakral Satu Sura (Tahun Baru)

ilustrasi bulan Juni (unsplash.com/Glen Carrie)
ilustrasi bulan Juni (unsplash.com/Glen Carrie)

Juni menjadi bulan yang sangat vital karena menandai pergantian tahun Jawa (dari Tahun Dal ke Tahun Za/Je). Malam 1 Sura adalah waktu yang sangat sakral bagi masyarakat Jawa untuk melakukan tirakat dan membersihkan diri, bukan untuk pesta pora.

  • 1 Juni 2026: Senin Wage (15 Besar).
  • 17 Juni 2026: Rabu Kliwon (1 Sura 1960). Ini adalah Tahun Baru Islam/Jawa. Pertemuan hari Rabu dan pasaran Kliwon memiliki nilai mistis yang kuat dalam budaya Jawa.

7. Juli 2026: Bulan Sura dan Sapar

ilustrasi bulan Juli (firstcry.com)
ilustrasi bulan Juli (firstcry.com)

Setelah melewati bulan Sura yang sakral, memasuki bulan Sapar (Safar). Masyarakat mulai kembali merencanakan aktivitas ekonomi dan sosial di bulan ini.

  • 1 Juli 2026: Rabu Wage (15 Sura).
  • 17 Juli 2026: Masuk tanggal 1 Sapar 1960 (Jumat Kliwon). Pertemuan hari Jumat dan pasaran Kliwon (Jumat Kliwon) selalu menjadi perhatian khusus dalam perhitungan hari baik.

8. Agustus 2026: Peringatan Maulid di Bulan Mulud

ilustrasi bulan Agustus (pexels.com/Jess Bailey Designs)
ilustrasi bulan Agustus (pexels.com/Jess Bailey Designs)

Bulan Mulud (Rabiulawal) merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad saw. Banyak masyarakat mengambil berkah bulan ini untuk mengadakan syukuran, khitanan, atau akikah.

  • 1 Agustus 2026: Sabtu Kliwon (16 Sapar).
  • 15 Agustus 2026: Masuk tanggal 1 Mulud 1960 (Sabtu Wage).
  • 26 Agustus 2026: Rabu Kliwon (12 Mulud 1960), bertepatan dengan Maulid Nabi. Sekali lagi jatuh pada Rabu Kliwon, sebuah weton dengan energi yang kuat pada tahun 2026.

9. September 2026: Mulud ke Bakda Mulud

ilustrasi bulan September (unsplash.com/Elena Mozhvilo)
ilustrasi bulan September (unsplash.com/Elena Mozhvilo)

Bulan Bakda Mulud (Rabiulakhir) juga menjadi opsi yang netral untuk mencari hari baik guna memulai usaha atau bercocok tanam.

  • 1 September 2026: Selasa Legi (18 Mulud).
  • 14 September 2026: Masuk tanggal 1 Bakda Mulud 1960 (Senin Wage).

10. Oktober 2026: Memasuki Jumadilawal

ilustrasi bulan oktober (pexels.com/pixabay)
ilustrasi bulan oktober (pexels.com/pixabay)

Bulan ini sering menjadi waktu yang tenang dan stabil untuk merencanakan pembangunan rumah, tergantung pada kecocokan neptu pemilik rumah.

  • 1 Oktober 2026: Kamis Legi (18 Bakda Mulud).
  • 13 Oktober 2026: Masuk tanggal 1 Jumadilawal 1960 (Selasa Pon).

11. November 2026: Jumadilawal ke Jumadilakhir

ilustrasi bulan November (pexels.com/Vlada Karpovich)
ilustrasi bulan November (pexels.com/Vlada Karpovich)

Jumadilakhir sering dianggap sebagai bulan yang baik (bulan jodho) sebelum masuk bulan Rejeb kembali.

  • 1 November 2026: Minggu Pahing (20 Jumadilawal).
  • 12 November 2026: Masuk tanggal 1 Jumadilakhir 1960 (Kamis Pon).

12. Desember 2026: Menutup Tahun

ilustrasi bulan desember (unsplash.com/Kelly Sikkema)
ilustrasi bulan desember (unsplash.com/Kelly Sikkema)

Kamu mengakhiri tahun 2026 dengan kembali memasuki bulan Rejeb, menutup siklus tahunan dengan persiapan spiritual.

  • 1 Desember 2026: Selasa Pahing (20 Jumadilakhir).
  • 11 Desember 2026: Masuk tanggal 1 Rejeb 1960 (Jumat Pahing).

FAQ Seputar Kalender Jawa 2026

Apa itu weton dalam kalender Jawa?

Weton adalah kombinasi antara hari dalam siklus mingguan (Senin-Minggu) dengan pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Perhitungan weton sering dipakai untuk tradisi adat, perhitungan hari lahir, atau mencari hari baik.

Mengapa kalender Jawa sering disandingkan dengan kalender Hijriah?

Banyak masyarakat Jawa juga menggunakan penanggalan Hijriah untuk kebutuhan ibadah, seperti menentukan awal puasa, hari besar Islam, atau perhitungan doa dan selamatan tertentu.

Apa fungsi kalender Jawa di masa sekarang?

Selain sebagai upaya pelestarian budaya, kalender Jawa masih aktif digunakan untuk menentukan hari baik dalam pernikahan, khitanan, pindah rumah, memulai usaha, hingga acara adat lainnya.

Apa yang dimaksud dengan Neptu dalam perhitungan Jawa?

Neptu adalah nilai angka atau "bobot" yang dimiliki oleh setiap hari (Senin–Minggu) dan pasaran (Legi–Kliwon). Penjumlahan nilai hari dan pasaran inilah yang menghasilkan jumlah neptu weton seseorang. Angka ini kemudian digunakan sebagai dasar perhitungan dalam Primbon Jawa untuk memprediksi watak, kecocokan jodoh, hingga arah rezeki.

Semoga panduan ini bermanfaat buat kamu dalam merencanakan tahun 2026!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest Life Jawa Tengah

See More

5 Tanda Wanita Setia yang Tidak Akan Pernah Selingkuh

06 Jan 2026, 16:00 WIBLife