TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

2 Warga Semarang Ditangkap Polisi, Oplos Oli dengan Zat Pewarna

Direskrimsus Polda Jateng ungkap praktek produksi oli ilegal

Tumpukan botol oli bekas yang telah disita aparat Ditreskrimsus Polda Jateng. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Semarang, IDN TImes - Aparat gabungan Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah membongkar praktik penjualan oli oplosan di Kota Semarang. Ketika menyelidiki tiga gudang penyimpanan oli tiga lokasi, masing-masing di Kecamatan Wonosalam, Demak, Semarang Timur, dan Jalan Kayumas, Perumahan Tanah Mas, Semarang Utara, aparat kepolisian menemukan tumpukan botol bekas dan sejumlah alat untuk memproduksi oli oplosan. 

Informasi dari polisi, dua warga Semarang bernama Agung dan Ali Mahmudi ditangkap setelah tepergok mengoplos oli Yamalube dan AHM dengan zat pewarna. 

"Untuk oli asli cairannya bersih. Sedangkan yang palsu warnanya pekat atau butek," kata Direskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Dwi Subagio saat memberikan keterangan kepada wartawan di gudang oli oplosan Jalan Kayumas, Tanah Mas, Semarang, Kamis (20/10/2022). 

Baca Juga: Resesi Global di Depan Mata! Ekspor Kayu dan Pakaian asal Jateng Anjlok 55 Persen

1. Oli asli warnanya lebih jernih

Sebuah pikap saat dipasangi garis polisi di lokasi gudang oli oplosan Jalan Kayumas Tanahmas, Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Kedua pelaku kedapatan memproduksi oli oplosan dengan mendaur ulang oli bekas yang disimpan di dalam tandon. Setelahnya, botol bekas yang sudah disiapkan lalu diisi oli oplosan dan juga memasang karet segel tutup botol sebelum diedarkan ke masyarakat. 

Ia menyebutkan untuk membedakan kandungan oli asli dan oplosan bisa dilakukan beberapa cara. Salah satunya mengamati dengan jeli warna cairan oli. Untuk oli AHM kandungan warnanya lebih bersih dan berwarna kuning. Sedangkan oli Yamalube warnanya cenderung hijau. 

2. Polisi minta masyarakat teliti saat beli oli di bengkel

Ilustrasi Spare Part Motor (IDN Times/Dwi Agustiar)

Ia menyarankan supaya masyarakat teliti saat membeli oli di bengkel. Sebaiknya, katanya masyarakat membeli oli di agen resmi agar tidak gampang tertipu. 

"Pastikan beli oli di agen resminya. Kalaupun terpaksa beli di bengkel mesti jeli melihat segel tutup dan kandungan olinya," tambah Kasubdit Indagsi Direskrimsus Polda Jateng, AKBP Rosyid Hartanto.

3. Enam tandon disita polisi

Ilustrasi oli motor (IDN Times/Dhana Kencana)

Selama beraksi, Agung dan Ali Mahmudi memproduksi 3.000 oli oplosan saban hari dengan jumlah uang yang mereka dapatkan mencapai Rp960 juta.

Atas perbuatannya, polisi menyita polisi menyita 3 mesin video set, 3 mesin alat pengikat, 6 tandon penampungan oli, 50 drum kosong serta ribuan botol oli siap edar.

"Ditreskrimsus juga menyita enam pikap yang diduga dipakai untuk mengangkut oli palsu," katanya. 

Baca Juga: Saksi Kunci Tewas, Polda Jateng Lanjutkan Usut Korupsi Aset BSB Mijen

Berita Terkini Lainnya