Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
100 Kilometer Lebih Jalur Mudik Pantura Timur Remuk Diterjang Banjir
Foto udara kondisi banjir yang merendam kawasan Alun-alun Demak di depan Masjid Agung Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (19/3/2024). Bencana banjir karena curah hujan tinggi beberapa hari sejak Rabu (13/3) dari hulu ke hilir yang dipengaruhi bibit siklon tropis itu mengakibatkan sejumlah tanggul sungai jebol dan melimpas sehingga menyebabkan beberapa ruas jalan protokol di pusat kota terendam (ANTARA FOTO/Aji Styawan)
  • DPUBMCK Jateng menemukan hampir 100 km jalan rusak di jalur mudik Pantura Timur Jawa Tengah akibat banjir.
  • Ada 800 personel yang bersiaga untuk memperbaiki jalan provinsi yang akan digunakan untuk arus mudik.
  • Kerusakan jalan disebabkan oleh aspal yang mengelupas karena terendam air cukup lama dan dilewati kendaraan berat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Tak kurang 100 kilometer jalur mudik yang berada di wilayah Pantura Timur Jawa Tengah mengalami kerusakan parah pasca bencana banjir melanda wilayah tersebut. 

Berdasarkan pendataan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Jawa Tengah, kerusakan terparah tampak di ruas jalan provinsi Kabupaten Kudus, Kabupaten Demak dan Kabupaten Jepara. 

"Hampir 100-an kilometer jalan yang rusak. Pekerjaan rumah kita memang berat. Karena cuaca masih ekstrem ditambah masih banjir," ujar AR Hanung Triyono, Kepala DPUBMCK Jawa Tengah, Senin (25/3/2024). 

1. Siagakan 800 personel di lapangan

Warga naik perahu di depan rumah yang terendam banjir di Desa Ketanjung, Karanganyar, Demak, Jawa Tengah, Minggu (17/3/2024). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat banjir yang menerjang Kabupaten Demak sejak Rabu (13/3) hingga Minggu (17/3) karena jebolnya tanggul Sungai Irigasi Jratunseluna serta tanggul Sungai Wulan itu menyebabkan ribuan rumah terendam dan 27.254 KK di 88 desa dari 11 kecamatan terdampak. (ANTARA/Yusuf Nugroho)

Hanung menjelaskan saat ini ada 800 personel yang bersiaga untuk memperbaiki jalan provinsi yang akan digunakan untuk arus mudik. 

Ia berharap bahwa jika banjir surut akan mempermudah perbaikan jalan terutama menambal aspal yang mengelupas dan remuk. 

"Kita sudah siapkan 800 personel, kita usahakan percepat. Maka semoga banjir lekas surut dan tak ada tanggul jebol lagi waktu arus mudik. Karena tambah tak memungkinkan untuk dilewati," tuturnya. 

2. Jalur alternatif juga rusak

Ilustrasi jalan kosong (Pixabay.com/Paul)

Lebih lanjut, ia mengemukakan kerusakan-jalur mudik diakibatkan aspal jalan terendam air cukup lama sehingga mengelupas. 

Di samping itu, jalan alternatif yang terdampak atau rusak lantaran dilewati kendaraan berat ketika jalur Pantura Demak-Kudus lumpuh.

Kerusakan jalan berupa lubang-lubang menganga dengan ukuran bervariasi di masing-masing titik. Penyebab kerusakan karena jalan berbahan dasar aspal telah dilewati angkutan berat selama pengalihan arus akibat banjir di Karangayar, Demak. 

3. DPU masih sebatas menambal jalan

Ilustrasi jalan. (paturnpike.com)

Jika dihitung secara rinci, katanya total panjang jalan provinsi mencapai 2.404,741 kilometer. 

Ia berkomitmen memperbaiki dan memelihara jalur provinsi agar layak dilewati pemudik. Namun perbaikan masih sebatas menambal lubang jalan. 

"Semua kita pelihara, perbaiki. Dan jelang mudik sifatnya masih darurat. Kita lakukan dengan penambalan. Tapi beberapa titik belum. Karena air belum surut. Seperti di Undaan terus ada di Kudus, yang posisi masih," paparnya. 

Editorial Team

Related Article