Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

167 Film Ikuti LOFF 2026, Buka Jalan Sineas Muda Semarang Berkarya

Kota Semarang
3 min read
167 Film Ikuti LOFF 2026, Buka Jalan Sineas Muda Semarang Berkarya
Penganugerahan Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026 di Gedung Ki Narto Sabdo, Taman Budaya Raden Saleh, Jumat (23/10/2026) malam. (Dok. Pemkot Semarang)
  • LOFF 2026 di Semarang diikuti 167 film pendek dari berbagai daerah, dengan 20 karya terpilih untuk kompetisi bertema “Seribu Pintu Menuju Sinema Dunia”.

  • Pemkot Semarang mendorong festival menjadi ruang tumbuh ekosistem perfilman, memanfaatkan potensi cerita lokal dari sejarah, budaya, kampung, pesisir, hingga kehidupan sehari-hari.

  • Program Film Fund membina delapan tim dari 31 proposal; SEGI Film menerima Rp50 juta, sementara pemkot menjajaki pembiayaan bagi 38 proposal lain. Pemenang terbaik: Sri Rejeki, Curhatan Revi Siterusah, dan Throughout These Cages.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times – Sebanyak 167 film pendek dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026. Pemerintah Kota Semarang berharap festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga membuka jalan bagi sineas muda untuk mengembangkan karya hingga tahap produksi.

  1. 1. Gairahkan anak muda produksi film

    Loff, film pendek, anugerah film pendek
    Penganugerahan Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026 di Gedung Ki Narto Sabdo, Taman Budaya Raden Saleh, Jumat (23/10/2026) malam. (Dok. Pemkot Semarang)

    Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyampaikan harapan tersebut saat malam penganugerahan LOFF 2026 di Gedung Ki Narto Sabdo, Taman Budaya Raden Saleh, Jumat (23/10/2026) malam.

    “Yang penting adalah festival ini menggairahkan anak-anak muda untuk membuat film. Ada masa depan di dunia film, dan kami ingin Kota Semarang menjadi salah satu tempat tumbuhnya ekosistem perfilman Indonesia,” ujarnya.

    Menurutnya, pengembangan industri film tidak cukup hanya dengan mendorong produksi karya. Ekosistem yang mendukung juga diperlukan agar film memiliki kesempatan menjangkau penonton dan berkembang setelah proses produksi selesai.

    Semarang, lanjut Agustina, memiliki beragam potensi cerita yang dapat diangkat ke layar, mulai dari sejarah, budaya, kehidupan kampung, kawasan pesisir, hingga keseharian masyarakat.

  2. 2. Puluhan proposal film masih butuh jalur produksi

    Loff, film pendek, anugerah film pendek
    Penganugerahan Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026 di Gedung Ki Narto Sabdo, Taman Budaya Raden Saleh, Jumat (23/10/2026) malam. (Dok. Pemkot Semarang)

    Salah satu upaya pengembangan sineas muda melalui LOFF dilakukan lewat program Film Fund. Program ini menerima 31 proposal ide cerita, dengan delapan tim mendapatkan pembinaan intensif bersama sembilan praktisi perfilman nasional.

    Dukungan produksi senilai Rp50 juta diberikan kepada SEGI Film untuk menggarap karya berjudul Pedas Level Up.

    Agustina menyampaikan, masih ada 38 proposal film yang perlu dipikirkan jalur produksinya. Pemkot Semarang pun akan menjajaki kemungkinan pembiayaan kreatif dengan melibatkan berbagai pihak agar lebih banyak karya berpeluang diproduksi.

    “Masih ada proposal-proposal film yang perlu kita pikirkan bagaimana jalur produksinya,” ujarnya.

    Peluang pembiayaan tersebut menjadi salah satu pekerjaan lanjutan agar ide cerita yang telah dikembangkan sineas tidak berhenti pada tahap proposal atau kompetisi.

    Agustina berharap, LOFF dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya dan membantu membangun Semarang sebagai kota sinema yang terbuka bagi perkembangan industri film.

  3. 3. Ini daftar Film Pendek Terbaik LOFF 2026

    Loff, film pendek
    Penganugerahan Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026 di Gedung Ki Narto Sabdo, Taman Budaya Raden Saleh, Jumat (23/10/2026) malam. (Dok. Pemkot Semarang)

    Ketua Komite LOFF, Samuel Watimena mengatakan, festival tahun ini menghadirkan sejumlah program pengembangan perfilman sejak diluncurkan pada Mei 2026.

    Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Lawang Talk, Film Fund, lokakarya, Mini Lab, kompetisi film pendek nasional, pemutaran film, hingga Film Week.

    Dari 167 film pendek yang masuk ke kompetisi, sebanyak 20 karya terpilih. Festival ini mengusung tema “Seribu Pintu Menuju Sinema Dunia” dengan tagline Semarang Berkisah untuk Cerita Dunia.

    Tema tersebut membawa harapan agar karya sineas Indonesia memiliki kesempatan menjangkau penonton yang lebih luas, sekaligus menjadikan Semarang sebagai ruang pertemuan bagi pembuat film dari berbagai daerah.

    Pada malam penganugerahan, penghargaan Film Pendek Terbaik diberikan kepada tiga karya dari kategori berbeda, yakni:

    • Kategori pelajar: Sri Rejeki
    • Kategori mahasiswa: Curhatan Revi Siterusah
    • Kategori umum: Throughout These Cages

    Melalui kompetisi dan program pembinaannya, LOFF diharapkan dapat mempertemukan sineas, membuka peluang produksi, serta memberi ruang bagi karya film pendek untuk terus berkembang setelah festival berakhir.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More