Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Menghemat Listrik AC 30% Tanpa Takut Kepanasan Malam Hari

Kota Semarang
3 min read
5 Cara Menghemat Listrik AC 30% Tanpa Takut Kepanasan Malam Hari
Ilustrasi penggunaan Air Conditioner (AC) di dalam rumah (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)
  • Mengatur AC pada 25–26°C sambil memakai kipas angin kecepatan rendah dapat menciptakan sensasi lebih dingin dan meringankan kerja kompresor; kenaikan 1°C disebut menghemat listrik 7–10%.

  • Sleep Mode menaikkan suhu bertahap saat tubuh tidur, sedangkan Timer Off satu jam sebelum bangun mengurangi durasi pemakaian tanpa menghilangkan hawa dingin yang tersisa di kamar.

  • Menutup rapat pintu, jendela, dan celah dengan door seal mencegah kebocoran udara; saat kedinginan, naikkan suhu AC daripada mematikan lalu menyalakannya kembali.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sering merasa pusing saat melihat tagihan listrik bulanan mendadak membengkak gara-gara AC menyala semalaman? Di satu sisi ingin menghemat pengeluaran, tetapi di sisi lain rasanya sulit untuk tidur lelap kalau kamar terasa panas dan gerah.

Keresahan ini sering kali menghampiri siapa saja yang ketergantungan pada pendingin ruangan di malam hari. Padahal, kamu sebenarnya bisa memotong biaya energi tanpa harus mengorbankan kenyamanan tidur. Buat kamu yang ingin kantong tetap aman dan tidur tetap nyenyak, yuk simak lima langkah taktis berikut ini!

  1. 1. Terapkan Formula Suhu 25°C dan Kipas Angin Speed 1

    Termostat digital Stelpro di dinding menampilkan pengaturan suhu ruangan
    Ilustrasi termostat suhu kamar (pexels.com/Erik Mclean)

    Menyetel remote AC pada suhu ekstrem seperti 16°C hingga 18°C merupakan kesalahan fatal. Kebiasaan ini memaksa kompresor bekerja tanpa henti dengan daya maksimal demi mengejar target suhu yang hampir mustahil dicapai.

    Cukup setel AC kamu di angka 25°C atau 26°C, lalu nyalakan kipas angin dengan kecepatan paling rendah (Speed 1) dalam mode berputar (swing). Perpaduan ini menciptakan efek wind chill atau sensasi dingin buatan yang membuat kulit merasakan suhu 22°C, sementara kompresor bekerja jauh lebih ringan. Menaikkan suhu remote sebesar 1°C saja terbukti menghemat listrik sekitar 7% hingga 10%.

  2. 2. Wajib Mengaktifkan Fitur Sleep Mode Sebelum Tidur

    Ilustrasi wanita yang nyaman berkat fasilitas sleep tech
    Ilustrasi wanita yang nyaman berkat fitur sleep mode (pexels.com/cottonbro studio)

    Saat tertidur lelap, metabolisme tubuh akan melambat sehingga suhu tubuh alami perlahan menurun. Akibatnya, kamar yang awalnya terasa pas bisa berubah menjadi sangat dingin menjelang subuh hingga membuat kamu terbangun hanya untuk mencari selimut.

    Aktifkan fitur Sleep Mode pada remote AC sebelum memejamkan mata. Fitur pintar ini akan menaikkan suhu ruangan sebesar 1°C setelah satu jam dan naik 1°C lagi di jam berikutnya. AC akan menjaga suhu hemat tersebut sepanjang malam, membuat kamu terhindar dari kedinginan sekaligus menekan konsumsi token listrik.

  3. 3. Atur Timer Mati Otomatis Satu Jam Sebelum Bangun

    ilustrasi perempuan bangun tidur
    ilustrasi perempuan bangun tidur (pexels.com/Miriam Alonso)

    Udara luar di pagi hari sekitar pukul 04.00 hingga 05.00 umumnya sudah mulai sejuk. Membiarkan AC terus menyala sampai kamu benar-benar terbangun dan mandi sebenarnya merupakan bentuk pemborosan energi.

    Jika kamu terbiasa bangun pukul 05.30 WIB, setel fitur Timer Off di angka 04.30 WIB. Hawa dingin yang terperangkap di dalam kamar tertutup masih sanggup bertahan selama 1 hingga 1,5 jam. Kamu tetap bisa tidur lelap tanpa kepanasan sambil memotong durasi pemakaian AC sebanyak satu jam setiap hari.

  4. 4. Tutup Rapat Celah Kamar dengan Door Seal

    ilustrasi menutup pintu
    ilustrasi menutup pintu (magnific.com/wirestock)

    Kinerja AC yang terlalu berat kerap disebabkan oleh adanya kebocoran udara. Udara dingin yang keluar ruangan serta masuknya udara hangat dari luar memaksa kompresor bekerja ekstra keras untuk mendinginkan kembali isi kamar.

    Pastikan pintu dan jendela kamar tertutup rapat. Kamu juga bisa memasang door seal atau karet penutup celah di bagian bawah pintu untuk menahan udara dingin agar tidak terbuang sia-sia ke ruangan lain.

  5. 5. Hindari Kebiasaan Matikan-Nyalakan AC dalam Waktu Singkat

    menyalakan AC
    ilustrasi menyalakan AC (pexels.com/Jakub Zerdzicki)

    Saat terbangun di tengah malam karena merasa kedinginan, hindari kebiasaan mematikan unit AC lalu menyalakannya kembali 30 menit kemudian saat mulai merasa gerah.

    Lonjakan daya awal (starting watt) saat AC non-inverter pertama kali dinyalakan adalah momen ketika energi listrik tersedot paling besar. Jika merasa terlalu dingin, cukup naikkan suhu remote menjadi 26°C atau 27°C tanpa perlu mematikan mesin AC.

    Menghemat pengeluaran tagihan listrik tidak harus mengorbankan kualitas tidur lelap kamu di malam hari. Cukup dengan mengubah kebiasaan kecil dan memanfaatkan fitur pintar pada AC, tagihan bulanan bisa susut hingga 30%.

    Apakah kamu sudah menerapkan formula 25°C + kipas angin di kamar tidur malam ini? Tulis pengalaman kamu di kolom komentar ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More