Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Menghemat Listrik AC 30% Tanpa Takut Kepanasan Malam Hari
Ilustrasi penggunaan Air Conditioner (AC) di dalam rumah (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)
  • Mengatur AC pada 25–26°C sambil memakai kipas angin kecepatan rendah dapat menciptakan sensasi lebih dingin dan meringankan kerja kompresor; kenaikan 1°C disebut menghemat listrik 7–10%.

  • Sleep Mode menaikkan suhu bertahap saat tubuh tidur, sedangkan Timer Off satu jam sebelum bangun mengurangi durasi pemakaian tanpa menghilangkan hawa dingin yang tersisa di kamar.

  • Menutup rapat pintu, jendela, dan celah dengan door seal mencegah kebocoran udara; saat kedinginan, naikkan suhu AC daripada mematikan lalu menyalakannya kembali.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sebelum tidur

Aktifkan Sleep Mode untuk menaikkan suhu secara bertahap dan menekan konsumsi listrik.

setelah satu jam

Sleep Mode menaikkan suhu ruangan sebesar 1°C.

di jam berikutnya

Sleep Mode menaikkan suhu lagi sebesar 1°C.

sepanjang malam

AC menjaga suhu hemat agar pengguna tidak kedinginan dan konsumsi listrik berkurang.

pagi hari sekitar pukul 04.00 hingga 05.00

Udara luar umumnya mulai sejuk sehingga AC tidak perlu terus menyala.

pukul 04.30 WIB

Timer Off dapat diatur pada waktu ini bagi pengguna yang biasa bangun pukul 05.30 WIB.

pukul 05.30 WIB

Contoh waktu bangun yang digunakan untuk menentukan pengaturan Timer Off.

30 menit kemudian

Hindari menyalakan kembali AC setelah dimatikan karena lonjakan daya awal dapat meningkatkan pemakaian listrik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Lima langkah penghematan listrik AC malam hari meliputi pengaturan suhu 25–26°C dengan kipas, Sleep Mode, Timer Off, penutupan celah kamar, serta menghindari mematikan dan menyalakan AC dalam waktu singkat.
  • Who?
    Pengguna AC, terutama yang menyalakan pendingin ruangan semalaman dan ingin menekan tagihan listrik tanpa mengurangi kenyamanan tidur.
  • Where?
    Di kamar tidur atau ruangan tertutup yang menggunakan AC, khususnya pada pintu dan jendela yang perlu ditutup rapat untuk mencegah kebocoran udara dingin.
  • When?
    Pada malam hari sebelum dan selama tidur. Timer Off dapat diatur satu jam sebelum waktu bangun, misalnya pukul 04.30 WIB bagi yang bangun pukul 05.30 WIB.
  • Why?
    Pengaturan suhu terlalu rendah, kebocoran udara, dan penyalakan ulang AC dapat membuat kompresor bekerja lebih berat serta meningkatkan konsumsi listrik.
  • How?
    Setel AC 25–26°C, gunakan kipas Speed 1, aktifkan Sleep Mode, atur Timer Off, pasang door seal bila perlu, dan naikkan suhu ke 26–27°C saat terlalu dingin tanpa mematikan AC.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kita bisa hemat listrik AC sampai 30 persen tanpa kepanasan. AC bisa diatur 25 atau 26 derajat, lalu kipas pelan dinyalakan. Sebelum tidur, pakai Sleep Mode dan timer mati. Pintu serta jendela harus rapat. Kalau kedinginan, suhu dinaikkan saja, jangan AC dimatikan lalu dinyalakan lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dengan pengaturan suhu yang lebih moderat, pemanfaatan kipas, sleep mode, timer, dan penutupan celah kamar, penggunaan AC malam hari dapat menjadi lebih efisien tanpa mengabaikan kenyamanan tidur. Langkah-langkah sederhana ini juga membantu penghuni menyesuaikan pendinginan dengan perubahan suhu tubuh dan udara menjelang pagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sering merasa pusing saat melihat tagihan listrik bulanan mendadak membengkak gara-gara AC menyala semalaman? Di satu sisi ingin menghemat pengeluaran, tetapi di sisi lain rasanya sulit untuk tidur lelap kalau kamar terasa panas dan gerah.

Keresahan ini sering kali menghampiri siapa saja yang ketergantungan pada pendingin ruangan di malam hari. Padahal, kamu sebenarnya bisa memotong biaya energi tanpa harus mengorbankan kenyamanan tidur. Buat kamu yang ingin kantong tetap aman dan tidur tetap nyenyak, yuk simak lima langkah taktis berikut ini!

1. Terapkan Formula Suhu 25°C dan Kipas Angin Speed 1

Ilustrasi termostat suhu kamar (pexels.com/Erik Mclean)

Menyetel remote AC pada suhu ekstrem seperti 16°C hingga 18°C merupakan kesalahan fatal. Kebiasaan ini memaksa kompresor bekerja tanpa henti dengan daya maksimal demi mengejar target suhu yang hampir mustahil dicapai.

Cukup setel AC kamu di angka 25°C atau 26°C, lalu nyalakan kipas angin dengan kecepatan paling rendah (Speed 1) dalam mode berputar (swing). Perpaduan ini menciptakan efek wind chill atau sensasi dingin buatan yang membuat kulit merasakan suhu 22°C, sementara kompresor bekerja jauh lebih ringan. Menaikkan suhu remote sebesar 1°C saja terbukti menghemat listrik sekitar 7% hingga 10%.

2. Wajib Mengaktifkan Fitur Sleep Mode Sebelum Tidur

Ilustrasi wanita yang nyaman berkat fitur sleep mode (pexels.com/cottonbro studio)

Saat tertidur lelap, metabolisme tubuh akan melambat sehingga suhu tubuh alami perlahan menurun. Akibatnya, kamar yang awalnya terasa pas bisa berubah menjadi sangat dingin menjelang subuh hingga membuat kamu terbangun hanya untuk mencari selimut.

Aktifkan fitur Sleep Mode pada remote AC sebelum memejamkan mata. Fitur pintar ini akan menaikkan suhu ruangan sebesar 1°C setelah satu jam dan naik 1°C lagi di jam berikutnya. AC akan menjaga suhu hemat tersebut sepanjang malam, membuat kamu terhindar dari kedinginan sekaligus menekan konsumsi token listrik.

3. Atur Timer Mati Otomatis Satu Jam Sebelum Bangun

ilustrasi perempuan bangun tidur (pexels.com/Miriam Alonso)

Udara luar di pagi hari sekitar pukul 04.00 hingga 05.00 umumnya sudah mulai sejuk. Membiarkan AC terus menyala sampai kamu benar-benar terbangun dan mandi sebenarnya merupakan bentuk pemborosan energi.

Jika kamu terbiasa bangun pukul 05.30 WIB, setel fitur Timer Off di angka 04.30 WIB. Hawa dingin yang terperangkap di dalam kamar tertutup masih sanggup bertahan selama 1 hingga 1,5 jam. Kamu tetap bisa tidur lelap tanpa kepanasan sambil memotong durasi pemakaian AC sebanyak satu jam setiap hari.

4. Tutup Rapat Celah Kamar dengan Door Seal

ilustrasi menutup pintu (magnific.com/wirestock)

Kinerja AC yang terlalu berat kerap disebabkan oleh adanya kebocoran udara. Udara dingin yang keluar ruangan serta masuknya udara hangat dari luar memaksa kompresor bekerja ekstra keras untuk mendinginkan kembali isi kamar.

Pastikan pintu dan jendela kamar tertutup rapat. Kamu juga bisa memasang door seal atau karet penutup celah di bagian bawah pintu untuk menahan udara dingin agar tidak terbuang sia-sia ke ruangan lain.

5. Hindari Kebiasaan Matikan-Nyalakan AC dalam Waktu Singkat

ilustrasi menyalakan AC (pexels.com/Jakub Zerdzicki)

Saat terbangun di tengah malam karena merasa kedinginan, hindari kebiasaan mematikan unit AC lalu menyalakannya kembali 30 menit kemudian saat mulai merasa gerah.

Lonjakan daya awal (starting watt) saat AC non-inverter pertama kali dinyalakan adalah momen ketika energi listrik tersedot paling besar. Jika merasa terlalu dingin, cukup naikkan suhu remote menjadi 26°C atau 27°C tanpa perlu mematikan mesin AC.

Menghemat pengeluaran tagihan listrik tidak harus mengorbankan kualitas tidur lelap kamu di malam hari. Cukup dengan mengubah kebiasaan kecil dan memanfaatkan fitur pintar pada AC, tagihan bulanan bisa susut hingga 30%.

Apakah kamu sudah menerapkan formula 25°C + kipas angin di kamar tidur malam ini? Tulis pengalaman kamu di kolom komentar ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article