5 Fakta Kasus OTT KPK Bupati Klaten, Suap Audit BPK Hingga Minta Maaf

KPK mengamankan 20 orang dalam OTT di Klaten dan Jakarta, termasuk Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo serta Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah Ahmad Luthfi H. Rahmatullah.
Kasus ini terkait dugaan suap pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta audit laporan keuangan Pemkab Klaten; KPK turut memeriksa ASN, pihak BPK, dan swasta.
Penyidik menyita uang tunai sekitar Rp1 miliar dan menggelar perkara untuk menentukan status hukum; Hamenang meminta maaf sebelum dibawa ke Jakarta.
Klaten, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) ke-23 sepanjang tahun 2026. Dalam operasi tangkap tangan yang berlangsung di Klaten dan Jakarta ini, tim penyidik KPK berhasil mengamankan 20 orang, termasuk Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Luthfi H. Rahmatullah.
Selain mengamankan belasan pejabat dan pihak swasta, lembaga antirasuah tersebut juga menyita barang bukti berupa uang tunai yang ditaksir mencapai Rp1 miliar. Berikut fakta-fakta OTT KPK tersebut
1. Ada 19 Orang Ditangkap di Klaten, 1 Ditangkap di Jakarta

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo bicara penggeldahan di Kantor Nusron Wahid. (IDN Times/Amir Faisol). Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan secara serentak di dua lokasi berbeda. Dari total 20 orang yang diamankan, sebanyak 19 orang ditangkap di wilayah Klaten, Jawa Tengah, sedangkan satu orang lainnya ditangkap di Jakarta.
"Pihak yang diamankan di Jakarta saat ini sedang menjalani permintaan keterangan di Gedung Merah Putih KPK," ujar Budi Prasetyo di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo beserta belasan pihak lainnya yang terjaring di Klaten langsung menjalani pemeriksaan intensif di Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Klaten.
2. Dugaan Suap Pengadaan Barang, Perizinan, dan Audit BPK

Suasana rumah dinas Bupati Klaten, Kamis (15/10/2026) siang. (IST) Budi menjelaskan bahwa OTT ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan suap oleh Bupati Klaten. Suap tersebut diduga berasal dari pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta penerimaan lainnya dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klaten.
Tak hanya itu, KPK juga menemukan dugaan keterlibatan Bupati Klaten dalam menyuap oknum BPK terkait proses audit laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Klaten.
"Selain Bupati selaku penyelenggara negara, ada juga ASN baik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten maupun Badan Pemeriksa Keuangan, serta unsur swasta. Dari ASN BPK ada dua orang, salah satunya adalah Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah," jelas Budi.
3. Sita Barang Bukti Uang Tunai Rp1 Miliar

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo tiba di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) (IDN Times/Aryodamar) Dalam operasi ini, tim penyidik mengamankan barang bukti berupa uang tunai. Saat ini, proses penghitungan pasti masih terus berjalan di lapangan.
"Tim mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai. Masih proses hitung. Hitungan awal sementara sekitar Rp1 miliar," tambah Budi.
Guna menentukan status hukum para pihak yang terjaring OTT tersebut, KPK langsung menggelar ekspose atau gelar perkara pada Kamis malam di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
4. Hamenang meminta maaf

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo (kiri) berjalan seusai menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Polresta Klaten, Jawa Tengah, Kamis (15/10/2026). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/tom) Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo sebelumnya ditangkap di rumah dinas Bupati, di Jalan Pemuda, Klaten. Sekitar pukul 07.00 penindak dari KPK mendatangi rumah dinas, kemudian pukul 08.00 Hamenang digelandang ke Mapolresta Klaten untuk diperiksa. Sejumlah ASN termasuk Pj Sekda Klaten Jaka Purwanto dan swasta juga terpantau diperiksa oleh penyidik.
Pemeriksaan berlangsung selama 14 jam, Kamis, (15/10/2026) sekitar pukul 22.28 ā 22.30 WIB Bupati Klaten yang diusung PDIP tersebut keluar dari ruang pemeriksaan dan dibawa ke Jakarta menggunakan Kereta dari Stasiun Klaten. Saat keluar Hamenang sempat berkomentar meminta maaf kepada masyarakat Klaten. "Saya mohon maaf kepada masyarakat Kabupaten Klaten," katanya.
5. Polresta Klaten Beri Dukungan Tempat dan Pengamanan

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo (kiri) berjalan seusai menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Polresta Klaten, Jawa Tengah, Kamis (15/10/2026). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/tom) Dikonfirmasi terpisah, Kapolresta Klaten Kombes Pol Ari Cahya Nugraha membenarkan adanya pemeriksaan intensif yang dilakukan tim penyidik KPK terhadap Bupati Klaten dan sejumlah pihak di Mapolresta Klaten.
"Kami hanya menyediakan tempat dan melaksanakan pengamanan terbuka," kata Ari Cahya.
Pihak Polresta Klaten memberikan dukungan penuh berupa sarana dan prasarana demi kelancaran proses pemeriksaan awal yang dilakukan oleh KPK.


















