Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Sayur Ini Haram Dipanaskan Ulang Kalau Nggak Mau Pencernaan Bermasalah, Jangan Pernah!
ilustrasi sayur bayam (vecteezy.com/100418576893777328865)
  • Memanaskan ulang masakan tertentu berisiko mengubah zat nitrat menjadi racun dan memicu pertumbuhan bakteri berbahaya.

  • Sayuran tinggi nitrat alami seperti bayam, seledri, dan lobak sangat pantang masuk wajan untuk kedua kalinya.

  • Selalu patuhi Aturan 2 Jam agar makanan matang tidak terlalu lama berada di suhu ruang sebelum disimpan rapat di kulkas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa perut tiba-tiba kembung, begah, atau malah diare parah setelah makan sayur sisa semalam? Banyak orang mengira ini cuma masuk angin biasa, padahal biang keroknya bisa jadi murni karena kebiasaan memanaskan ulang masakan! Buat kamu yang sering masak dalam porsi besar demi menghemat waktu, rutinitas menghangatkan makanan ini wajib banget diwaspadai.

Pasalnya, ada beberapa jenis sayuran yang diam-diam menyimpan risiko tersembunyi jika dipanaskan berulang kali. Bukan sekadar mitos belaka, efeknya sanggup membuat saluran pencernaan meradang akibat adanya mutasi senyawa kimia dan paparan bakteri jahat. Biar usus tetap sehat, yuk bedah 5 jenis sayuran yang pantang masuk wajan untuk kedua kalinya!

1. Bayam si Gudang Nitrat

Ilustrasi sayur bayam (instagram.com/dianks7)

Bayam menduduki daftar teratas sayuran yang paling pantang dihangatkan kembali. Secara alami, sayur hijau yang kaya zat besi ini sangat padat akan kandungan senyawa nitrat.

Ketika dipanaskan berulang kali apalagi dengan suhu tinggi, kandungan nitrat ini akan berubah wujud menjadi nitrit, lalu bermutasi lagi menjadi nitrosamin yang sifatnya memicu kanker. Penumpukan nitrit ini juga mengganggu kemampuan darah dalam membawa oksigen, yang efek langsungnya bisa memicu kram perut atau rasa mual parah.

2. Seledri dalam Kuah Sup

ilustrasi seledri di atas talenan (vecteezy.com/Rawi Bunyarak)

Serupa dengan bayam, seledri yang sangat lazim dijadikan penyedap masakan berkuah seperti sup atau capcay juga menyimpan kadar nitrat alami yang luar biasa tinggi.

Memanaskan sup berisi potongan seledri berulang-ulang memiliki risiko melepaskan zat nitrit beracun ke dalam tubuh. Trik amannya, pisahkan kuah yang mau dihangatkan tanpa mengikutsertakan seledri matang di dalamnya. Sebagai gantinya, cukup taburkan seledri segar sesaat sebelum kuah hangat tersebut dihidangkan di meja makan.

3. Kentang dan Jebakan Suhu Ruang

ilustrasi kentang (unsplash.com/engin akyurt)

Sebenarnya, kentang sangat aman dari ancaman zat nitrat. Bahaya utama bagi pencernaan justru muncul dari cara penyimpanan setelah umbi padat ini selesai dimasak.

Kalau kentang matang dibiarkan mendingin begitu saja di suhu ruangan lebih dari dua jam, kondisi lembapnya akan memicu pertumbuhan bakteri Clostridium botulinum. Memanaskan ulang kentang di microwave sering kali kurang panas untuk membunuh spora bakteri mematikan ini, sehingga rentan memicu keracunan makanan serius dengan gejala muntah hingga diare hebat.

4. Jamur yang Proteinnya Super Sensitif

ilustrasi jamur panggang (magnific.com/magnific)

Jamur memang pantas menjadi primadona sebagai sumber protein dan asam amino nabati. Sayangnya, struktur protein pada bahan makanan lezat ini rupanya sangat sensitif terhadap perubahan suhu di dapur.

Begitu dipotong dan dimasak, enzim serta bakteri di udara akan langsung mulai memecah protein jamur. Kalau dipanaskan ulang keesokan harinya, protein rusak ini bakal mengalami perubahan komposisi kimia yang amat parah dan menjadi sangat sulit dicerna oleh lambung, memicu reaksi kembung dan begah seharian.

5. Lobak Sang Akumulator Nitrat

Potret sup ayam lobak (unsplash.com/miloleetw)

Baik lobak putih maupun lobak merah adalah andalan banyak orang untuk campuran kuah soto atau sup bening yang menyegarkan. Celakanya, sayuran jenis akar ini termasuk akumulator nitrat yang sangat kuat menyerap senyawa dari tanah.

Proses pemanasan yang berulang-ulang di atas kompor otomatis akan memaksa racun nitrit terlepas bebas dari dalam serat lobak. Kondisi ini tidak cuma merusak nilai gizi murninya, tapi juga sanggup mengubah hidangan sehat menjadi pemicu radang pada dinding saluran pencernaan.

Biar kesehatan usus selalu terjaga aman, pastikan mematuhi Aturan 2 Jam, yakni jangan pernah membiarkan masakan matang tergeletak di meja makan lebih dari batas waktu tersebut. Segera amankan ke dalam kulkas memakai wadah kedap udara. Kalaupun terpaksa harus menghangatkan masakan sisa kemarin, ambil porsinya seperlunya saja dan cukup panaskan satu kali.

Nah, dari kelima jenis sayuran di atas, mana nih yang paling sering tanpa sadar ikut dihangatkan berkali-kali di dapur rumahmu? Coba share pengalaman masak dan menjaga bahan makananmu di kolom komentar, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article