Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Trik Menyimpan Cabai dan Tomat Tanpa Plastik Bebas Busuk, Awet Bulanan!
ilustrasi cabai (pexels.com/ hartono subagio)
  • Bahan dapur seperti cabai dan tomat memerlukan perlakuan penyimpanan berbeda akibat perbedaan sifat kelembapan serta pelepasan gas etilen.

  • Penggunaan wadah kaca atau stainless steel yang dialasi kain katun serta selipan bawang putih ampuh menjaga kesegaran cabai hingga empat minggu.

  • Penyimpanan jangka panjang hingga berbulan-bulan dapat memanfaatkan teknik pembekuan (freezer) dalam bentuk irisan cabai atau pasta tomat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Cabai jangan dicuci dulu dan tangkainya dicabut. Cabai bisa disimpan di wadah kaca dengan kain dan satu bawang putih. Tomat jangan dicampur dengan cabai. Tomat ditaruh di wadah terbuka, bekas tangkainya di bawah. Kalau mau lama, cabai dan tomat bisa disimpan di freezer.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa kesal saat ingin memasak, tetapi stok cabai dan tomat yang disimpan di kulkas justru sudah membusuk, berair, atau berjamur? Keresahan ini sering kali dialami siapa saja yang ingin menghemat waktu belanja dengan menyetok bahan dapur untuk kebutuhan mingguan.

Menyimpan bahan makanan agar tetap segar sebenarnya tidak harus menggunakan kantong plastik sekali pakai. Buat kamu yang ingin menerapkan gaya hidup ramah lingkungan sekaligus menjaga bahan dapur tetap awet, yuk intip trik jitu menyimpan cabai dan tomat berikut ini!

1. Persiapan Cabai: Tanpa Dicuci dan Bebas Tangkai

ilustrasi mencuci cabai (vecteezy.com/seksanwangjaisuk565138)

Musuh utama cabai saat disimpan adalah kelembapan berlebih di permukaan kulitnya. Oleh karena itu, pastikan cabai dalam kondisi kering saat baru dibeli dan jangan dicuci terlebih dahulu. Mencucinya justru meninggalkan sisa air di celah-celah yang memicu pembusukan cepat.

Selanjutnya, petik dan patahkan seluruh tangkai hijau cabai. Tangkai merupakan bagian pertama yang biasanya membusuk dan menyebarkan spora jamur ke seluruh bagian cabai lainnya.

2. Manfaatkan Wadah Kaca dan Selipan Bawang Putih

ilustrasi menyimpan cabai (pexels.com/Viktoria Bzdyk)

Siapkan wadah food-grade berbahan kaca atau stainless steel. Lapisi bagian bawah dan dinding dalam wadah menggunakan kain katun tipis atau tisu dapur berbahan bambu yang bisa dicuci ulang untuk menyerap embun kondensasi kulkas.

Trik rahasia lainnya adalah menyelipkan satu siung bawang putih kupas di tengah-tengah tumpukan cabai. Bawang putih mengandung senyawa allicin yang berfungsi sebagai antibakteri alami pencegah jamur. Tutup wadah dengan rapat dan simpan di rak kulkas biasa.

3. Pisahkan Tomat dalam Wadah Terbuka

ilustrasi menyimpan tomat di kantong plastik (pexels.com/ www.kaboompics.com)

Tomat merupakan jenis buah yang memproduksi gas etilen, yaitu zat alami yang mempercepat proses pematangan. Menyatukan tomat dengan cabai di tempat yang sama akan membuat cabai cepat matang dan membusuk.

Alih-alih menggunakan wadah tertutup rapat, tempatkan tomat di dalam keranjang anyaman bambu atau mangkuk keramik. Tomat membutuhkan sirkulasi udara yang baik agar uap lembapnya tidak terperangkap dan memicu kebusukan.

4. Atur Posisi Tangkai Tomat dan Simpan di Laci Crisper

Tomat (pexels/Dmitry Kharitonov)

Letakkan tomat dengan posisi bagian bekas tangkai menghadap ke bawah (stem-side down). Area bekas tangkai merupakan bagian paling rapuh tempat keluarnya kelembapan dan masuknya bakteri, sehingga menutupi posisi tersebut akan menghambat masuknya udara luar.

Simpan wadah terbuka tersebut di area laci khusus sayuran (crisper drawer). Hindari meletakkan tomat di area yang terlalu dingin karena suhu ekstrem dapat merusak tekstur daging buah menjadi berpasir (mealy).

5. Metode Pembekuan untuk Stok Hingga Berbulan-bulan

ilustrasi menyimpan makanan di kulkas. (pexels.com/Pew Nguyen)

Jika kamu memiliki stok dalam jumlah sangat banyak dan ingin menyimpannya hingga tiga sampai enam bulan, metode pembekuan (freezer) adalah opsi terbaik. Untuk cabai, cuci bersih, keringkan secara total, iris-iris, lalu simpan dalam stoples kaca di dalam freezer.

Sementara untuk tomat, lakukan proses perebusan singkat (blanching), kupas kulitnya, lalu blender hingga menjadi pasta tomat. Simpan pasta ini di dalam cetakan es batu berbahan silikon atau stoples kaca kecil agar praktis digunakan saat memasak.

Menjaga stok bahan dapur tetap segar dan awet tanpa kantong plastik ternyata sangat mudah dilakukan jika kamu memahami sifat kelembapan serta suhu penyimpanan yang tepat.

Apakah kamu sudah pernah mencoba trik menyelipkan bawang putih saat menyimpan cabai di rumah? Tulis pengalaman kamu di kolom komentar ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article