8 Tips Menyimpan Cabai Biar Nggak Cepat Keriput dan Busuk

Cabai jadi salah satu bahan makanan yang penting dalam masakan Indonesia. Bahan ini membuat makanan jadi lebih pedas dan memiliki rasa serta aroma yang khas. Tapi sayangnya, jika disimpan terlalu lama, cabai bisa cepat keriput dan busuk.
Oleh karena itu, mengetahui cara menyimpan cabai jadi hal penting untuk diperhatikan. Kalau cara penyimpannya tepat, cabai bisa tahan lama dan tahan lebih lama. Berikut beberapa tips menyimpan cabai agar tetap awet dan tidak mudah rusak.
1. Pilih cabai yang segar dan kering

Pilih cabai yang kulitnya mulus, terasa keras saat ditekan, dan punya warna yang cerah. Hindari memilih cabai yang sudah layu, lembek, atau ada warna hitam. Cabai dengan ciri seperti itu umumnya lebih cepat busuk.
Cabai yang masih segar biasanya punya kandungan air yang cukup dan belum mulai proses pembusukan. Memilih cabai yang segar penting supaya masa simpan bisa bertahan lama.
2. Petik bagian tangkai

Potong bagian tangkai cabai sebelum disimpan. Tangkai menjadi bagian yang paling cepat busuk dan bisa membuat bagian lain ikut busuk. Sebelum disimpan, sebaiknya bagian tangkai dipotong terlebih dahulu.
Jika dibiarkan, bagian lain cabai bisa mengalami pembusukan dan menyebar ke seluruh bagian. Hal ini membuat cabai cepat rusak. Dengan memotong bagian tangkai, kamu bisa memperlambat semua bagian cabai jadi busuk.
3. Jangan cuci sebelum disimpan

Hindari mencuci cabai sebelum menyimpan. Sisa air bisa membuat cabai jadi cepat busuk. Sebaiknya cuci hanya sebelum digunakan.
Simpan cabai dalam kondisi kering dan bersih. Mencuci hanya sebelum digunakan membantu agar cabai tetap bersih tapi tetap tahan lama. Kalau memang ingin mencuci sebelum disimpan, pastikan cabai benar-benar sudah kering sebelum disimpan.
4. Gunakan tisu kering sebagai alas

Gunakan tisu dapur di bagian dasar sebagai alas dan sis dalam wadah penyimpanan. Tisu ini berfungsi untuk mencegah cabai jadi lembap yang akhirnya membuat cabai cepat busuk.
Dengan menggunakan lapisan tisu, cabai yang disimpan di dalam wadah bisa jadi lebih kering. Cara itu membuat cabai bisa bertahan lebih lama selama proses penyimpanan. Penggunaan tisu jadi cara sederhana tapi cukup efektif.
5. Pisahkan cabai yang mulai rusak

Biasakan untuk memeriksa kondisi cabai secara berkala. Kalau ada cabai yang mulai lembek atau berjamur, sebaiknya segera pisahkan dengan yang lain. Dengan begitu, cabai yang masih baik tidak cepat ikut rusak.
Jika ada cabai rusak yang dibiarkan bisa mempengaruhi yang lain. Ini bisa terjadi kalau menyimpannya dalam satu wadah tanpa mengecek.
6. Jangan disimpan dalam bentuk potongan

Cabai yang sudah dipotong akan lebih cepat rusak. Hal itu karena bagian dalamnya terbuka sehingga lebih mudah terkena udara. Sebaiknya simpan dalam kondisi utuh.
Kalau butuh sebagian, potong saat akan digunakan saja. Cara ini membantu menjaga cabai tetap segar dalam waktu lebih lama.
7. Bekukan jika ingin disimpan lama

Kalau ingin menyimpan cabai dalam jumlah banyak dan lama, bisa letakkan di freezer. Cabai bisa langsung dibekukan dalam kondisi utuh atau telah dipotong terlebih dahulu.
Cuci cabai terlebih dulu, lalu keringkan dengan baik sebelum dimasukkan ke dalam wadah atau plastik tertutup. Simpan di freezer agar cabai bisa bertahan lebih lama. Cara ini cocok jika ingin punya stok tanpa khawatir cepat rusak.
8. Ganti tisu secara berkala

Periksa kondisi cabai secara berkala setiap beberapa hari. Sekitar 2 sampai 3 hari sekali. Jika tisu dalam wadah sudah terasa lembap atau basah, kamu bisa segera menggantinya dengan tisu yang lebih kering dan baru.
Langkah ini penting untuk menjaga agar wadah penyimpanan tidak cepat lembap dan mencegah cabai cepat busuk. Dengan tisu kering, cabai tidak cepat jadi lembap dan akhirnya rusak.
Dengan beberapa cara di atas, kamu bisa menjaga cabai tetap segar lebih lama. Selain itu, kamu juga tidak perlu terlalu sering membeli cabai karena stok di rumah bisa awet.















