Jangan Satukan Tomat dan 2 Bahan Dapur Ini Kalau Gak Mau Keduanya Busuk dalam Semalam

- Tomat menghasilkan gas etilen tinggi yang dapat mempercepat pematangan dan pembusukan bahan dapur lain yang sensitif terhadap gas tersebut.
- Menyimpan tomat bersama mentimun membuat mentimun cepat kehilangan klorofil, berubah warna, lembek, dan rasanya menjadi pahit atau busuk.
- Kombinasi tomat dan kentang mempercepat pertumbuhan tunas pada kentang serta memicu jamur; sebaiknya simpan tomat terpisah di suhu ruang dengan sirkulasi udara baik.
Sering kesal gak sih, kalau mendapati stok sayur dan bahan makanan di dapur tiba-tiba layu, berair, bahkan membusuk hanya dalam waktu semalam? Padahal, perasaan baru kemarin kamu membelinya dalam kondisi segar di pasar atau swalayan.
Usut punya usut, kesalahan fatal ini sering terjadi bukan karena kulkas atau wadah penyimpananmu yang rusak. Melainkan karena kamu salah "menjodohkan" alias menyatukan bahan dapur tertentu. Salah satu pelaku utamanya adalah tomat.
Secara ilmiah, tomat adalah salah satu buah yang memproduksi gas etilen (hormon alami tumbuhan yang memicu proses pematangan) dalam jumlah tinggi. Jika tomat diletakkan bersebelahan dengan bahan makanan yang sangat sensitif terhadap etilen, bahan tersebut akan matang karbitan hingga membusuk dalam sekejap.
Melansir dari laman sains makanan kredibel seperti Healthline dan Food52, berikut adalah 2 bahan dapur yang haram hukumnya disimpan bareng tomat:
1. Mentimun

Menyatukan tomat dan mentimun di dalam satu wadah atau mangkuk yang sama adalah kesalahan yang paling sering dilakukan orang, terutama saat ingin membuat salad atau lalapan.
Efeknya: Mentimun adalah sayuran yang sangat sensitif terhadap gas etilen. Ketika terpapar gas dari tomat, mentimun akan kehilangan zat klorofilnya dengan sangat cepat.
Hasil Akhir: Hanya dalam hitungan jam atau semalam, kulit mentimun yang semula hijau segar akan berubah menjadi kuning, teksturnya menjadi lembek, berair, dan rasanya berubah menjadi pahit atau busuk.
2. Kentang

Bahan dapur kedua yang tidak boleh berdekatan dengan tomat adalah kentang. Kombinasi kedua bahan ini di dalam satu keranjang atau kompartemen kulkas yang sama bisa memicu kerugian ganda.
Efeknya: Kelembapan tinggi yang dikeluarkan oleh tomat, berpadu dengan gas etilen, akan menstimulasi mata tunas pada kentang untuk tumbuh lebih cepat dari waktunya.
Hasil Akhir: Kentang akan cepat bertunas, melunak, dan kulitnya menjadi keriput. Selain itu, kondisi lembek dari tomat yang mulai terlalu matang juga bisa memicu timbulnya jamur hitam (mold) pada permukaan kulit kentang.
3. Solusi Cara Menyimpan Tomat yang Benar

Biar bahan dapurmu awet dan tidak mubazir terbuang, para ahli mikrobiologi pangan menyarankan beberapa tips penyimpanan berikut:
Biarkan di Suhu Ruang: Tomat segar sebenarnya lebih baik disimpan di suhu ruang (di atas meja dapur) dengan sirkulasi udara yang baik, bukan di dalam kulkas. Suhu dingin kulkas justru bisa merusak tekstur daging tomat menjadi cenderung berpasir.
Sistem Sendiri-Sendiri: Jika terpaksa harus dimasukkan ke dalam kulkas, bungkus tomat menggunakan kantong kertas (paper bag) secara terpisah, lalu letakkan jauh dari kompartemen mentimun, kentang, atau sayuran berdaun hijau.
Jadi, mulai hari ini stop kebiasaan mencampur semua belanjaan sayur dalam satu wadah yang sama, ya!


















