Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mangut Ikan Beong Borobudur Magelang, Kuliner Gurih yang Wajib Dicoba

Mangut Ikan Beong Borobudur Magelang, Kuliner Gurih yang Wajib Dicoba
Mangut ikan beong salah kuliner khas sekitar candi borobudur kabupaten Magelang, Minggu (12/7/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Intinya Sih
  • Mangut Ikan Beong di Omah Kayoman, dekat Candi Borobudur, jadi kuliner khas yang menarik wisatawan karena cita rasa gurih dan kuah santan berbumbu rempah.
  • Warung Omah Kayoman berdiri sejak 2005 atas ide Bu Ipuk, awalnya menyajikan mangut wader sebelum menghadirkan Mangut Ikan Beong pada 2007 yang kini jadi menu andalan.
  • Ikan beong mirip lele namun berdaging tebal dan punya tiga patil, didatangkan dari Wonogiri untuk menjaga stok; seporsi kepala besar dijual sekitar Rp37.000.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Magelang, IDN Times – Saat berwisata ke Candi Borobudur, banyak wisatawan yang tak hanya puas dengan keindahan candi, tapi juga mencari kuliner khas setempat. Salah satu yang paling direkomendasikan adalah Omah Kayoman, warung makan sederhana di perkampungan yang menyajikan Mangut Ikan Beong legendaris.

Omah Kayoman terletak di Jl. Village Progowati, Kanden, Progowati, Mungkid, Kabupaten Magelang. Warung ini berada di tengah perkampungan, tidak jauh dari kawasan Candi Borobudur. Untuk mencapainya, pengunjung harus menyusuri jalan kecil di sekitar candi. Suasananya khas pedesaan yang tenang, cocok untuk bersantai sambil menikmati makanan.

1. Pengunjung asal Cilacap kaget karena pertama kali makan ikan beong

Tiga pria duduk di meja makan menikmati hidangan mangut ikan beong khas Borobudur di sebuah rumah makan di Magelang.
Agil (baju coklat) bersama dua rekannya saat bersiap menyantap mangut ikan beong khas borobudur, Magelang, Minggu (12/7/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Kuliner khas Magelang ini ternyata telah menarik perhatian para pengunjung dari berbagai daerah. Salah satunya adalah Agil Lastono, warga asal Cilacap, yang mengaku baru pertama kali mencicipi hidangan berbahan ikan air tawar endemik Sungai Progo tersebut. Agil datang bersama tiga rekannya untuk menikmati sajian yang dikenal dengan cita rasa gurih dan kuah santan berbumbu rempah.

Menurut Agil, mangut ikan beong memiliki rasa yang berbeda dibandingkan olahan ikan lainnya. Ia menilai bumbu mangut yang meresap menjadi daya tarik utama, sementara tekstur daging ikan beong terasa lebih padat dengan serat yang lebih tebal dibandingkan ikan lele. "Rasanya gurih banget, terutama bumbunya. Daging ikannya mirip lele tapi seratnya lebih tebal. Yang bikin heran, kepalanya besar sekali untuk penyajiannya," ujarnya.

Agil mengaku sempat penasaran saat pertama kali mendengar nama ikan beong. Namun, rasa penasaran itu berubah menjadi pengalaman kuliner yang berkesan setelah mencicipinya secara langsung. Ia bahkan mengaku ketagihan dan menilai mangut ikan beong layak menjadi salah satu kuliner khas Magelang yang wajib dicoba wisatawan saat berkunjung ke kawasan tersebut.

2. Asal mula ide berdiri warung

Seorang pria mengenakan kaus hitam sedang melayani pelanggan di warung makan dengan etalase berisi lauk pauk dan bahan makanan.
Samsul Arifin, pengelola warung ikan beong omah kayoman saat melayani pelanggannya, Minggu (12/7/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Pengelola warung, Samsul Arifin menjelaskan Warung Omah Kayoman mulai beroperasi sejak tahun 2005. Ide mendirikan warung makan berasal dari ibunya bernama Bu Ipuk. Awalnya, warung hanya menyajikan mangut wader. Baru pada tahun 2007, mereka mulai menghadirkan Mangut Ikan Beong yang kemudian menjadi menu andalan hingga sekarang.

Samsul menambahkan bahwa ikan beong didatangkan secara rutin dari Wonogiri. Mereka biasanya memesan sekitar 50 kg setiap 3–4 hari sekali. Warung ini banyak dikunjungi oleh sopir truk tambang pasir di sekitar lokasi pada masa awal berdirinya, sebelum akhirnya dikenal luas oleh masyarakat Magelang dan wisatawan.

Warung ikan beong Omah Kayoman sendiri buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, dengan puncak ramai saat jam makan siang. Selain pengunjung lokal, banyak juga yang datang dari luar kota. Bahkan tak jarang pelanggan membungkus mangut ikan beong untuk dibawa pulang hingga ke Jakarta dan Surabaya.

3. Ciri ikan beong punya tiga patil

Dua ekor ikan beong segar berwarna cokelat keabu-abuan dengan sirip tegak diletakkan di atas papan kayu basah.
Inilah penampakan ikan beong yang menjadi menu andalan bu Ipuk dari warung omah kayoman di sekitar candi borobudur, magelang.(IDN Times/Tangkapan layar)

Warung ini tampak seperti warteg biasa. Berbagai masakan kampung ditata di etalase, mulai dari sayur-sayuran, tahu, tempe, oseng-oseng, gudeg, hingga sayur lompong. Namun, yang menjadi bintang utama adalah Mangut Ikan Beong.

Ikan Beong sekilas mirip ikan lele, tetapi memiliki ciri khas tersendiri dagingnya lebih tebal, gurih, dan memiliki tiga patil. Ikan ini dulunya banyak ditemukan di Sungai Progo, namun kini populasinya menurun. Oleh karena itu, Omah Kayoman mendatangkan ikan beong ukuran jumbo dari Wonogiri.

Sensasi mangutnya sangat menggugah selera. Kuahnya pedas-gurih, bumbu meresap sempurna hingga ke dalam daging yang lembut. Satu porsi kepala besar ikan beong dijual dengan harga sekitar Rp 37.000. Sangat pas sebagai teman nasi hangat dengan lauk pendamping sayuran kampung.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest Food Jawa Tengah

See More