Kenapa Makan Apel dan Pir Lebih Sering Dipotong Dulu? Ini Alasannya

- Memotong apel atau pir membuatnya lebih praktis dimakan sambil beraktivitas, mudah dibagikan, lebih mudah dikunyah anak-anak dan lansia, serta dapat mengurangi risiko tersedak.
- Warna kecokelatan pada apel dan pir setelah dipotong terjadi karena oksidasi enzimatis; buah tetap aman selama tidak membusuk atau berbau. Lemon, jeruk, dan pendinginan membantu menjaga warna.
- Buah perlu dicuci dengan air mengalir sebelum dipotong untuk mengurangi kotoran dan bakteri pada kulit. Setelah itu, buah sebaiknya segera dikonsumsi atau disimpan di lemari es.
Purwokerto, IDN Times – Ada orang yang langsung menggigit apel atau buah pir begitu selesai dicuci. Namun, tak sedikit pula yang lebih suka mengirisnya menjadi beberapa potong terlebih dahulu. Sekilas terlihat sepele, tetapi kebiasaan ini ternyata punya sejumlah manfaat yang didukung oleh ilmu pengetahuan.
Salah satunya dilakukan oleh Andes, warga Sidanegara, Purwokerto, yang bekerja di Klinik Hukum Peradi SAI Purwokerto. Hampir setiap kali membawa bekal buah ke kantor, ia memilih memotong apel atau pir menjadi irisan kecil sebelum disantap.
"Kalau dipotong lebih praktis. Bisa dimakan sedikit sedikit sambil bekerja, dan kalau ada teman juga gampang dibagi,"kata Andes kepada IDN Times, Kamis (6/8/2026).
Kebiasaan Andes ternyata juga dilakukan banyak orang. Bukan hanya karena terlihat lebih rapi, tetapi juga membuat buah lebih mudah dinikmati di sela sela aktivitas.
1. Lebih praktis dan aman dimakan serta dibagikan

Menurut para ahli gizi, buah yang sudah dipotong lebih mudah dikunyah, terutama bagi anak anak maupun lansia. Potongan kecil juga dapat mengurangi risiko tersedak dibandingkan menggigit buah utuh.
Selain itu, makanan yang sudah siap disantap atau ready to eat cenderung lebih menarik untuk dikonsumsi. Tak heran jika seseorang lebih mudah menghabiskan satu buah apel ketika sudah dipotong potong dibanding masih utuh.
Alasan lain yang sering muncul adalah soal kebersamaan. Satu buah apel atau pir yang dipotong menjadi beberapa bagian bisa dinikmati bersama keluarga, teman kantor, maupun rekan belajar tanpa harus menyiapkan banyak buah.
Cara ini juga membantu mengurangi makanan yang terbuang karena setiap orang bisa mengambil sesuai kebutuhannya.
2. Kenapa apel berubah cokelat setelah dipotong?

Banyak orang mengira apel dan pir yang berubah warna menjadi cokelat sudah tidak layak dimakan. Padahal, seperti dilansir dari berbagai sumber bahwa perubahan warna itu merupakan proses alami yang disebut oksidasi enzimatis.
Saat daging apel atau pir terkena udara, enzim polyphenol oxidase (PPO) bereaksi dengan oksigen sehingga menghasilkan warna kecokelatan. Selama buah belum membusuk atau berbau tidak sedap, kondisinya masih aman dikonsumsi.
Agar warnanya tetap segar, potongan buah bisa diberi sedikit air perasan lemon atau jeruk yang kaya vitamin C. Cara lain adalah menyimpannya dalam wadah tertutup di dalam lemari pendingin.
3. Jangan lupa cuci sebelum dipotong

Sebuah sumber seperti Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) mengingatkan agar buah selalu dicuci menggunakan air mengalir sebelum dipotong. Langkah sederhana ini membantu mengurangi kotoran maupun bakteri yang mungkin menempel pada kulit buah.
Setelah dipotong, buah sebaiknya segera dikonsumsi atau disimpan di lemari es agar kualitas dan kesegarannya tetap terjaga.
Jadi, jika selama ini kamu terbiasa memotong apel atau pir sebelum dimakan, ternyata kebiasaan tersebut bukan sekadar soal gaya. Selain lebih praktis dan mudah dibagikan, cara ini juga bisa membuat orang lebih semangat mengonsumsi buah setiap hari.




















