6 Alasan Penting Mengapa Kamu Tidak Boleh Menghilang Saat Ingin Putus

- Jangan menghilang dari pacar meski perasaanmu sudah tak ada
- Kamu butuh memberikan kepastian dan mengakhiri pelarian
- Sikap bertanggung jawab dalam hubungan penting untuk kebahagiaan bersama
Sudah berapa lama kamu sengaja menghindari pasangan yang terus mencari kabar? Menghilang begitu saja hanya karena rasa cinta telah pudar bukanlah cara yang bijak untuk memperlakukan seseorang yang pernah mengisi hatimu.
Perasaan memang bisa berubah menjadi hambar, dan keinginan untuk bersama mungkin sudah hilang. Namun, memutus komunikasi secara sepihak atau mendadak sulit dihubungi bukanlah solusi dewasa. Tindakan "melarikan diri" ini justru akan memperumit masalah.
Kamu perlu mengakhiri hubungan dengan keberanian, bukan dengan menghilang. Berikut adalah enam alasan mengapa kamu harus segera menemui pasangan dan membicarakan penyelesaian masalah hubungan kamu berdua.
1. Menghilang tak beri kepastian untukmu maupun untuknya

Apa yang kamu dapatkan setelah menghilang sekian lama dari pacar sendiri? Bila dirimu merasa lebih tenang, paling itu cuma di awal. Kenyataannya justru kamu gak bisa hidup dengan bebas. Setiap dirimu mau bepergian ada rasa takut ketahuan oleh pacar atau temannya.
Kamu juga tak leluasa lagi main medsos karena takut dia tiba-tiba mengomentari unggahanmu dan menanyakan keberadaanmu. Bukan kecemasan demi kecemasan yang dirimu butuhkan, melainkan kepastian akan kelanjutan hubungan kamu berdua. Begitu pula pacarmu menginginkan kejelasan tentang status kamu berdua.
Baik kamu maupun dia sama-sama tidak bisa hidup damai. Dirimu berusaha menghilang, sedangkan pacarmu mencemaskanmu dan terus mencari. Segera hubungi atau temui ia supaya hubungan kamu berdua juga dapat dipastikan. Apakah kamu butuh waktu buat menumbuhkan cinta lagi, mau break dulu, atau putus saja?
2. Tiba-tiba muncul dengan pasangan baru sangat menyakitinya

Kamu tidak mungkin selamanya menyembunyikan diri. Kehidupanmu pada akhirnya harus berjalan normal kembali. Dirimu perlu beraktivitas seperti biasa bahkan bila lingkunganmu dan lingkungan pacar dekat. Buatmu, sekian lama menghilang dari kehidupannya disamakan dengan putus.
Maka kamu tanpa ragu menggandeng pacar baru di kemunculanmu yang pertama. Namun, pacarmu tentu gak bisa diperlakukan seperti ini. Selama belum ada kata putus baik darimu maupun darinya berarti status kamu berdua masih berpacaran. Ketika kamu ketahuan telah punya pacar baru atau lagi merencanakan pernikahan, ini sama saja dirimu berselingkuh.
Pacarmu merasa berhak melabrakmu dan cewek atau cowok yang bersamamu. Keinginanmu cuma berpisah dari dia, tapi boleh jadi hubungan barumu dengan seseorang pun kandas. Siapa yang mau disebut perebut pacar orang? Bila dirimu telah resmi putus, saat bertemu penggantinya hubungan kamu berdua pun berjalan aman. Statusmu ketika menembaknya atau menerima cintanya jelas jomlo.
3. Hilang rasa seharusnya memampukanmu ambil keputusan

Hilangnya rasa cinta dalam waktu yang lumayan lama memang membuatmu gak bisa lagi dipaksa untuk mempertahankan hubungan. Maka seharusnya gampang buatmu mengambil keputusan yang tegas. Apa pun respons pacar nantinya, terpenting sikapmu tidak mengambang. Sampaikan keinginanmu putus berikut alasannya.
Jangan biarkan rasa takutmu dalam mengambil keputusan lebih merugikan pacar. Dia tentu merasa sakit bila mengetahui kamu gak lagi mencintainya, padahal cintanya padamu masih besar. Tapi lebih baik untuknya segera tahu alasan sesungguhnya dirimu menjauh daripada tiba-tiba kamu menghilang.
Belajarlah buat mengambil keputusan terkait berbagai hal dalam hidupmu. Memutuskan perkara asmara termasuk yang paling mudah karena landasannya cukup perasaanmu. Lain dengan keputusan tentang pekerjaan misalnya, yang tidak bisa didasarkan pada perasaan apalagi perasaan satu orang.
4. Ditinggal menghilang lebih menyakitkan daripada diputusin

Jangan egois dengan hanya memikirkan perasaanmu sendiri. Kamu memang sudah tidak mencintai pacar. Namun, tak lantas kamu boleh bersikap seolah-olah dia sama sekali gak pernah terasa berharga dalam hidupmu. Bukankah dulu kamu memperjuangkan cintanya?
Apa pun yang membuatmu kehilangan perasaan padanya, dahulu dia yang paling bisa membuatmu nyaman serta tersanjung. Jangan balas kasih sayangnya padamu dengan membiarkannya mencemaskanmu. Sedang kamu tidak sedikit pun mencemaskannya selama menghilang.
Gak usah bertanya kenapa ia sampai mencemaskanmu. Semua orang yang termasuk dalam kalangan terdekatmu tentu masih punya kepedulian padamu. Daripada energinya habis untuk memikirkanmu, mending kamu menyudahi hubungan kamu berdua secara tegas. Setelah itu ia akan belajar melupakanmu seperti dirimu melupakannya.
5. Menunjukkan karaktermu yang gak bertanggung jawab

Orang yang bertanggung jawab tak akan meninggalkan apa pun dalam keadaan terbengkalai. Tidak terkecuali dalam urusan asmara. Kalau memang hubungan tak dapat diteruskan karena cinta kadung pergi, minimal putusnya baik-baik. Dahulu kamu membangun hubungan dengan banyak harapan.
Sekarang meski harapan itu tidak terlaksana, dirimu mestinya tetap memiliki rasa tanggung jawab buat mengakhirinya sebaik mungkin. Pergi begitu saja tanpa memberikan kepastian justru akan membebani hatimu. Bila pun hingga saat ini kelemahanmu memang dalam hal kemampuan bertanggung jawab, jangan diteruskan.
Sikap bertanggung jawab amat penting dalam segala hal. Jangankan hal-hal besar seperti membangun masa depan. Hubungan cinta saja bakal kandas melulu bila sifat tidak bertanggung jawab terus dibiarkan. Berusahalah agar ini terakhir kalinya kamu putus. Di hubungan berikutnya dirimu akan belajar lebih bertanggung jawab pada komitmen bersama sehingga cinta terjaga.
6. Wajar jika keluarganya tak terima

Untukmu yang sudah sampai berkenalan dengan keluarga pacar wajib lebih berhati-hati dalam menyikapi semua masalah terkait hubungan. Bukan cuma pacarmu yang sakit hati bila tiba-tiba dirimu menghilang, keluarganya pun sama. Bahkan mereka bisa lebih merasa gak terima melihat anak atau saudaranya diperlakukan begitu.
Jika sampai seperti itu, suatu saat kamu ingin memperbaiki hubungan dengan pacar pun tak bisa. Dia sudah kapok berhubungan denganmu. Keluarganya juga menolak keras lantaran merasa tindakanmu sama dengan menjatuhkan harga diri mereka semua.
Mereka tidak rela apabila orang terdekatnya kembali disakiti olehmu. Bahkan bila pacarmu masih punya sedikit rasa padamu, dia bakal lebih memercayai nasihat keluarganya. Keluarganya selalu ada untuknya, sedangkan dirimu sudah pernah meninggalkannya begitu saja.
Perasaan cinta memang dinamis; bisa berubah dari benci menjadi cinta, atau sebaliknya. Namun, jangan pernah mempermainkan perasaan orang lain dengan cara menghilang (ghosting). Ajaklah pasangan berbicara dari hati ke hati untuk mencari solusi terbaik, agar kedua belah pihak bisa meraih kebahagiaan masing-masing tanpa beban masa lalu.


















