Semarang, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta pemerintah daerah (pemda) untuk aktif dalam memastikan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG).
BGN Minta Pemda Pastikan Kualitas MBG, Mulai dari Perketat Awasi SPPG
BGN menekankan pentingnya peran pemda dalam menjaga keamanan dan kualitas pangan melalui pengawasan ketat terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pemerintah Kota Semarang telah mengoperasikan 174 SPPG yang melayani lebih dari 281 ribu penerima manfaat sebagai bagian dari program Makan Bergizi Gratis.
Pemkot Semarang terus menyempurnakan sistem pengelolaan dapur dan distribusi agar layanan MBG makin efisien, merata, serta meningkatkan kualitas pelayanan gizi masyarakat.
1. Pastikan keamanan dan kualitas pangan

Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional RI, Suardi Samiran menegaskan, peran pemda sangat penting dalam pelaksanaan program MBG. khususnya, pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara ketat.
“Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan keamanan dan kualitas pangan. Diperlukan pengawasan rutin agar layanan yang diberikan benar-benar memenuhi standar,” katanya di Semarang, Kamis (30/4/2026).
2. MBG di Semarang jangkau 281 ribu penerima manfaat

Menanggapi itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengakui, MBG bukan sekadar program jangka pendek, melainkan investasi besar dalam pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia yang lebih maju.
“Program ini adalah gerakan bersama untuk menyiapkan generasi masa depan yang sehat, kuat, dan produktif. Pembangunan bangsa harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk kecukupan gizi masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kota Semarang hingga tahun 2026 telah mengoperasionalkan 174 SPPG yang menjangkau lebih dari 281 ribu penerima manfaat.
3. Penyempurnaan sistem pengelolaan dapur

Capaian itu diperkuat melalui penyempurnaan sistem pengelolaan dapur dan distribusi layanan agar semakin efisien dan merata.
Agustina menegaskan, partisipasi Kota Semarang dalam forum ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan.
“Kami terus berbenah dan terbuka untuk belajar. Forum ini menjadi kesempatan penting untuk memperkuat sistem, sekaligus memastikan layanan MBG dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya.


















