Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hilirisasi Peternakan Boyolali Didorong, Susu Lokal Bidik Pasar MBG

Hilirisasi Peternakan Boyolali Didorong, Susu Lokal Bidik Pasar MBG
Kepala Bappenas melakukan peninjauan di SPPG Gagaksipat, Boyolali. (IDNTimes/Larasati Rey)
Intinya Sih
  • Pemerintah pusat mendorong hilirisasi peternakan Boyolali agar produksi susu lokal terserap optimal, terutama untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
  • Pelaku usaha susu lokal menyiapkan kolaborasi dengan Grup Wong Solo untuk meningkatkan produksi, guna memenuhi kebutuhan sekitar 200 ribu penerima manfaat MBG di Boyolali.
  • Dukungan pengusaha kuliner diarahkan pada rencana pembangunan pabrik susu di Boyolali, demi memperkuat pasokan lokal dan meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Boyolali, IDN Times - Pemerintah pusat mulai mendorong penguatan hilirisasi sektor peternakan di Boyolali, Jawa Tengah. Upaya ini diharapkan mampu memastikan produksi susu lokal terserap pasar, termasuk untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rachmat Pambudy, menilai Boyolali memiliki potensi besar dalam pengembangan peternakan sapi perah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Pak Bupati (Boyolali) punya program bagus sekali. Dari ngurus sapi, MBG, sampai program-program lain yang ada hubungannya dengan swasembada pangan, energi, dan air,” kata Rachmat saat ditemui di sela kunjungannya ke Boyolali, Rabu (29/4/2026).

1. Dorong Hilirisasi dan Serapan Susu Lokal.

7 Rekomendasi Susu Bergizi Tinggi untuk Anak Alergi Susu Sapi
7 Rekomendasi Susu Bergizi Tinggi untuk Anak Alergi Susu Sapi

Dalam kunjungannya ke KUd Cepogo, Rachmat meninjau fasilitas pendingin susu (cooling unit) sekaligus berdialog dengan para peternak dan pengurus koperasi. Ia menekankan pentingnya memastikan produksi susu sapi perah dapat terserap optimal oleh pasar, khususnya untuk program MBG.

Sekretaris Daerah Boyolali, M Syawaludin, menyebut kunjungan tersebut menjadi bagian dari kajian hilirisasi peternakan, terutama pada komoditas susu dan daging sapi.

“Persoalan hilirasi tadi harapannya nanti susunya ini, termasuk dagingnya, nanti bisa disalurkan ke SPPG,” kata Syawaludin di lokasi yang sama.

2. Produksi Melimpah, Kebutuhan MBG Terbuka Lebar.

Petugas menyiapkan makanan di SPPG Gagaksipat, Boyolali. (IDN Times/Larasati Rey)
Petugas menyiapkan makanan di SPPG Gagaksipat, Boyolali. (IDN Times/Larasati Rey)

Sementara itu, pelaku usaha susu lokal Boyolali, Edwin Yudianto, mengungkapkan potensi besar penyerapan susu untuk MBG. Ia menyebut terdapat sekitar 200 ribu penerima manfaat program tersebut di Boyolali.

“Kurang lebih 20 ribu liter (susu) untuk kebutuhan MBG sudah cukup. Nah, kita akan kolaborasi dengan Grup Wong Solo untuk scale up (peningkatan produksi) perusahaan yang sudah kita rintis selama kurang lebih 10 tahun,” kata pemilik Susu Boyolali Andalan, Edwin Yudianto, yang hadir di KUD Cepogo.

Saat ini, usaha miliknya memproduksi sekitar 1.200 liter susu per hari dan telah memasok kebutuhan ke sekitar 15 dapur SPPG, baik di dalam maupun luar Boyolali.

“(Suplai ke SPPG) Itu seminggu sekali,” ujar dia.

3. Rencana Pabrik Susu untuk Perkuat Pasokan.

Pengusaha kuliner asal Solo, Puspo Wardoyo. (IDN Times/Larasati Rey)
Pengusaha kuliner asal Solo, Puspo Wardoyo. (IDN Times/Larasati Rey)

Dukungan juga datang dari pengusaha kuliner, Puspo Wardoyo, yang menyatakan kesiapan membantu pengembangan industri pengolahan susu di Boyolali.

“Harapan kami, bisa ikut membantu terciptanya pabrik susu di sini (Boyolali). Karena memang kami membutuhkan susu (untuk MBG). Selama ini susah dan tidak dapat juga untuk MBG,” kata pengusaha Wong Solo Grup tersebut.

Menurutnya, kebutuhan susu untuk program MBG sangat besar. Saat ini, SPPG yang dikelolanya sudah mulai menggunakan susu lokal, meski belum sepenuhnya optimal.

Ke depan, pihaknya berencana memanfaatkan pabrik susu lokal yang sudah ada dan meningkatkan kapasitas produksinya. Targetnya, seluruh kebutuhan susu untuk SPPG di Boyolali dapat dipenuhi dari produksi dalam daerah.

Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah melalui kepastian pasar yang lebih luas.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More