Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kota Semarang Inisiasi Percepat Jalankan Program MBG Lebih Terarah

Kota Semarang Inisiasi Percepat Jalankan Program MBG Lebih Terarah
Tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Semarang akan menjadi percontohan praktik baik Makan Bergizi Gratis (MBG) Nasional. (IDN Times/bt)
Intinya Sih
  • Kota Semarang menjadi tuan rumah forum ASEAN ID-Nourish 2026 yang membahas percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melibatkan pemerintah, organisasi internasional, dan perwakilan negara sahabat.
  • Wali Kota Agustina Wilujeng menegaskan MBG sebagai investasi jangka panjang untuk membentuk kualitas sumber daya manusia sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui rantai pasok pangan masyarakat.
  • Saat ini terdapat 174 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Semarang yang menjangkau lebih dari 281 ribu penerima manfaat, menunjukkan kesiapan daerah dalam mendukung implementasi nasional program MBG.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - Kota Semarang menjadi tuan rumah pertemuan besar negara-negara ASEAN, organisasi dunia, hingga pemerintah pusat untuk membahas percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu agendanya menginisiasi daerah agar menjalankan program tersebut menjadi lebih terarah dan berdampak langsung bagi penerima manfaat dan masyarakat. 

1. Pentingnya kolaborasi lintas negara

mbg, dialog mbg
Kota Semarang menjadi tuan rumah pertemuan besar negara-negara ASEAN, organisasi dunia, hingga pemerintah pusat untuk membahas percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar 28-30 April 2026. (dok. Pemkot Semarang)

Kegiatan yang berlangsung pada 28–30 April 2026 ini diawali dengan forum internasional ASEAN ID-Nourish yang digelar di Hotel Gumaya Semarang, Selasa (28/4/2026). Selanjutnya, akan ada Dialog Nasional Praktik Baik MBG yang menjadi ruang utama di dalam merumuskan langkah implementasinya di Indonesia.

Pada ASEAN ID-Nourish, sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Deputi Bidang Pengadaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional, Brigjen (Purn) Suardi Samiran; Staf Ahli Kementerian Kesehatan, Bonanza Perwira Taihitu; Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN Kementerian Luar Negeri, Yuliana Bahar; serta perwakilan negara sahabat seperti Duta Besar Thailand untuk ASEAN Prinat Apirat. Forum ini juga diikuti perwakilan FAO, World Food Programme, hingga Milan Urban Food Policy Pact (MUFPP).

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, bagi Kota Semarang, forum ini bukan sekadar pertemuan, tetapi momentum untuk mempercepat kesiapan daerah dalam menjalankan program MBG secara lebih terarah. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam memperkuat sistem pangan.

We are here as one big family with a shared goal: creating a more resilient food system," ujarnya dalam sambutannya.

2. MBG investasi jangka panjang

mbg, dialog mbg
Kota Semarang menjadi tuan rumah pertemuan besar negara-negara ASEAN, organisasi dunia, hingga pemerintah pusat untuk membahas percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar 28-30 April 2026. (dok. Pemkot Semarang)

Agustina juga menegaskan, bahwa program MBG merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi. “MBG bukan sekadar program makan, ini investasi untuk masa depan. Dari sini kualitas sumber daya manusia kita dibentuk,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah pusat melalui BGN, menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan daerah dan masyarakat.

Deputi Bidang Pengadaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional, Brigjen (Purn) Suardi Samiran, menyampaikan bahwa rantai pasok program MBG justru menjadi peluang bagi masyarakat lokal.

“Bahan pangan seperti sayur, telur, dan lainnya berasal dari masyarakat. Artinya, program ini juga menggerakkan ekonomi lokal karena melibatkan banyak pihak di daerah,” jelasnya.

3. Sebanyak 174 SPPG beroperasi di Semarang

Sppg, mbg, sppg percontohan
Tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Semarang akan menjadi percontohan praktik baik Makan Bergizi Gratis (MBG) Nasional. (IDN Times/bt)

Sementara itu, Agustina menambahkan, penyelenggaraan kegiatan ini memberikan dampak positif bagi Kota Semarang, termasuk dari sisi ekonomi. “Ini sangat positif untuk perkembangan ekonomi di Kota Semarang,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti peserta dari dalam dan luar negeri yang turut mendorong aktivitas di berbagai sektor selama pelaksanaan berlangsung.

Saat ini, di Kota Semarang telah beroperasi 174 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjangkau lebih dari 281 ribu penerima manfaat, sebagai bentuk kesiapan daerah dalam mendukung program nasional MBG.

4. Selaraskan kebijakan dan percepat implementasi MBG

mbg, dialog mbg
Kota Semarang menjadi tuan rumah pertemuan besar negara-negara ASEAN, organisasi dunia, hingga pemerintah pusat untuk membahas percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar 28-30 April 2026. (dok. Pemkot Semarang)

Forum ini juga mempertemukan pemerintah pusat, daerah, akademisi, hingga organisasi internasional untuk menyelaraskan kebijakan dan mempercepat implementasi program di berbagai wilayah.

Sebagai tindak lanjut, peserta dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah titik di Kota Semarang untuk melihat langsung kesiapan sistem distribusi dan produksi pangan di daerah.

Melalui forum ini, Kota Semarang tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More