Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Kebiasaan Pagi Hari yang Diam-Diam Menghancurkan Hormon Bahagia Kamu
Ilustrasi orang sedang mendengarkan musik untuk pelepasan hormon bahagia. (magnific.com)
  • Membuka ponsel segera setelah bangun dan menunda alarm berulang kali disebut dapat memicu kortisol, mengacaukan siklus tidur, serta menekan serotonin sehingga mood memburuk.

  • Beraktivitas tanpa cahaya pagi, minum kopi saat perut kosong, dan sarapan tinggi gula dikaitkan dengan gangguan ritme biologis, usus, gula darah, serta rasa cemas.

  • Memulai hari terburu-buru dapat mengaktifkan mode stres; artikel menyarankan Trik 10-10: tanpa ponsel 10 menit pertama, lalu 10 menit mendapat cahaya matahari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Saat mata baru terbuka

Membuka ponsel, media sosial, email, atau berita dapat memicu lonjakan kortisol dan menekan produksi serotonin.

selama 5 hingga 10 menit

Menunda alarm dan tidur kembali dapat membuat otak masuk ke siklus tidur yang tidak selesai serta memicu rasa linglung.

di pagi hari

Beraktivitas di ruangan gelap, minum kopi saat perut kosong, mengonsumsi sarapan tinggi gula, atau terburu-buru dapat mengganggu ritme biologis dan suasana hati.

10 menit pertama setelah bangun tidur

Trik 10-10 menyarankan untuk tidak menyentuh ponsel selama periode ini.

10 menit berikutnya

Manfaatkan waktu ini untuk mendapatkan paparan cahaya matahari pagi dari dekat jendela atau teras rumah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Enam kebiasaan pagi disebut dapat mengganggu produksi serotonin dan suasana hati: memeriksa ponsel, menunda alarm, berada di ruangan gelap, minum kopi saat perut kosong, sarapan tinggi gula, serta terburu-buru.
  • Who?
    Orang yang menjalani rutinitas pagi, termasuk mereka yang memeriksa ponsel setelah bangun, menekan tombol snooze, mengonsumsi kafein tanpa makan, atau berangkat dalam keadaan tergesa-gesa.
  • Where?
    Kebiasaan tersebut terjadi di lingkungan tempat seseorang memulai hari, seperti kamar tidur, ruang dalam rumah, dekat jendela atau teras, serta saat perjalanan menuju tempat kerja di Surakarta.
  • When?
    Situasi ini berkaitan dengan menit-menit pertama setelah bangun tidur hingga waktu sebelum memulai aktivitas harian atau berangkat bekerja pada pagi hari.
  • Why?
    Ponsel, snoozing, kurang paparan cahaya, kafein saat perut kosong, gula tinggi, dan kepanikan pagi disebut dapat memicu kortisol, mengganggu ritme sirkadian, serta menekan atau menghambat serotonin.
  • How?
    Trik 10-10 dianjurkan: tidak menyentuh ponsel selama 10 menit pertama setelah bangun, kemudian menggunakan 10 menit berikutnya untuk mendapat paparan cahaya matahari di dekat jendela atau teras.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau pagi kita langsung main ponsel, tidur lagi setelah alarm, atau minum kopi saat perut kosong, kita bisa jadi cemas dan lemas. Ruangan gelap, makanan manis, dan buru-buru juga bisa bikin hati tidak enak. Sekarang kita bisa coba tidak pegang ponsel 10 menit, lalu lihat cahaya matahari 10 menit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Artikel ini memberi gambaran bahwa suasana pagi dapat ditata melalui langkah kecil yang mudah dijangkau. Dengan menunda ponsel sejenak dan memanfaatkan paparan cahaya matahari, seseorang dapat memberi tubuh sinyal awal yang lebih selaras, membantu menjaga ritme biologis serta mendukung mood yang lebih stabil dan produktif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

6 Kebiasaan Pagi Hari yang Diam-Diam Menghancurkan Hormon Bahagia

Intinya Sih:

  • Produksi serotonin diatur secara sensitif oleh sinyal awal yang diterima tubuh begitu kamu terbangun di pagi hari.

  • Kebiasaan menunda alarm, membuka ponsel seketika, hingga minum kopi saat perut kosong dapat memicu lonjakan kortisol yang menekan mood.

  • Menerapkan Trik 10-10 sederhana di pagi hari efektif memperbaiki jam biologis dan menjaga pasokan hormon bahagia di otak.

Pernah merasa terbangun dengan kondisi bad mood, gampang cemas, atau kehabisan energi padahal hari baru saja dimulai? Fenomena ini sering kali membingungkan karena kita merasa tidak melakukan kesalahan besar di pagi hari.

Padahal, banyak rutinitas pagi yang dianggap normal secara tak sadar justru menjadi pemicu utamanya. Otak sangat sensitif terhadap sinyal lingkungan saat pertama kali terbangun. Kebiasaan yang salah bisa merusak ritme biologis dan menghancurkan produksi serotonin (hormon bahagia). Yuk, bedah enam kebiasaan pagi yang sering jadi pemicunya!

1. Memeriksa Ponsel saat Mata Baru Terbuka

Saat terbangun, otak bertransisi dari gelombang tenang ke kondisi siaga secara bertahap. Membuka media sosial, email kerja, atau berita viral seketika memaksa otak melompat ke gelombang Beta yang tegang.

Langkah ini memicu lonjakan kortisol (hormon stres) secara mendadak. Tingginya kadar kortisol di awal hari akan secara otomatis menekan dan menghambat produksi serotonin di otak, membuatmu merasa cemas sejak menit pertama.

2. Menunda Alarm Berulang Kali (Snoozing)

Menekan tombol snooze lalu tidur kembali selama 5 hingga 10 menit akan menjebak otak masuk ke siklus tidur baru yang tidak selesai (sleep inertia).

Kebiasaan ini mengacaukan sistem saraf otonom tubuh. Alih-alih merasa lebih segar, kamu justru akan terbangun dengan perasaan linglung, mudah marah, dan cranky akibat kadar serotonin yang merosot tajam.

3. Langsung Beraktivitas di Ruangan Gelap

Cahaya matahari pagi adalah pemicu alami paling kuat bagi otak untuk memproduksi serotonin. Membiarkan diri beraktivitas di dalam ruangan temaram membuat ritme sirkadian atau jam biologis tubuh bingung.

Otak akan mengira hari masih malam, sehingga produksi serotonin tersendat. Akibatnya, kamu akan merasa mengantuk sekaligus cemas saat memulai rutinitas harianmu.

4. Minum Kopi saat Perut Kosong

Kafein yang masuk saat kadar kortisol alami tubuh sedang tinggi-tingginya akan memicu pelepasan adrenalin secara agresif, memicu fluktuasi gula darah dan detak jantung berdebar.

Selain itu, kafein pada perut kosong mengiritasi usus. Padahal, sekitar 90 persen serotonin tubuh diproduksi di dalam usus melalui gut-brain axis. Usus yang teriritasi secara langsung mengganggu pasokan hormon bahagia ke otak.

5. Sarapan Tinggi Gula Ringan

Mengonsumsi donat, sereal manis, atau kopi dengan tambahan susu kental manis di pagi hari memicu lonjakan gula darah drastis yang disusul penurunan mendadak (sugar crash).

Penurunan kadar gula darah secara tiba-tiba ini dideteksi otak sebagai kondisi darurat. Dampaknya, terjadi penurunan serotonin yang memicu timbulnya brain fog serta rasa cemas di tengah aktivitas.

6. Memulai Pagi dengan Terburu-buru

Bangun mepet waktu, berganti pakaian dengan panik, dan terburu-buru keluar rumah menuju tempat kerja, membuat otak mengaktifkan mode bertahan hidup (survival mode).

Saat otak sibuk memproses kepanikan akibat terburu-buru, ia kehilangan kesempatan untuk melepaskan neurotransmiter penenang seperti serotonin dan dopamin.

Quick Fix: Terapkan Trik 10-10

Kamu tak perlu merombak total rutinitas pagimu besok. Cukup terapkan Trik 10-10: jangan sentuh ponsel selama 10 menit pertama setelah bangun tidur, lalu manfaatkan 10 menit berikutnya untuk berdiri di dekat jendela atau teras rumah demi mendapatkan paparan cahaya matahari pagi langsung.

Memperbaiki kebiasaan kecil di pagi hari adalah investasi terbaik untuk menjaga suasana hati tetap stabil dan produktif sepanjang hari.

Apakah kamu sering tak sengaja melakukan salah satu dari enam kebiasaan di atas sebelum berangkat beraktivitas? Ceritakan pengalamanmu di kolom komentar, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article