6 Oleh-Oleh Khas Klaten Harga Murah dan Tahan Lama yang Wajib Dibeli

Klaten menawarkan enam oleh-oleh tradisional murah dan tahan lama, termasuk Kue Semprong Sidowayah, Slondok, Keripik Belut Ceper, Jenang Ayu Niten, Keripik Paru Sapi, dan Peyek Ikan Cethul.
Harga camilan berkisar Rp10.000–Rp45.000, dengan masa simpan satu hingga tiga bulan sesuai jenis dan penyimpanan, tanpa bahan pengawet buatan.
Produk mudah ditemukan di jalur Solo-Jogja serta sentra UMKM Klaten, seperti Sidowayah, Ceper, Niten, dan Bareng.
Suka bingung memilih buah tangan saat melintasi jalur liburan karena takut jalanan macet bikin makanan cepat basi atau menguras isi dompet? Memilih oleh-oleh memang butuh pertimbangan matang agar tetap enak saat disantap bersama keluarga di rumah.
Saat melintasi kawasan Klaten, kamu bisa berburu aneka camilan tradisional renyah dan gurih yang terkenal memiliki daya simpan lama serta sangat terjangkau. Yuk, intip enam rekomendasi lengkapnya!
1. Kue Semprong Sidowayah yang Renyah dan Harum

kue semprong (freepik.com/KamranAydinov) Pilihan buah tangan pertama yang wajib kamu lirik adalah Kue Semprong Sidowayah. Berbeda dengan versi daerah lain, olahan khas ini mengandalkan adonan tepung beras berkualitas serta penggunaan telur yang minimal.
Hasilnya adalah tekstur jajanan yang jauh lebih renyah, ringan, dan tidak bikin enek dengan sentuhan aroma kayu manis nan harum. Dibanderol di kisaran Rp15.000 – Rp35.000, camilan produksi perajin Desa Sidowayah, Polanharjo ini sanggup bertahan hingga 2–3 bulan di dalam wadah rapat.
2. Slondok Singkong Gurih Pedas Pembawa Ketagihan

ilustrasi kerupuk slondok (instagram.com/tempenation.id) Bagi pencinta camilan kriuk bercita rasa gurih, Slondok adalah jawaban paling pas. Terbuat dari bahan dasar singkong giling yang dibentuk melingkar menyerupai cincin kecil, olahan ini dibumbui racikan bawang putih dan cabai merah.
Perpaduan rasa gurih, manis, dan pedas yang adiktif ini bisa kamu dapatkan dengan harga terjangkau, yaitu Rp12.000 – Rp20.000 per bungkus plastik besar. Camilan ini memiliki ketahanan masa simpan hingga 2–3 bulan selama kemasan tidak bocor.
3. Keripik Belut Ceper Kaya Bumbu Ketumbar

ilustrasi keripik belut (google.com/maps/Muhammad Gautama) Mengincar oleh-oleh yang ikonik dan melegenda? Kamu wajib membungkus Keripik Belut Ceper. Keunikan versi kawasan ini terletak pada balutan tepung tipis bercita rasa rempah ketumbar melimpah, sehingga rasa gurih alami daging belut sawah tetap menonjol.
Kamu bisa membelinya dengan kisaran harga Rp20.000 – Rp40.000 per kantong. Oleh-oleh yang tahan 1–2 bulan ini sangat mudah ditemukan di gerai sepanjang Jalan Raya Solo-Jogja atau sentra UMKM Desa Klepu, Ceper.
4. Jenang Ayu Niten yang Manis Legit Legendaris

ilustrasi jenang (commons.wikimedia.org/ Ifah36) Beralih ke pilihan manis, ada Jenang Ayu Niten yang dibuat menggunakan resep warisan turun-temurun sejak tahun 1928. Makanan ini memadukan adonan tepung ketan, gula aren murni, serta perasan santan kelapa segar.
Teksturnya sangat kenyal dan legit dengan harga mulai dari Rp15.000 per kotak. Meski bertekstur basah tanpa pengawet, proses pengolahan tradisional yang panjang membuatnya mampu bertahan hingga 3 bulan. Kamu bisa menyambangi pusatnya di Dusun Niten, Wedi.
5. Keripik Paru Sapi Gurih dan Renyah

ilustrais keripik paru (instagram.com/hochicks_) Pilihan olahan jeroan premium yang tidak boleh terlewatkan adalah Keripik Paru Sapi. Dipotong tipis melebar lalu digoreng garing bersama bumbu rempah Jawa, cita rasanya yang asin gurih sangat cocok dijadikan teman makan nasi hangat atau soto.
Dengan harga Rp25.000 – Rp45.000 per kemasan, kuliner ini tergolong sangat terjangkau. Produk yang mampu bertahan renyah hingga 2 bulan ini bisa kamu temukan di gerai melegenda Keripik Paru Mbah Mangun di kawasan Bareng, Klaten Tengah.
6. Peyek Ikan Cethul Unik Khas Sungai Lokal

Ilustrasi peyek ikan. (instagram.com/fatmaazizu) Jika peyek pada umumnya memakai kacang tanah atau teri, sungai dan rawa di kawasan setempat menghadirkan variasi Peyek Ikan Cethul. Ikan air tawar berukuran mungil ini digoreng renyah bersama adonan tepung beras dan irisan daun jeruk.
Sensasi kriuk renyah bercampur gurihnya ikan lokal ini dijual berkisar Rp10.000 – Rp20.000 per bungkus. Disimpan di dalam stoples kedap udara, peyek unik ini sanggup bertahan segar hingga 1 bulan.
Membawa pulang buah tangan tradisional yang lezat, awet, dan ekonomis tidak hanya memanjakan keluarga di rumah, tetapi juga turut mendukung keberlangsungan para perajin UMKM lokal.
Dari keenam pilihan oleh-oleh khas Klaten di atas, mana camilan kriuk atau manis yang paling ingin kamu borong untuk perjalanan pulang nanti? Tulis pilihanmu di kolom komentar, ya!























