Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Antrean BBM Ganggu Pengusaha Truk di Jateng, Ini Alasan Aptrindo

Kota Semarang
2 min read
Antrean BBM Ganggu Pengusaha Truk di Jateng, Ini Alasan Aptrindo
Para sopir truk terpaksa memarkir kendaraan mereka, sambil menunggu kiriman pasokan BBM di SPBU. IDN Times/Imron
  • Antrean BBM berulang mengganggu operasional pengusaha truk di Jawa Tengah, karena kendaraan dari jalur Jakarta-Surabaya turut mengisi bahan bakar di wilayah tersebut.

  • Pengusaha juga menghadapi pemblokiran barcode MyPertamina untuk BBM bersubsidi; Aptrindo berkoordinasi dengan Hiswana Migas dan membentuk satgas untuk menindaklanjuti data kendaraan.

  • Menjelang musim hujan, gangguan di Pantura berpotensi mengalihkan truk ke jalur tengah yang lebih berbukit, berkelok, sempit, serta meningkatkan konsumsi BBM dan waktu tempuh.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Pengusaha angkutan barang di Jawa Tengah menghadapi antrean bahan bakar minyak (BBM) yang berulang, terutama menjelang akhir tahun. Kondisi ini mengganggu kelancaran perjalanan truk, sekaligus kelangsungan usaha. 

  1. 1. Antrean BBM masih jadi kendala operasional truk

    Antrean truk untuk mengisi BBM jenis solar subsidi (Biosolar) di SPBU Sario, Manado, Sulut, Kamis (24/3/2022). IDN Times/Savi
    Antrean truk untuk mengisi BBM jenis solar subsidi (Biosolar) di SPBU Sario, Manado, Sulut, Kamis (24/3/2022). IDN Times/Savi

    Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jateng-DIY, Bambang Widjanarko mengatakan, persoalan antrean BBM bukan hal baru bagi pengusaha angkutan. Namun, mereka menilai kondisi tersebut masih menjadi kendala operasional yang harus dihadapi.

    Menurutnya, Jawa Tengah berada di antara jalur distribusi Jakarta dan Surabaya. Ketika terjadi antrean panjang di wilayah lain, sebagian kendaraan memilih mengisi BBM di Jawa Tengah. Kondisi itu menambah tekanan terhadap pasokan setempat.

    “Jawa Tengah itu tengah-tengah. Dari Jakarta mau ke Surabaya, akhirnya di Jawa Tengah juga antreannya panjang,” ungkapnya, Jumat (16/10/2026).

    Bambang juga menerangkan, antrean di Jawa Tengah relatif lebih singkat dibandingkan beberapa daerah lain yang menurut laporan pengusaha dalam pertemuan nasional dapat mengalami keterlambatan hingga beberapa hari.

  2. 2. Pengusaha truk hadapi pemblokiran BBM bersubsidi

    aptrindo, bambang widjanarko
    Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jateng-DIY, Bambang Widjanarko. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

    Adapun selain antrean, pengusaha truk juga menghadapi persoalan administrasi penyaluran BBM bersubsidi. Bambang menyampaikan, pemblokiran massal barcode MyPertamina sekitar April lalu sempat menyulitkan anggota asosiasi.

    ‘’Untuk mengatasi persoalan tersebut, kami berkoordinasi dengan Hiswana Migas dan membentuk satuan tugas khusus. Melalui mekanisme itu, asosiasi mengirimkan data kendaraan yang mengalami pemblokiran untuk ditindaklanjuti,’’ katanya.

    Menurutnya, koordinasi tersebut membuat penanganan menjadi lebih terarah dibandingkan saat pemblokiran pertama kali terjadi. Meski demikian, ia menyebut masalah barcode masih ditemukan, walaupun jumlah kasusnya disebut tidak sebanyak sebelumnya.

    ‘’Pendataan melalui asosiasi ini diharapkan membantu memastikan BBM bersubsidi digunakan oleh kendaraan angkutan yang berhak menerimanya,’’ imbuh Bambang.

  3. 3. Antisipasi gangguan perjalanan truk di musim hujan

    IMG-20251024-WA0009.jpg
    Deretan truk yang terjebak banjir di ruas Jalan Raya Kaligawe Semarang. (IDN Times/bt)

    Sementara jelang menghadapi musim hujan, pengusaha truk juga mengantisipasi gangguan perjalanan, terutama di jalur pantai utara Jawa yang rawan banjir dan kerusakan jalan.

    ‘’Jika jalur Pantura terganggu, kendaraan dapat memilih jalur tengah. Namun, rute alternatif tersebut memiliki medan lebih berbukit dan berkelok sehingga konsumsi BBM berpotensi meningkat. Waktu tempuh juga dapat bertambah jika truk harus melewati jalan yang lebih sempit,’’ jelas Bambang.

    Ia berharap koordinasi antara pemerintah, kepolisian, dan pelaku usaha dapat membantu menjaga kelancaran distribusi barang selama musim hujan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More