Semarang, IDN Times - Pengusaha angkutan barang di Jawa Tengah menghadapi antrean bahan bakar minyak (BBM) yang berulang, terutama menjelang akhir tahun. Kondisi ini mengganggu kelancaran perjalanan truk, sekaligus kelangsungan usaha.
Antrean BBM Ganggu Pengusaha Truk di Jateng, Ini Alasan Aptrindo

Take a Deeper Read
1. Antrean BBM masih jadi kendala operasional truk
Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jateng-DIY, Bambang Widjanarko mengatakan, persoalan antrean BBM bukan hal baru bagi pengusaha angkutan. Namun, mereka menilai kondisi tersebut masih menjadi kendala operasional yang harus dihadapi.
Menurutnya, Jawa Tengah berada di antara jalur distribusi Jakarta dan Surabaya. Ketika terjadi antrean panjang di wilayah lain, sebagian kendaraan memilih mengisi BBM di Jawa Tengah. Kondisi itu menambah tekanan terhadap pasokan setempat.
“Jawa Tengah itu tengah-tengah. Dari Jakarta mau ke Surabaya, akhirnya di Jawa Tengah juga antreannya panjang,” ungkapnya, Jumat (16/10/2026).
Bambang juga menerangkan, antrean di Jawa Tengah relatif lebih singkat dibandingkan beberapa daerah lain yang menurut laporan pengusaha dalam pertemuan nasional dapat mengalami keterlambatan hingga beberapa hari.
2. Pengusaha truk hadapi pemblokiran BBM bersubsidi
Adapun selain antrean, pengusaha truk juga menghadapi persoalan administrasi penyaluran BBM bersubsidi. Bambang menyampaikan, pemblokiran massal barcode MyPertamina sekitar April lalu sempat menyulitkan anggota asosiasi.
‘’Untuk mengatasi persoalan tersebut, kami berkoordinasi dengan Hiswana Migas dan membentuk satuan tugas khusus. Melalui mekanisme itu, asosiasi mengirimkan data kendaraan yang mengalami pemblokiran untuk ditindaklanjuti,’’ katanya.
Menurutnya, koordinasi tersebut membuat penanganan menjadi lebih terarah dibandingkan saat pemblokiran pertama kali terjadi. Meski demikian, ia menyebut masalah barcode masih ditemukan, walaupun jumlah kasusnya disebut tidak sebanyak sebelumnya.
‘’Pendataan melalui asosiasi ini diharapkan membantu memastikan BBM bersubsidi digunakan oleh kendaraan angkutan yang berhak menerimanya,’’ imbuh Bambang.
3. Antisipasi gangguan perjalanan truk di musim hujan
Sementara jelang menghadapi musim hujan, pengusaha truk juga mengantisipasi gangguan perjalanan, terutama di jalur pantai utara Jawa yang rawan banjir dan kerusakan jalan.
‘’Jika jalur Pantura terganggu, kendaraan dapat memilih jalur tengah. Namun, rute alternatif tersebut memiliki medan lebih berbukit dan berkelok sehingga konsumsi BBM berpotensi meningkat. Waktu tempuh juga dapat bertambah jika truk harus melewati jalan yang lebih sempit,’’ jelas Bambang.
Ia berharap koordinasi antara pemerintah, kepolisian, dan pelaku usaha dapat membantu menjaga kelancaran distribusi barang selama musim hujan.
Curated For You
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- Banyak Truk Tua di Jalanan, Aptrindo Minta Pengusaha Remajakan Armada15 Oct 2026, 04:00 WIB
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- Pengusaha Truk di Jateng Benahi Data Armada, Targetkan Semua Berizin15 Oct 2026, 16:28 WIB