Api Mulai Mengecil, Asap TPA Jatibarang Meluas hingga Permukiman Warga

Kebakaran TPA Jatibarang sejak 30 September 2026 membuat asap meluas ke Sadeng, Kalipancur, Manyaran, hingga ruas Tol Krapyak-Kaliwungu akibat arah angin barat-barat laut.
Titik api terlihat kecil, tetapi asap mengindikasikan bara di bawah timbunan sampah. Pasokan air terus dikerahkan, fasilitas kesehatan disiagakan, dan warga diimbau memakai masker.
Penyebab kebakaran masih diobservasi. BPBD menyoroti potensi gas metana yang menyulitkan pemadaman, sementara Pemkot mengoordinasikan kemungkinan OMC atau water bombing dengan pemerintah provinsi dan pusat.
Semarang, IDN Times - Asap dari kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang Semarang mulai meluas hingga sejumlah permukiman di wilayah barat Kota Semarang, Kamis (1/10/2026). Kondisi itu dampak dari kebakaran TPA Jatibarang yang kembali terjadi pada Rabu (30/9/2026) sejak pukul 18.04 WIB.
1. Persebaran asap terpantau capai ruas Tol Krapyak-Kaliwungu

Asap dari kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang Semarang mulai meluas hingga sejumlah permukiman di wilayah barat Kota Semarang, Kamis (1/10/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum) Persebaran asap bahkan terpantau mencapai ruas Tol Krapyak-Kaliwungu. Arah angin yang bergerak ke barat hingga barat laut membuat dampak asap tidak hanya dirasakan di sekitar kawasan TPA.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono mengatakan, sejumlah wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kelurahan Sadeng, Kalipancur, dan Manyaran. Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kesehatan telah meminta fasilitas pelayanan kesehatan bersiaga untuk mengantisipasi gangguan pernapasan warga.
“Untuk warga sekitar itu yang pasti seperti di wilayah Kelurahan Sadeng, Kalipancur, Manyaran. Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kesehatan juga mensiagakan tim medis,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (1/10/2026).
Untuk diketahui, kondisi di dalam area TPA menunjukkan titik api yang terlihat sudah relatif kecil. Namun, kepulan asap masih menjadi perhatian karena potensi bara di lapisan bawah timbunan sampah.
2. Pasokan air untuk proses pemadaman terus dilakukan

Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di TPA Jatibarang Semarang, Sabtu (7/10/2023). (IDN Times/bt) “Ya, titik api yang masih ada berbentuk api itu hanya kecil-kecil, tapi lebih banyak asap. Itu artinya asap itu justru tidak boleh kita lalaikan karena bisa jadi di lapisan bawah ini masih menyala, ada sekam,” kata Endro.
Maka itu, pasokan air untuk proses pemadaman terus dilakukan. Tangki-tangki air dikerahkan, termasuk dukungan dari perangkat daerah terkait dan PDAM untuk memastikan kebutuhan air bagi petugas pemadam kebakaran tidak terputus.
BPBD juga mengimbau warga menggunakan masker sebagai langkah pencegahan selama asap masih menyebar.
Endro menerangkan, salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran TPA adalah potensi munculnya gas metana dari timbunan sampah yang telah lama menumpuk. Gas tersebut mudah terbakar sehingga dapat menjadi salah satu faktor yang menyulitkan proses pemadaman.
3. BPBD belum bisa sampaikan penyebab kebakaran TPA

TPA Jatibarang Semarang kebakaran. (dok. PLN) “Namun, terkait kebakaran ini kami belum bisa menyampaikan penyebabnya, karena semuanya masih dalam observasi. Yang penting kita konsentrasi untuk menyelesaikan atau pemadaman ini,” ujarnya.
Sementara itu, Pemkot Semarang juga berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk mengantisipasi kemungkinan penggunaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) maupun water bombing.
Namun, kedua opsi tersebut membutuhkan mekanisme dan dukungan dari pemerintah pusat serta berkaitan dengan penetapan status tanggap darurat.
“OMC tidak mudah karena kemampuan itu ada di pusat. Sudah diusulkan dan sedang kita koordinasikan dengan provinsi. Mekanismenya cukup panjang,” tandasnya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















